Lampung Timur, Jumat 8 Mei 2026 — Kunjungan kerja Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, ke kawasan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Margasari, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, menjadi momen penting bagi masyarakat pesisir untuk menyampaikan berbagai persoalan kehidupan nelayan secara langsung kepada pemerintah pusat.
Desa Margasari yang hampir 80 persen masyarakatnya menggantungkan hidup sebagai nelayan dinilai layak menjadi perhatian nasional dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir. Kehadiran Wapres bersama kementerian terkait serta pemerintah daerah Provinsi Lampung dan Kabupaten Lampung Timur disambut antusias oleh warga.
Dalam kunjungannya, Wapres meninjau langsung pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih yang dilengkapi berbagai fasilitas penunjang aktivitas nelayan, mulai dari dermaga pendaratan perahu, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN), ruang cold storage untuk pengawetan ikan, hingga pabrik es yang menjadi kebutuhan utama nelayan saat melaut.

Kepala Desa Margasari, Wahyu Jaya, mengatakan kehadiran Wakil Presiden merupakan bukti nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan.
“Kehadiran Bapak Wakil Presiden bersama kementerian terkait dan pemerintah daerah hari ini menjadi bukti bahwa pemerintah serius memperhatikan kesejahteraan masyarakat pesisir, khususnya nelayan. Kami berharap seluruh program yang direncanakan benar-benar dapat direalisasikan,” ujarnya.
Dalam dialog bersama pemerintah, perwakilan nelayan menyampaikan sejumlah keluhan yang selama ini menjadi persoalan utama di lapangan. Salah satunya terkait pasokan bahan bakar minyak, khususnya bio solar subsidi yang sangat dibutuhkan nelayan untuk melaut.
Menurut Wahyu Jaya, selama ini nelayan masih mengalami keterbatasan dalam memperoleh BBM subsidi. Karena itu, keberadaan SPBN di kawasan KNMP diharapkan mampu menjadi solusi bagi masyarakat nelayan di Desa Margasari dan sekitarnya.
“Dengan adanya SPBN di Kampung Nelayan Merah Putih, kami berharap nelayan bisa lebih mudah mendapatkan bahan bakar minyak bersubsidi sehingga aktivitas melaut menjadi lebih lancar,” katanya.
Selain persoalan BBM, masyarakat juga berharap adanya perhatian pemerintah terhadap pembangunan infrastruktur jalan menuju kawasan KNMP. Kondisi jalan yang berada di wilayah rawa dinilai memerlukan peningkatan kualitas agar mampu bertahan dalam jangka panjang dari dampak genangan dan gelombang air laut.
“Kami berharap pembangunan jalan menuju kawasan kampung nelayan dapat diperbaiki dan ditingkatkan kualitasnya karena akses tersebut sangat penting untuk mendukung perekonomian masyarakat,” lanjutnya.
Tak hanya itu, masyarakat pesisir juga berharap pemerintah dapat merealisasikan pembangunan pemecah ombak atau breakwater guna mengurangi dampak abrasi dan gelombang laut yang kerap mengancam permukiman warga, terutama saat musim angin timur.
Upaya penghijauan melalui penanaman mangrove juga terus dilakukan masyarakat sebagai langkah menjaga kawasan pesisir dari ancaman abrasi dan gelombang laut.
Kunjungan kerja Wapres Gibran ke Desa Margasari tidak hanya menjadi agenda peninjauan pembangunan semata, tetapi juga menghadirkan ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat nelayan yang selama ini berharap perhatian lebih terhadap kehidupan di kawasan pesisir.
Dengan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih beserta fasilitas pendukungnya, masyarakat berharap kesejahteraan nelayan di Lampung Timur dapat meningkat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan pesisir secara berkelanjutan.( Red/Prie)










