DEMOKRASINEWS, Lampung Timur – Pengurus Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Lampung Timur menggelar diskusi santai bersama sejumlah insan pers dan organisasi masyarakat di kantor sekretariat IWO yang baru di Sukadana pada Rabu, (23/4/2025). Kegiatan ini mengusung tema “Peran Media Siber dalam Membangun Integritas Bangsa”.
Diskusi ini turut dihadiri oleh Ketua Laskar Merah Putih (LMP) Amir Faisol, Humas Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) Lampung Timur, serta perwakilan dari sejumlah lembaga dan organisasi masyarakat seperti Persatuan Jurnalis Nasional Indonesia (PJNI), Ormas GML, dan Bara JP Lampung Timur.
Ketua IWO Lampung Timur, Azzoheri, yang akrab disapa Ayah Heri, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa media online kini menjadi sarana informasi yang sangat diminati masyarakat, seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi dan kemudahan akses internet.

“Pemberitaan media online sangat banyak peminatnya, apalagi di era digital yang semakin canggih. Internet kini sangat mudah diakses kapan saja dan di mana saja,” ujar Ayah Heri di hadapan peserta diskusi.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa seorang jurnalis harus memiliki sejumlah kemampuan dasar yang penting dalam menjalankan profesinya. Kemampuan menulis, penalaran, imajinasi, hingga kecepatan berpikir menjadi modal penting dalam proses peliputan dan penulisan berita.
“Seorang jurnalis harus memiliki keahlian menulis yang baik sebagai langkah awal dalam menapaki dunia jurnalistik. Ia juga harus mampu menganalisis setiap peristiwa secara mendalam, tidak hanya menyampaikan apa yang tampak di depan mata,” jelasnya.
Tak hanya soal kemampuan teknis, Ayah Heri juga menekankan pentingnya menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dalam setiap proses kerja jurnalistik. Menurutnya, pemberitaan yang disajikan harus berimbang, tidak memprovokasi, serta terbebas dari unsur SARA.
“Dalam menggali informasi dan menulis berita, seorang jurnalis harus mengedepankan Kode Etik Jurnalistik. Berita harus berimbang, tidak menjadi domba, dan tidak mengandung unsur SARA,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa tugas utama jurnalis atau wartawan adalah memberikan pemahaman kepada publik melalui tulisan yang objektif dan mendidik. Selain itu, jurnalis juga dituntut untuk mampu menangkal berita bohong (hoaks) yang kerap beredar di tengah masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Lampung Timur.
“Jurnalis harus menjadi pihak yang bisa meng-counter berita hoaks dan menyajikan informasi yang benar dan dapat dipercaya,” pungkasnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antarinsan pers dan berbagai elemen masyarakat dalam menciptakan ekosistem media yang sehat, bertanggung jawab, dan berintegritas di tengah derasnya arus informasi digital. (Red/Pri/Rls)











