DEMOKRASINEWS, Bandar Lampung – Suasana hangat, penuh keceriaan, dan rasa kekeluargaan begitu terasa di Resto Raja Kuring, Bandar Lampung. Tawa, pelukan, dan canda memenuhi ruangan dalam sebuah acara ulang tahun sekaligus family gathering keluarga besar Hj. Anisfa Bakar.
Acara ini menjadi istimewa karena yang dirayakan adalah ulang tahun ke-80 Hj. Anisfa Bakar, seorang nenek yang tetap sehat, ceria, dan sumringah di tengah ratusan anggota keluarga yang hadir. Tidak sekadar perayaan usia, kegiatan ini menjadi momentum berharga untuk merajut kembali tali silaturahmi lintas generasi.
Family gathering tersebut dihadiri keluarga besar dari dua trah, yakni Datuk Muhammad Amin dan Datuk Mangku Negara, mulai dari anak, cucu, hingga cicit. Bagi sebagian besar keluarga, momen ini terasa langka karena anggota keluarga tersebar di berbagai daerah, bahkan lintas provinsi.
Kegiatan silaturahmi keluarga dari garis ayah almarhum H. Syi’arudin Amin, SH dan ibu Hj. Anisfa Bakar ini berlangsung meriah dan sarat makna. Wajah bahagia terpancar dari sang nenek yang tak henti tersenyum, melihat anak, cucu, dan cicit berkumpul dalam satu ruang kebersamaan.
Acara dipandu oleh tim Rampak Gajah Lampung (eR-Ge-eL) Tour and Travel Bandar Lampung yang mampu menerjemahkan keinginan keluarga menjadi rangkaian kegiatan menarik dan edukatif. Beragam permainan diikuti antusias oleh seluruh peserta, mulai dari lomba mewarnai, edukasi matematika, lempar dart, lempar bola, ice breaking, hingga permainan kebersamaan yang melibatkan lintas usia.
“Melihat orang-orang bahagia adalah kepuasan tersendiri bagi kami,” ujar Rohid Irsyad dari tim eR-Ge-eL.
Hiburan dari Yusi Entertainment, kepiawaian Olive sebagai MC, serta penampilan keluarga Rifo menambah kesan mendalam dalam acara tersebut. Putra tertua Hj. Anisfa Bakar, Yadi Fachruzein, menyampaikan apresiasi singkat namun bermakna kepada tim penyelenggara: “Profesional dan tulus.”
Family gathering ini digelar bukan tanpa alasan. Selain sebagai ajang temu kangen, kegiatan ini menjadi upaya menjaga ikatan kekeluargaan agar tidak terputus oleh jarak dan waktu. Putra-putri Hj. Anisfa Bakar sebagian besar berdomisili di Purwokerto, Jawa Tengah, sementara keluarga besar lainnya menetap di Lampung dan sejumlah daerah di luar provinsi.
Iis Setiawan, putra keempat Hj. Anisfa Bakar, mengungkapkan bahwa kegiatan serupa terakhir kali digelar sekitar tahun 2017, saat ayahanda masih hidup.
“Kalau tidak ada agenda seperti ini, kami khawatir anak-anak dan cucu akan kepaten obor, kehilangan pengikat persaudaraan,” ujarnya.
Awalnya, kata Iis, anak-anak kurang antusias pulang ke Lampung. Namun setelah mengikuti gathering dan diajak berkunjung ke kampung halaman di Pardasuka serta menikmati keindahan laut Lampung, semangat itu tumbuh kembali. Bahkan, mereka berencana menjadikan Lampung sebagai tujuan liburan berikutnya.
Orang Lampung Sukses di Purwokerto
Kesuksesan keluarga Hj. Anisfa Bakar juga mendapat perhatian dari tokoh Lampung, H. Mukhlis Basri. Menurutnya, kiprah orang Lampung di Pulau Jawa, khususnya di bidang pendidikan, merupakan kebanggaan tersendiri.
“Banyak orang dari luar datang membangun Lampung. Ini justru orang Lampung yang mengembangkan usaha dan pendidikan di Jawa, khususnya Purwokerto dan Semarang,” ujar Mukhlis Basri.
Iis Setiawan menceritakan, kiprah keluarga di dunia pendidikan bermula sekitar tahun 1996. Almarhum H. Syi’arudin Amin, SH bersama Hj. Anisfa Bakar dan beberapa putra-putrinya melihat peluang untuk mendirikan yayasan dan klinik di Purwokerto.
Kini, Yayasan Pendidikan Dwi Puspita telah mengelola enam klinik di Purwokerto dan Semarang, serta menaungi Universitas Harapan Bangsa (UHB).
Setelah pensiun sebagai Kepala Kanwil V PT Jamsostek (Persero) Jawa Tengah dan DIY, almarhum H. Syi’arudin Amin mendedikasikan diri sepenuhnya pada dunia pendidikan. Yayasan Pendidikan Dwi Puspita pun berkomitmen menghadirkan pendidikan berkualitas dan berdaya saing global.
Pembina Yayasan Pendidikan Dwi Puspita, Prof. Dr. Yadi Fachruzein Terang Jaya, SE, MM, menegaskan kesiapan UHB dalam menghadapi tantangan global dan menyiapkan generasi muda menjadi pemimpin masa depan.
Saat ini, UHB dipimpin oleh Assoc. Prof. Dr. Yuris Tri Naili, SH, KN, MH, putri asli Lampung, yang juga merupakan anak dari almarhum H. Syi’arudin Amin dan Hj. Anisfa Bakar. UHB mengelola tiga fakultas dengan 13 program studi dan masih mengajukan empat program studi baru.
Universitas Harapan Bangsa memiliki dua kampus di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, dan telah menjadi salah satu pilihan favorit mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Lampung.
Kesuksesan keluarga Hj. Anisfa Bakar bukanlah hasil instan. Sejak kecil, anak-anak dibesarkan dengan disiplin tinggi dan nilai kepedulian sosial. Sedekah dan berbagi menjadi kebiasaan yang terus diwariskan.
“Bahkan dalam kondisi sulit sekalipun, Ibu selalu menyiapkan amplop untuk keluarga yang datang,” kenang salah satu anggota keluarga.
Di usia 80 tahun, Hj. Anisfa Bakar tidak hanya merayakan pertambahan usia, tetapi juga menyaksikan buah dari nilai-nilai keluarga yang ditanamkannya: kebersamaan, kepedulian, dan dedikasi pada pendidikan—sebuah warisan yang terus hidup dari Lampung hingga Purwokerto.( Red/Ato )











