DEMOKRASINEWS, Lampung Timur, 5 Juni 2026 – Selama 44 tahun, warga Desa Rantau Fajar dan Desa Rejo Binangun, Kecamatan Raman Utara, Kabupaten Lampung Timur, hidup berdampingan dengan sebuah jembatan tua yang menjadi urat nadi aktivitas sehari-hari. Meski kondisinya kian rapuh dimakan usia, jembatan itu tetap dilintasi setiap hari oleh petani, pelajar, pedagang, hingga warga yang hendak berobat.
Kini, penantian panjang itu mulai terjawab.
Di tengah antusiasme masyarakat, Kodim 0429/Lampung Timur resmi memulai pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap V dan VI melalui kegiatan groundbreaking yang digelar di Dusun V, Desa Rantau Fajar, Jumat (5/6/2026). Momen tersebut disambut penuh harapan oleh warga yang selama puluhan tahun mendambakan akses penghubung yang lebih aman dan layak.

Bagi sebagian orang, pembangunan jembatan mungkin hanya sebatas proyek infrastruktur. Namun bagi masyarakat setempat, jembatan ini adalah simbol harapan, keselamatan, dan masa depan yang lebih baik.
Kasno (79), salah satu sesepuh desa, masih mengingat bagaimana jembatan tersebut pertama kali dibangun pada awal tahun 1980-an.
“Sekitar tahun 1982 jembatan ini dibangun. Sekarang kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Banyak papan yang lapuk dan membahayakan warga yang melintas,” kenangnya.
Setiap hari, warga harus menghadapi risiko saat melintasi jembatan yang telah menua. Namun karena menjadi akses utama penghubung dua desa, mereka tidak memiliki banyak pilihan selain tetap menggunakannya.
Melihat kondisi tersebut, pembangunan Jembatan Perintis Garuda menjadi kabar yang telah lama dinantikan masyarakat.
Dandim 0429/Lampung Timur Letkol Inf Danang Setiaji menjelaskan bahwa pembangunan ini merupakan bagian dari program nasional yang bertujuan memperkuat konektivitas wilayah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, kehadiran jembatan yang lebih kokoh nantinya tidak hanya mempermudah mobilitas warga, tetapi juga memperlancar distribusi hasil pertanian yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat setempat.
“Kami berharap pembangunan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik dari sisi mobilitas maupun peningkatan perekonomian warga,” ujarnya.
Selain ditandai dengan peletakan batu pertama, kegiatan tersebut juga menghadirkan kepedulian sosial melalui penyerahan 20 paket sembako kepada masyarakat sekitar.
Acara tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Lampung Timur Azwar Hadi, Ketua DPRD Lampung Timur Rida Rotul Aliyah, Kajari Lampung Timur Joko Saptono, unsur Forkopimcam Raman Utara, para kepala desa, serta tokoh masyarakat.
Wakil Bupati Azwar Hadi menilai pembangunan jembatan ini akan membawa dampak besar bagi kehidupan warga. Selain meningkatkan keselamatan, keberadaan jembatan baru juga mampu memangkas jarak tempuh masyarakat secara signifikan.
“Jika sebelumnya masyarakat harus menempuh perjalanan sekitar sembilan kilometer, nantinya cukup empat hingga lima kilometer. Ini tentu akan sangat membantu aktivitas warga,” katanya.
Lebih dari sekadar menghubungkan dua wilayah, Jembatan Perintis Garuda akan menjadi penghubung harapan ribuan warga yang selama puluhan tahun menanti perubahan. Jembatan yang kelak berdiri kokoh itu bukan hanya mempersingkat perjalanan, tetapi juga membuka akses ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik yang lebih baik.
Setelah empat dekade lebih menunggu, masyarakat Rantau Fajar akhirnya dapat melihat harapan itu mulai dibangun, satu demi satu, dari pondasi yang kini mulai ditancapkan di tanah desa mereka. Sebuah penanda bahwa pembangunan tidak hanya hadir di pusat kota, tetapi juga menyapa masyarakat hingga ke pelosok negeri.( Red/Rls Hms Kodim 0429 Lamtim )











