DEMOKRASINEWS, Lampung Utara, 12 Mei 2026 — Upaya menekan angka kematian ibu dan meningkatkan kualitas kesehatan keluarga terus diperkuat di Kabupaten Lampung Utara. Momentum Hari Ulang Tahun ke-75 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan Hari Bidan Internasional dimanfaatkan untuk memperluas pelayanan keluarga berencana (KB) gratis bagi perempuan usia subur.
Ketua Tim Penggerak PKK Lampung Utara, drg. Meri Farida Hamartoni, menghadiri langsung kegiatan pelayanan KB gratis dari BKKBN Lampung Utara yang digelar di UPTD Puskesmas Kotabumi II bersama IBI Ranting Kotabumi II, Selasa (12/5/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Program Kerja Pokja IV TP PKK Lampung Utara yang berfokus pada peningkatan kesehatan keluarga, khususnya pelayanan kesehatan ibu dan anak melalui program keluarga berencana kesehatan (KB Kes).

Melalui kegiatan itu, masyarakat, terutama perempuan usia subur, memperoleh layanan KB secara gratis sebagai langkah preventif untuk mendorong perencanaan keluarga yang lebih sehat dan terukur.
Menurut drg. Meri Farida Hamartoni, pelayanan kesehatan berbasis komunitas seperti ini penting diperluas karena tidak hanya menyasar aspek medis, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perencanaan kehamilan.
“Keluarga yang sehat lahir dari perencanaan yang baik, termasuk pengaturan jarak kelahiran yang aman bagi ibu maupun anak,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala UPTD Puskesmas Kotabumi II, Leni Idriana Shanty, mengatakan kegiatan pelayanan KB menjadi langkah konkret untuk mengajak perempuan usia subur aktif mengikuti program keluarga berencana.
“Kegiatan ini sangat baik sebagai upaya mengajak ibu-ibu usia subur untuk ber-KB. Fungsi utama keluarga berencana adalah mengatur jarak kelahiran, mencegah kehamilan yang tidak diinginkan, serta meningkatkan kesehatan reproduksi dan kesejahteraan keluarga,” kata Leni.
Ia menjelaskan, program KB memungkinkan perempuan merencanakan kehamilan secara lebih matang sehingga dapat menekan berbagai risiko kesehatan, termasuk komplikasi kehamilan pada usia terlalu muda maupun terlalu tua.
Selain itu, pengaturan kehamilan yang tepat dinilai mampu membantu mengurangi risiko kematian ibu dan bayi yang hingga kini masih menjadi tantangan di sektor kesehatan, baik nasional maupun daerah.
“Dengan pelayanan yang mudah dijangkau dan edukasi yang berkelanjutan, kami berharap angka kematian ibu dapat ditekan, termasuk di Lampung Utara,” tambahnya.
Pelibatan TP PKK dan organisasi profesi bidan dalam pelayanan kesehatan masyarakat dinilai menjadi strategi penting untuk memperluas jangkauan edukasi hingga tingkat keluarga. Di tengah masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat terhadap kesehatan reproduksi, pendekatan berbasis pelayanan langsung dianggap lebih efektif dalam membangun partisipasi warga.
Peringatan HUT IBI ke-75 di Lampung Utara pun tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Kegiatan tersebut menjadi momentum penguatan kolaborasi antara tenaga kesehatan, organisasi perempuan, dan pemerintah daerah guna memastikan kesehatan ibu dan anak menjadi agenda bersama yang berkelanjutan.( Red/ JM )











