• Landing Page
  • Shop
  • Contact
  • Buy JNews
Senin, Mei 25, 2026
  • Login
Demokrasinews.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Tokoh
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Tokoh
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Advertorial
No Result
View All Result
Demokrasinews.co.id
No Result
View All Result
Home Edukasi

Fastabiqul Khairat di Tanah Haram: Perjalanan Spiritual Jamaah Indonesia

DemokrasiNews
25/05/2026
in Edukasi, Nasional, Peristiwa, Sosial Budaya, Wisata
Fastabiqul Khairat di Tanah Haram: Perjalanan Spiritual Jamaah Indonesia

DEMOKRASINEWS, Mekah Al-Mukarramah, 25 Mei 2026 – Langkah kaki jutaan umat Islam dari berbagai penjuru dunia akhirnya bermuara di tanah haram. Di antara lautan manusia berbaju ihram putih, terselip harapan, doa, air mata, serta mimpi-mimpi panjang yang akhirnya menemukan jalannya menuju Baitullah.

Bagi sebagian orang, perjalanan haji dan umrah bukan sekadar perjalanan spiritual. Ia adalah puncak penantian panjang, hasil tabungan bertahun-tahun, bahkan perjuangan seumur hidup demi meraih ridho Ilahi.

Di Tanah Suci, setiap langkah terasa berbeda. Setiap doa seolah lebih dekat menuju langit. Dan setiap detik menjadi ruang perenungan tentang kehidupan, kesabaran, serta makna penghambaan seorang manusia kepada Sang Pencipta.

Fastabiqul Khairat di Tanah Haram: Perjalanan Spiritual Jamaah Indonesia Fastabiqul Khairat di Tanah Haram: Perjalanan Spiritual Jamaah Indonesia Fastabiqul Khairat di Tanah Haram: Perjalanan Spiritual Jamaah Indonesia
Fastabiqul Khairat di Tanah Haram: Perjalanan Spiritual Jamaah Indonesia
Fastabiqul Khairat di Tanah Haram: Perjalanan Spiritual Jamaah Indonesia

Dalam pelaksanaannya, ibadah haji memiliki tiga jenis utama.

Pertama, Haji Ifrad, yaitu melaksanakan ibadah haji terlebih dahulu kemudian umrah. Jamaah tetap dalam keadaan berihram hingga tahalul pada 10 Zulhijah dan tidak dikenakan kewajiban membayar dam.

Kedua, Haji Qiran, yakni menggabungkan niat haji dan umrah sekaligus dalam satu ihram. Jamaah yang melaksanakan Haji Qiran diwajibkan membayar dam.

Ketiga, Haji Tamattu’, yaitu melaksanakan umrah terlebih dahulu, kemudian berhaji setelahnya. Jenis haji ini paling banyak dipilih jamaah Indonesia karena dinilai lebih ringan dan memberi kesempatan jamaah beristirahat sebelum puncak ibadah haji. Jamaah yang mengambil Haji Tamattu’ juga diwajibkan membayar dam.

Pelaksanaan haji jamaah Indonesia sendiri terbagi dalam dua gelombang. Gelombang pertama menuju Madinah terlebih dahulu, sedangkan gelombang kedua langsung menuju Mekah Al-Mukarramah.

Bagi jamaah gelombang pertama, perjalanan spiritual dimulai dari Kota Madinah. Setelah menyelesaikan berbagai ibadah sunnah di kota Rasulullah SAW, jamaah melanjutkan perjalanan menuju Mekah dengan mengambil miqat di Masjid Bir Ali.

Perjalanan dari Madinah menuju Mekah menempuh jarak sekitar 435 kilometer dengan waktu perjalanan normal berkisar antara empat hingga enam jam. Namun dalam kondisi tertentu, perjalanan bisa mencapai delapan hingga sembilan jam tergantung kepadatan lalu lintas, kondisi jalan, dan kecepatan kendaraan.

Bagi jamaah Indonesia, Madinah menghadirkan suasana yang berbeda. Kota ini terasa teduh dan damai. Di kota inilah Rasulullah SAW dimakamkan.

Masjid Nabawi menjadi pusat kerinduan jutaan umat Islam dunia. Kemegahan arsitekturnya berpadu dengan suasana spiritual yang begitu kuat.

Siang dan malam, masjid ini dipadati jamaah yang datang untuk menunaikan shalat, membaca Al-Qur’an, berzikir, bershalawat, hingga sekadar duduk merenung menikmati ketenangan.

Keutamaan shalat di Masjid Nabawi menjadi salah satu alasan mengapa jamaah begitu antusias memadati masjid.

Rasulullah SAW bersabda:

“Satu shalat di masjidku ini lebih utama daripada seribu shalat di masjid lainnya kecuali Masjidil Haram.”

Hadis tersebut menjadi motivasi bagi jamaah untuk memperbanyak ibadah selama berada di Madinah.

Selain itu, jamaah Indonesia juga akrab dengan istilah shalat Arba’in, yakni melaksanakan shalat berjamaah sebanyak 40 waktu berturut-turut di Masjid Nabawi.

Meski bukan termasuk rukun ataupun syarat haji, banyak jamaah berharap dapat menyempurnakan ibadah Arba’in selama berada di Madinah.

Namun demikian, para pembimbing ibadah tetap mengingatkan agar jamaah, khususnya lansia dan jamaah dengan kondisi kesehatan tertentu, tidak memaksakan diri.

“Ibadah sunnah penting, tetapi menjaga kesehatan untuk puncak haji jauh lebih utama,” ujar salah seorang pembimbing ibadah jamaah Indonesia.

Salah satu tempat paling istimewa di Masjid Nabawi adalah Raudhah. Area yang disebut sebagai taman surga ini tidak pernah sepi dari jamaah.

Di tempat inilah Rasulullah SAW dahulu sering menyampaikan ilmu, beribadah, dan berkumpul bersama para sahabat.

Banyak jamaah rela mengantre panjang demi bisa menunaikan shalat dan berdoa di Raudhah. Air mata haru sering kali tak terbendung ketika doa-doa dipanjatkan di tempat mulia tersebut.

Selain beribadah di Masjid Nabawi, jamaah juga mengunjungi berbagai situs sejarah Islam di Madinah seperti makam Baqi, Masjid Quba, Masjid Qiblatain, Jabal Uhud, hingga kebun kurma.

Sebagian besar kegiatan wisata religi dikoordinasikan oleh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), namun tidak sedikit pula jamaah yang melakukannya secara mandiri.

Di sela aktivitas ibadah, jamaah juga menikmati suasana kota Madinah yang ramai dengan pusat perbelanjaan, kuliner khas Timur Tengah, hingga masakan Indonesia.

Pintu 138 dan 139 Masjid Nabawi menjadi salah satu akses favorit jamaah Indonesia untuk berburu oleh-oleh maupun sekadar menikmati suasana malam Madinah.

Untuk menyesuaikan selera makan, tidak sedikit jamaah membawa sambal sachet, kecap, bawang goreng, hingga lauk praktis seperti rendang dan tempe orek dari tanah air.

Waktu luang jamaah biasanya diisi dengan mencuci pakaian, beristirahat, mengikuti kajian berbahasa Indonesia setelah salat Magrib, atau sekadar menikmati suasana pelataran Masjid Nabawi dengan payung-payung raksasa yang menjadi ikon kota tersebut.

Setelah sekitar delapan hari berada di Madinah, jamaah melanjutkan perjalanan menuju Mekah Al-Mukarramah.

Dengan mengenakan pakaian ihram dan mengambil miqat di Masjid Bir Ali, jamaah mulai membaca niat umrah. Sejak itulah berbagai larangan ihram mulai berlaku.

Sesampainya di Mekah, jamaah biasanya diminta beristirahat terlebih dahulu sebelum melaksanakan tawaf mengelilingi Ka’bah dan sa’i antara Bukit Shafa dan Marwah.

Suasana Mekah berbeda dengan Madinah. Kota ini terasa lebih dinamis dan padat. Aktivitas ibadah berlangsung hampir tanpa henti selama 24 jam.

Masjidil Haram menjadi pusat utama aktivitas ibadah jamaah.

Keutamaan shalat di Masjidil Haram begitu luar biasa. Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa satu kali shalat di Masjidil Haram bernilai seratus ribu kali lipat dibandingkan shalat di masjid biasa.

Karena itu, jamaah berusaha memaksimalkan waktu dengan memperbanyak shalat wajib, shalat sunnah, membaca Al-Qur’an, berzikir, hingga melaksanakan tawaf sunnah.

Setiap selesai shalat fardu, shalat jenazah hampir selalu dilaksanakan. Ribuan jamaah dari berbagai negara berdiri bersama dalam satu saf panjang tanpa memandang status sosial maupun kebangsaan.

“Di sini semua sama. Yang membedakan hanya ketakwaannya,” tutur seorang jamaah asal Lampung.

Selain fokus beribadah, jamaah juga mengunjungi berbagai tempat bersejarah di sekitar Mekah.

Di antaranya adalah lokasi kelahiran Nabi Muhammad SAW yang kini menjadi perpustakaan, Masjid Jin, Jannatul Ma’la tempat dimakamkannya Siti Khadijah, hingga berbagai situs sejarah lainnya.

Jamaah juga kerap mengikuti wisata religi ke kawasan Mina, Jabal Rahmah, pabrik kiswah Ka’bah, serta pasar tradisional yang menjual aneka kebutuhan dan oleh-oleh khas Timur Tengah.

Di sekitar Masjidil Haram, suasana Indonesia terasa begitu kental. Banyak pedagang menjual makanan khas Nusantara seperti bakso, bakwan, kerupuk, hingga aneka lauk rumahan.

Tidak sedikit jamaah yang memanfaatkan waktu luang untuk berbelanja, menikmati kuliner, atau sekadar berswafoto dengan latar Menara Zamzam dan pelataran Masjidil Haram.

Fenomena jamaah Indonesia yang gemar berbelanja bahkan menjadi cerita tersendiri di Tanah Suci.

“Hampir setiap sudut dipenuhi jamaah Indonesia yang berburu oleh-oleh atau sekadar menikmati suasana,” ujar seorang petugas haji.

Namun di balik aktivitas tersebut, semangat beribadah tetap menjadi prioritas utama.

Di Mekah, semangat berlomba-lomba dalam kebaikan begitu terasa.

Sepanjang jalan menuju Masjidil Haram, jamaah dengan mudah menemukan orang-orang yang bersedekah makanan, air minum, roti, kurma, hingga tasbih dan siwak.

Ada pula jamaah Indonesia yang diam-diam menyumbangkan kursi roda untuk membantu jamaah lansia maupun jamaah sakit agar tetap bisa beribadah.

Sebagian lainnya membagikan makanan, membantu sesama jamaah yang tersesat, atau sekadar memberikan senyum dan tenaga.

Fastabiqul khairat bukan lagi sekadar slogan. Ia hidup dalam keseharian jamaah di Tanah Suci.

Meski suasana spiritual begitu kuat, jamaah tetap diingatkan menjaga kondisi fisik.

Ibadah haji membutuhkan stamina yang tidak sedikit. Karena itu, jamaah dianjurkan mengatur waktu istirahat, menjaga pola makan, memperbanyak minum air putih, dan tidak memaksakan diri.

Sebagian jamaah bahkan memanfaatkan taman-taman kota di Mekah untuk berjalan santai dan berolahraga ringan.

Bagi jamaah Indonesia, kehidupan di Tanah Suci pada akhirnya tidak jauh berbeda dengan kehidupan sehari-hari di tanah air. Ada waktu untuk ibadah, beristirahat, mencuci pakaian, berbelanja, hingga bercengkerama dengan sesama jamaah.

Bedanya, semua aktivitas itu berlangsung di tempat paling mulia bagi umat Islam.

Di tanah haram, setiap langkah terasa lebih bermakna.

Setiap doa mengandung harapan.

Dan setiap air mata menjadi saksi kerinduan manusia kepada Tuhannya.

Haji dan umrah bukan sekadar perjalanan menuju Mekah dan Madinah. Ia adalah perjalanan pulang menuju hati yang lebih bersih, jiwa yang lebih tenang, serta harapan baru untuk menjadi manusia yang lebih baik sepulang dari Tanah Suci.( Red/Laporan Agustobationo dari Makkah )


Berita Terkini

Pemkab Lampung Timur Susun IAD Makmur Lestari untuk Perkuat Perhutanan Sosial Berkelanjutan
Advertorial

Pemkab Lampung Timur Susun IAD Makmur Lestari untuk Perkuat Perhutanan Sosial Berkelanjutan

DemokrasiNews
25/05/2026
Slank Bakar Nostalgia Ribuan Penonton di Palembang lewat HS Hey Slank “Berani Kita Beda Tour”
Advertorial

Slank Bakar Nostalgia Ribuan Penonton di Palembang lewat HS Hey Slank “Berani Kita Beda Tour”

DemokrasiNews
25/05/2026
Keadilan untuk Kakek Mujiran: Akhir Damai Kasus yang Menyentuh Hati Publik
Edukasi

Keadilan untuk Kakek Mujiran: Akhir Damai Kasus yang Menyentuh Hati Publik

DemokrasiNews
25/05/2026
Penembak Pedagang Ayam Geprek di Metro Barat Serahkan Diri ke Polisi
Hukum & Kriminal

Penembak Pedagang Ayam Geprek di Metro Barat Serahkan Diri ke Polisi

DemokrasiNews
24/05/2026
Penagihan Utang Berujung Penembakan di Metro Barat, Polisi Buru Pelaku
Hukum & Kriminal

Penagihan Utang Berujung Penembakan di Metro Barat, Polisi Buru Pelaku

DemokrasiNews
24/05/2026
Mahasiswa Unila Ditemukan Tewas di Kamar Kos, Polisi Selidiki Penyebab Kematian
Peristiwa

Mahasiswa Unila Ditemukan Tewas di Kamar Kos, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

DemokrasiNews
24/05/2026

Related News

Korban Banjir : Pemda Halmahera Selatan Distribusikan Bantuan kepada Warga Gane

Korban Banjir : Pemda Halmahera Selatan Distribusikan Bantuan kepada Warga Gane

29/07/2020
Sebuah Pesawat Diduga Milik TNI AU Jatuh Dikawasan Permukiman Warga di Riau

Sebuah Pesawat Diduga Milik TNI AU Jatuh Dikawasan Permukiman Warga di Riau

15/06/2020
Ditargetkan Beroperasi Tahun Ini, Progres Pembangunan KA Bandara Internasional Yogyakarta Capai 83,6 Persen

Ditargetkan Beroperasi Tahun Ini, Progres Pembangunan KA Bandara Internasional Yogyakarta Capai 83,6 Persen

15/03/2021

Laman

  • Privacy Policy
  • Contact
  • Redaksi
  • Beranda

© 2025 DemokrasiNews.co.id

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Nasional
  • Tokoh
  • Sosial Budaya
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Zona Wakil Rakyat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Olahraga

© 2025 DemokrasiNews.co.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Hayoo.... Mau Copas Ya? :D
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
https://demokrasinews.co.id/