DEMOKRASINEWS, Kotabumi Lampung Utara — Pergantian lampu jalan menjadi LED di Kabupaten Lampung Utara menuai apresiasi sekaligus pertanyaan dari masyarakat. Ratusan lampu lama yang diganti kini dipertanyakan keberadaannya.
Wajah malam di sejumlah ruas jalan protokol Kabupaten Lampung Utara kini berubah signifikan. Lampu jalan yang sebelumnya berwarna kuning redup telah diganti dengan lampu LED putih terang, membuat jalanan lebih terang dan aktivitas warga menjadi lebih nyaman.
Meski mendapat sambutan positif, sejumlah warga mempertanyakan keberadaan lampu lama yang diganti dalam proyek tersebut.
Zainal, warga Kali Umban, Tanjung Aman, mengaku puas dengan peningkatan pencahayaan. Namun, ia berharap lampu lama yang masih layak pakai dapat dimanfaatkan kembali.

“Sekarang terang sekali, lebih aman. Tapi lampu yang lama itu ke mana? Kalau masih bisa dipakai, sebaiknya dimanfaatkan lagi,” ujarnya, Kamis (9/4/2026) malam.
Hal senada disampaikan Hendra, warga Kelurahan Tanjung Senang. Ia menilai kondisi Jalan Kapten Mustofa kini jauh lebih terang, namun meminta pemerintah tidak mengabaikan lampu lama.
“Terima kasih pemerintah, sekarang seperti siang hari. Tapi kalau lampu lama masih bagus, bisa dipasang di jalan lingkungan yang masih gelap,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Lampung Utara, Anom Sauni, menjelaskan bahwa lampu lama hasil penggantian tidak dibuang, melainkan disimpan di gudang dan dimanfaatkan kembali.
“Lampu lama itu ada, saat ini disimpan di gudang kantor,” kata Anom, Jumat (10/4/2026).
Ia menambahkan, lampu-lampu tersebut digunakan untuk mengganti lampu jalan yang rusak di beberapa titik. Selain itu, masyarakat juga dapat mengajukan permohonan untuk memanfaatkan lampu bekas tersebut.
“Kalau warga ingin lampu bekas itu dipasang di lingkungan mereka, silakan ajukan secara resmi dengan titik koordinat. Nanti tim kami akan melakukan pengecekan,” ujarnya.
Data Proyek:
Dinas Perhubungan Lampung Utara mengalokasikan anggaran sebesar Rp4,4 miliar dalam APBD 2026 untuk proyek penerangan jalan umum (PJU). Proyek ini mencakup pemasangan 997 titik lampu dengan biaya sekitar Rp4 juta per titik.
Pemasangan dilakukan di sejumlah ruas strategis, di antaranya kawasan Tugu Payan Mas, pasar, Tanah Miring, Kota Alam, Bernah, hingga Jalan Soekarno-Hatta. Selain itu, proyek juga menjangkau Jalan Pahlawan, Jalan Skip, dan wilayah Tanjung Aman.
Hingga saat ini, progres pemasangan telah mencapai sekitar 650 titik. Sisanya ditargetkan rampung dalam beberapa pekan ke depan, termasuk di wilayah Abung Raya Timur, Abung Raya Barat, Kampung Baru, dan Sribasuki.
Pemerintah berharap program ini tidak hanya meningkatkan penerangan jalan utama, tetapi juga dapat membantu penerangan di lingkungan permukiman melalui pemanfaatan kembali lampu lama.( Red/Rls JM )











