DEMOKRASINEWS,VMakkah Al-Mukarramah, 4 Juni 2026 – Rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan ibadah haji mewarnai kegiatan tasyakuran yang digelar KBIHU Multazam Mandiri Purbolinggo, Lampung Timur, di Makkah, Arab Saudi, Kamis (4/6/2026).
Meski berlangsung sederhana di lorong hotel tempat jamaah menginap, suasana khidmat dan penuh kekeluargaan tetap terasa. Puluhan jamaah mengikuti doa bersama sebagai ungkapan syukur atas selesainya rangkaian utama ibadah haji tanpa kendala berarti.
Pemilik KBIHU Multazam Mandiri, Sutopo Darwis Sasmito, mengungkapkan rasa syukur karena seluruh jamaah yang tergabung dalam rombongannya dapat menyelesaikan prosesi haji dalam keadaan sehat.


“Alhamdulillah, seluruh jamaah KBIHU Multazam Mandiri dalam keadaan sehat dan telah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji. Ini merupakan nikmat besar yang patut kita syukuri bersama,” ujar Sutopo.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jamaah yang telah menunjukkan semangat kebersamaan selama berada di Tanah Suci. Menurutnya, kekompakan dan kepedulian antarjamaah menjadi kunci kelancaran pelaksanaan ibadah.
“Yang kuat membantu yang lemah, yang muda membantu yang tua. Semua bersinergi membangun kebersamaan dan kekompakan. Saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada generasi muda yang telah banyak berkarya dan membantu selama perjalanan ibadah ini. Insyaallah, semua akan menjadi kenangan indah sepanjang masa,” katanya.
Namun, suasana syukur tersebut seketika berubah menjadi haru ketika acara dilanjutkan dengan pelaksanaan shalat ghaib. Shalat tersebut digelar setelah diterimanya kabar duka dari tanah air.
Ibu Sagirah binti Karyodinomo (90), orang tua dari Sugiyanto, salah satu jamaah asal Bumiayu, Sukadana, Lampung Timur, dikabarkan meninggal dunia pada Rabu malam sekitar pukul 22.15 WIB.
Dalam pengumuman yang disampaikan kepada jamaah, disampaikan doa agar almarhumah mendapatkan ampunan dan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Telah berpulang Ibu Sagirah binti Karyodinomo pada usia 90 tahun. Semoga Allah SWT mengampuni segala kekhilafannya, menerima seluruh amal ibadahnya, menempatkannya di surga-Nya, serta memberikan kekuatan iman dan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan,” demikian doa yang dipanjatkan bersama oleh para jamaah.
Sugiyanto yang tengah berada di Tanah Suci menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan doa yang diberikan oleh pengurus serta seluruh jamaah KBIHU Multazam Mandiri.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar KBIHU Multazam Mandiri dan seluruh jamaah yang telah peduli serta mendoakan orang tua kami. Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan bapak dan ibu dengan pahala yang berlipat ganda,” ucapnya dengan penuh haru.
Sementara itu, Sutopo menjelaskan bahwa jamaah yang tergabung dalam Kloter JKG 9 dijadwalkan kembali ke Indonesia pada Minggu, 7 Juni 2026. Ia mengimbau seluruh jamaah untuk melaksanakan tawaf wada’ pada Sabtu, 6 Juni 2026, sebelum mempersiapkan kepulangan ke tanah air.
“Koper besar akan melalui proses pemeriksaan dan penimbangan oleh maskapai dengan batas maksimal 32 kilogram. Jamaah juga diingatkan agar tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper besar karena apabila ditemukan saat pemeriksaan, koper dapat dibuka oleh petugas maskapai tanpa pendampingan pemilik,” jelasnya.
Menjelang berakhirnya perjalanan spiritual di Tanah Suci, Sutopo berpesan agar seluruh jamaah terus menjaga kemabruran haji yang telah diraih.
“Hendaknya sepulang dari Tanah Suci, jamaah menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Semua pengalaman dan pembelajaran selama menjalankan ibadah haji harus terus dijaga dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Istiqamah dalam menjalankan perintah Allah SWT menjadi salah satu tanda kemabruran haji,” tutupnya.
Tasyakuran yang berakhir dengan doa bersama itu menjadi momen penuh makna. Di tengah rasa syukur atas selesainya ibadah haji, para jamaah juga belajar tentang keikhlasan menerima takdir Allah SWT. Sukacita dan duka berpadu menjadi pelajaran hidup yang semakin memperkuat nilai spiritual perjalanan haji mereka di Tanah Suci.( Red/Laporan Agustobationo dari Makkah )











