DEMOKRASINEWS, Lampung Timur – Puluhan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Islah, Desa Mataram Baru, Kecamatan Mataram Baru, Lampung Timur, mengalami gejala mual, muntah, dan lemas usai menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG) program pemerintah pada Selasa (26/8/2025). Sejumlah santri terpaksa mendapatkan perawatan medis di puskesmas dan klinik setempat.
Dari data yang dihimpun, Ponpes Al-Islah memiliki 241 santri penerima MBG. Program ini sudah dua kali disalurkan ke ponpes tersebut, dengan menu disantap pada jam makan siang.
“Sekitar pukul 18.30 WIB, tercatat 30 santri mengeluh mual, muntah, dan lemas. Mereka langsung dirawat di Puskesmas Sribhawono, Labuhan Maringgai, serta Klinik dr. Budi,” ujar M. Haidir Luthfi, guru sekaligus pengurus Ponpes Al-Islah, Jumat (30/8/2025).

Namun Luthfi menegaskan, kondisi santri bukan sepenuhnya akibat MBG. Ia menyebut beberapa santri sebelumnya sudah sakit dengan gejala panas dan diare.
“Sepertinya makanan MBG bukan satu-satunya penyebab. Ada santri yang memang sudah sakit sebelumnya,” jelasnya.
Keesokan harinya, Dinas Kesehatan bersama pihak kepolisian turun tangan dengan mengambil sampel darah dan tinja santri untuk diperiksa di laboratorium. Langkah ini dilakukan guna memastikan penyebab pasti dugaan keracunan tersebut.
Saat ini kondisi santri yang sebelumnya dirawat mulai membaik. Aktivitas belajar mengajar di ponpes sementara diliburkan hingga situasi normal.
“Anak saya memang sempat sakit sebelum makan MBG, bahkan dirawat di klinik. Tapi sekarang kondisinya sudah membaik di rumah,” kata Muharir (40), wali santri asal Labuhan Maringgai.
Sementara itu, polisi menyebut dapur MBG saat itu mendistribusikan 3.630 porsi di 37 titik lokasi. Dari seluruh titik, hanya Ponpes Al-Islah yang melaporkan kasus dugaan keracunan.
“Ponpes Al-Islah menerima 241 porsi. Namun laporan yang masuk hanya dari ponpes tersebut, sementara lokasi lain tidak ada masalah,” kata Iptu Sunarso, KBO Reskrim Polres Lampung Timur.
Hingga kini, pihak kepolisian bersama Dinas Kesehatan masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab santri mengalami gejala mual dan muntah. (Red/Pri/And)











