• Landing Page
  • Shop
  • Contact
  • Buy JNews
Senin, Agustus 3, 2026
  • Login
Demokrasinews.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Tokoh
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Tokoh
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Advertorial
No Result
View All Result
Demokrasinews.co.id
No Result
View All Result
Home Hukum & Kriminal

Oknum P2TP2A Lampung Timur dilaporkan ke Polda Lampung

DemokrasiNews
06/07/2020
in Hukum & Kriminal
Oknum P2TP2A Lampung Timur dilaporkan ke Polda Lampung

DEMOKRASINEWS : Kasus pencabulan terhadap anak atau trafiking kembali terjadi di Lampung Timur. Kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur justru kali ini diduga dilakukan oleh oknum lembaga dari P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan Dan Anak ).

Peristiwa pencabulan ini bermula ketika korban NF (13 tahun) didampingi oleh Tim P2TP2A dalam kasus tindak pidana persetubuhan terhadap anak secara berlanjut dengan nomor perkara 19/Pid.sus/2020/PN.Sdn dengan vonis hukuman sudah  dijatuhkan kepada pelaku dengan pidana penjara 14 tahun.

Pada awal bulan Januari 2020 lalu kemudian NF di bawa oleh DAS yang merupakan anggota dari Divisi Hukum, Pendidikan dan Medis untuk Perempuan dan Anak Lampung Timur ke rumahnya dengan dalih untuk diamankan atau perlindungan di Rumah Karantina atau Rumah Aman untuk diberikan konseling psikologi atau pemulihan mental serta pendampingan kepada korban kekerasan.

Oknum P2TP2A Lampung Timur dilaporkan ke Polda Lampung Oknum P2TP2A Lampung Timur dilaporkan ke Polda Lampung Oknum P2TP2A Lampung Timur dilaporkan ke Polda Lampung

“ Namu berdasarkan dari  keterangan NF, dirinya justru di tempatkan di rumah DAS selama 1 bulan lebih dan mendapatkan perlakuan kekerasan seksual oleh DAS sendiri. NF dipaksa untuk melakukan hubungan suami isteri bersama DAS. Perlakuan ini dilakukan dalam kurun waktu 1 bulan sebanyak hampir sepuluhan kali, dan setiap kali melakukan persetubuhan lebih dari 2 kali,” kata Suma Indra Jarwandi, selaku Kepala Divisi Ekosob, LBH Bandarlampung yang mendampingi NF,  pada Sabtu (04/07/2020).

Sebelum melakukan,korban NF selalu mendapatkan ancaman dari pelaku DAS akan dicicang kakinya. Bahkan pelaku DAS mengancam akan membunuh orang tua NF dan menyantet keluarganya. Setiap DAS selesai menyetubuhi NF, pelaku memberikan uang Rp 100 ribu dan menyuruh korban untuk merahasiakan kejadian tersebut,tidak diperbolehkan menyampaikan ke orang lain. 

“ Pelaku DAS juga sempat menawarkan NF kepada BA yang merupakan salah ASN di lingkungan RSUD Sukadana  melalui chat WhatsApp, dengan menyertakan foto NF jika korban bisa dipakai,” ujar Indra. 

Oknum P2TP2A Lampung Timur dilaporkan ke Polda Lampung
Oknum P2TP2A Lampung Timur dilaporkan ke Polda Lampung

Kemudian, korban NF dijemput oleh BA menggunakan mobil dengan alasan akan mengobati NF karena pada waktu itu korban NF sedang mengalami demam dan membelikan obat untuk pelaku DAS. Selanjutnya oknum ASN bernama BA kemudian membawa korban ke wilayah Kecamatan Way Jepara. Sesampainya di Way Jepara BA dan korban NF berhenti di minimarket untuk membeli minuman dan alat kontrasespsi. Setelah itu BA membawa korban NF ke Hotel Yestoya di wilayah tersebut.

“Sesampainya di hotel, BA kemudian memesan kamar dan korban NF menunggu dimobil. Tidak lama kemudian korban NF di jemput oleh orang tidak dikenal dan dibawa di kamar. Dikamar tersebut BA sudah menunggu dan mengunci kamar yang selanjutnya ia menyetubuhi korban NF,” jelasnya.

Setelah selesai melakukan pencabulan, korban NF kemudian  diberi uang senilai Rp 700 ribu. Uang tersebut kemudian diberikan kepada korban  NF hanya sebesar Rp 500 ribu dan yang Rp 200 ribu untuk diberikan kepada DAS. Dalam perjalanan pulang korban NF diminta untuk merahasiakan kejadian tersebut kepada orang lain.

“Setelah peristiwa itu, korban NF dengan BA berkisar 3 hari dipulangkan ke rumah DAS, yang kemudian NF di pulangkan kepada orang tuanya di Kecamatan Labuhan Ratu,” ujarnya.

Oknum P2TP2A Lampung Timur dilaporkan ke Polda Lampung
Oknum P2TP2A Lampung Timur dilaporkan ke Polda Lampung

Selain itu selama NF di rumahnya, pelaku DAS juga kerap datang ke rumah dan menginap di rumah korban. Sewaktu menginap DAS juga sempat melakukan persetubuhan dengan NF setiap menginap lebih dari 2 kali kepada NF dengan diancam akan dicincang kakinya, dibunuh orang tuanya dan menyantet keluarga NF.

“Kurang lebih 2 minggu di rumah, korban dihubungi oleh S yang merupakan tetangga dari NF untuk meminta nomor ponsel NF. Selanjutnya S meminta kepada NF, jika ada yang menghubungi NF agar diangkat,” jelasnya.

Tidak berselang lama NF dihubungi oleh orang yang berinisial A, dalam komunikasi tersebut, A mengajak untuk melakukan persetubuhan dengan NF dengan imbalan uang sebesar Rp 150 ribu, A bercerita bahwa mengenal NF dari S.

“S juga mendapatkan uang dari yang diduga diberikan dengan maksud karena telah mempertemukan NF dengannya A. A melakukan persetubuhan kepada NF sebanyak 5 kali,” ujarnya.

Selanjutnya NF dijemput oleh tim P2TP2A atas nama RM, korban di tempatkan di rumah RM selama 3 bulan. Selama di rumah RM, NF diminta untuk menghubungi para pelaku yang pernah melakukan kekerasan seksual kepadanya.

“NF memberikan nama-nama L, E, K, D dan A, yang selanjutnya NF diminta oleh R untuk menghubungi orang-orang tersebut yang juga diduga sebagai pelaku kekerasan seksual kepada korban,” kata Suma Indra Jarwandi.

NF menghubungi D dengan alasan untuk meminta dijemput, sewaktu D menjemputnya, RM dan DAS menagkap keduanya dan ditanyai apakah D pernah melakukan persetubuhan dengan NF, selanjutnya D dimintai uang denda sebesar Rp 5 juta yang kemudian dilakukan perdamaian.

“Sewaktu NF berada di rumah aman, NF di jemput oleh DAS dan dibawa kerumahnya di Kecamatan Labuhan Ratu, sewaktu di rumah, DAS melakukan persetubuhan kembali sebanyak 1 kali. Setelah selesai NF di antarkan kembali ke rumah RM,” jelasnya.

Diperkirakan  sebelum hari raya Idul Fitri kemarin, NF diantar kembali ke rumahnya. Selama di rumah, DAS sering menginap di rumah korban dan malakukan persetubuhan dengannya selalu diawali dengan pengancaman.

“Terakhir peristiwa ini pada tanggal 29 Juni 2020 DAS menginap di rumah NF dengan alasan akan mendaftarkan NF di Sekolah Menengah Pertama. Sewaktu menginap DAS melakukan persetubuhan sebanyak 4 kali yang sebelumnya korban ditontonkan video persetubuhan antara NV dan FE (teman NF). 

Saat ini LBH Bandarlampung telah melaporkan kasus tersebut ke Polda Lampung, dan sudah dilakukan visum di RSUD Abdoel Moeloek Bandar Lampung.

“Kita telah melaporkan ke Polda Lampung, dan berharap pihak kepolisian Polda Lampung untuk memproses secara cepat dan membuka seluruh kejadian dan para pelaku yang terlibat dalam kasus pencabulan anak di bawah umur ini,” tegas Indra.

Tim Redaksi DemokrasiNews


Berita Terkini

Curi Uang Rp75 Juta dan Motor Milik Kakeknya yang Berstatus Kades, Buronan Curat di Lampung Utara Ditangkap di Jambi
Hukum & Kriminal

Curi Uang Rp75 Juta dan Motor Milik Kakeknya yang Berstatus Kades, Buronan Curat di Lampung Utara Ditangkap di Jambi

DemokrasiNews
31/07/2026
Akademisi Soroti Pembayaran UPS ASN Terpidana Korupsi di Lampung Utara, Desak Audit Menyeluruh
Opini

Akademisi Soroti Pembayaran UPS ASN Terpidana Korupsi di Lampung Utara, Desak Audit Menyeluruh

DemokrasiNews
30/07/2026
Tiga Terduga Pelaku Narkotika Ditangkap di Lampung Utara, Polisi Sita Sabu dan Sejumlah Barang Bukti
Hukum & Kriminal

Tiga Terduga Pelaku Narkotika Ditangkap di Lampung Utara, Polisi Sita Sabu dan Sejumlah Barang Bukti

DemokrasiNews
29/07/2026
Tiga ASN Korupsi Gratifikasi di Lampung Utara Masih Terima 50 Persen Hak Kepegawaian, Pemkab: Tunggu Keputusan BKN
Hukum & Kriminal

Tiga ASN Korupsi Gratifikasi di Lampung Utara Masih Terima 50 Persen Hak Kepegawaian, Pemkab: Tunggu Keputusan BKN

DemokrasiNews
29/07/2026
PWI Resmi Cabut Laporan Polisi terhadap Hotman Paris, Sengketa Berakhir Damai
Nasional

PWI Resmi Cabut Laporan Polisi terhadap Hotman Paris, Sengketa Berakhir Damai

DemokrasiNews
28/07/2026
Viral! Ayah Kandung di Lampung Utara Ditangkap atas Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak, Sempat Dikepung Massa
Hukum & Kriminal

Viral! Ayah Kandung di Lampung Utara Ditangkap atas Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak, Sempat Dikepung Massa

DemokrasiNews
28/07/2026

Related News

Pilkada Lampung Timur : Sarana Olahraga dan Pengerukan Sungai Di Pasir Sakti Prioritas Zaiful-Sudibyo

Pilkada Lampung Timur : Sarana Olahraga dan Pengerukan Sungai Di Pasir Sakti Prioritas Zaiful-Sudibyo

14/10/2020
Hendak Sholat Subuh, Warga Banjarejo Ditemukan Tewas Bersimbah Darah 

Hendak Sholat Subuh, Warga Banjarejo Ditemukan Tewas Bersimbah Darah 

02/06/2022
Wakil Bupati Azwar Hadi Kukuhkan Kepengurusan P3A Lampung Timur Periode tahun 2021-2025

Wakil Bupati Azwar Hadi Kukuhkan Kepengurusan P3A Lampung Timur Periode tahun 2021-2025

02/11/2021

Laman

  • Privacy Policy
  • Contact
  • Redaksi
  • Beranda

© 2025 DemokrasiNews.co.id

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Nasional
  • Tokoh
  • Sosial Budaya
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Zona Wakil Rakyat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Olahraga

© 2025 DemokrasiNews.co.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Hayoo.... Mau Copas Ya? :D
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
https://demokrasinews.co.id/