DEMOKRASINEWS, Lampung Timur – Pemerintah Kabupaten Lampung Timur menegaskan tidak tinggal diam menyikapi kondisi Jembatan Way Bungur. Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, saat dikonfirmasi team media DemokrasiNews.co.id, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan permanen menjadi kewenangan pemerintah kabupaten yang membutuhkan dukungan anggaran besar serta sinergi lintas pemerintahan,Minggu (01/02/2026).
Bupati Ela menjelaskan bahwa keterbatasan kemampuan fiskal daerah menjadi salah satu tantangan dalam percepatan pembangunan infrastruktur tersebut. Sejak awal tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur telah melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Lampung serta mengusulkan dukungan kepada Pemerintah Pusat.

“Pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Lampung dan mengajukan usulan dukungan kepada Pemerintah Pusat. Selain itu, survei lapangan juga telah dilakukan oleh balai teknis terkait,” ujar Bupati Ela.
Lebih lanjut disampaikan, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum telah melakukan kajian teknis serta menyiapkan dukungan anggaran melalui Program Pembangunan Jembatan Merah Putih sebagai bagian dari program nasional.
Namun demikian, tingginya intensitas curah hujan dan kondisi cuaca menjadi salah satu kendala sehingga pelaksanaan pembangunan belum dapat direalisasikan. Pemerintah Kabupaten Lampung Timur berharap pembangunan jembatan permanen tersebut dapat dilanjutkan pada tahun 2026 sesuai dengan target yang telah direncanakan.
Pemerintah daerah juga terus melakukan koordinasi secara intensif dengan pemerintah pusat, mengingat kondisi kontur tanah serta lebar sungai yang berbatasan langsung dengan kawasan Taman Nasional Way Kambas.
“Pada prinsipnya, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur tetap konsisten dan berkomitmen untuk terus melakukan pembangunan serta perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan demi mendukung konektivitas dan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.( Red/Prie)











