DEMOKRASINEWS, Lampung Timur, 29 Juni 2026 – Cahaya matahari pagi berwarna keemasan perlahan menembus celah-celah dedaunan dan ranting pepohonan yang menaungi halaman Kantor Bupati Lampung Timur, Senin (29/6/2026). Embusan angin yang sejuk berpadu dengan suasana pagi yang cerah menciptakan pemandangan yang menenangkan. Di tengah hamparan halaman yang mulai dipenuhi barisan Aparatur Sipil Negara (ASN), tersimpan sebuah harapan bahwa setiap langkah pengabdian kepada masyarakat selalu berawal dari nilai-nilai yang tumbuh di dalam keluarga.
Pagi itu, Wakil Bupati Lampung Timur, Azwar Hadi, memimpin apel bulanan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur. Namun, apel tersebut bukan sekadar rutinitas administratif yang dilaksanakan setiap awal pekan. Di balik barisan rapi para ASN, tersampaikan pesan yang menyentuh sisi kemanusiaan, tentang pentingnya keluarga sebagai tempat pertama lahirnya kasih sayang, pendidikan, dan karakter seorang anak.
Bertepatan dengan peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 yang mengusung tema “Ayah Wajib Hadir”, Azwar Hadi mengajak seluruh peserta apel untuk memaknai kembali arti kehadiran seorang ayah dalam kehidupan keluarga. Kehadiran itu, menurutnya, tidak cukup hanya diukur dari keberadaan secara fisik, tetapi juga melalui perhatian, kasih sayang, teladan, serta keterlibatan dalam setiap proses tumbuh kembang anak. Sebab, keluarga yang harmonis akan melahirkan generasi yang kuat, sementara bangsa yang kuat selalu berawal dari keluarga yang kokoh.

Pesan tersebut terasa begitu relevan di tengah dinamika kehidupan modern yang sering kali membuat waktu bersama keluarga semakin terbatas. Kesibukan pekerjaan, tuntutan pelayanan publik, hingga perkembangan teknologi tidak seharusnya mengurangi perhatian orang tua kepada anak-anak. Justru di tengah perubahan zaman, kehangatan keluarga menjadi benteng utama dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa.
Namun amanat pagi itu tidak berhenti pada persoalan keluarga. Alam pun seakan turut menjadi bagian dari pesan yang disampaikan. Langit yang cerah memang menghadirkan optimisme, tetapi di balik keindahannya tersimpan peringatan akan datangnya musim kemarau yang diperkirakan lebih panjang akibat fenomena El Nino. Kondisi tersebut membawa risiko meningkatnya kebakaran hutan, lahan, maupun permukiman apabila kewaspadaan masyarakat mulai berkurang.
Karena itulah, Wakil Bupati mengajak seluruh ASN menjadi pelopor dalam membangun budaya pencegahan. Mulai dari menghemat penggunaan air, memastikan fasilitas umum seperti pompa sumur bor tetap berfungsi, tidak membuka lahan dengan cara membakar, hingga mengedukasi masyarakat agar memahami pentingnya memanfaatkan layanan darurat 112 ketika menghadapi situasi kebakaran atau keadaan darurat lainnya. Langkah-langkah sederhana tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap sesama sekaligus tanggung jawab menjaga lingkungan.
Di balik barisan para ASN yang berdiri tegap pagi itu, tersirat sebuah pesan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui program dan kebijakan, tetapi juga melalui keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. Menjadi aparatur negara berarti hadir ketika masyarakat membutuhkan pelayanan, sebagaimana seorang ayah hadir ketika keluarga membutuhkan perlindungan dan kasih sayang.
Ketika apel berakhir dan para peserta kembali menjalankan tugasnya masing-masing, sinar matahari masih menembus rimbunnya pepohonan di halaman kantor. Cahaya itu seolah menjadi simbol harapan bahwa setiap pengabdian yang dilandasi kepedulian, nilai kekeluargaan, dan semangat gotong royong akan menerangi jalan menuju masyarakat Lampung Timur yang semakin tangguh, harmonis, dan sejahtera. Sebab, membangun daerah bukan hanya tentang pembangunan fisik, melainkan juga tentang membangun manusia, memperkuat keluarga, dan menumbuhkan kepedulian yang akan terus hidup dari satu generasi ke generasi berikutnya.( Red/Prie/Rls )











