• Landing Page
  • Shop
  • Contact
  • Buy JNews
Jumat, Oktober 9, 2026
  • Login
Demokrasinews.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Tokoh
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Tokoh
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Advertorial
No Result
View All Result
Demokrasinews.co.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Tak Hanya Langka, Kualitas Pupuk di Pesawaran Juga di Keluhkan Puluhan Petani

DemokrasiNews
15/01/2021
in Ekonomi
Tak Hanya Langka, Kualitas Pupuk di Pesawaran Juga di Keluhkan Puluhan Petani

DEMOKRASINEWS, Pesawaran – Peluhan petani di Kabupaten Pesawaran terkait pupuk terus bergulir. Selain pupuk yang langka, petani juga mengeluhkan kualitas pupuk yang dianggap kurang bagus.

Saat mengunjungi Kantor DPD KO-WAPPI Pesawaran, salah satu petani warga Desa Baturaja, Dusun Padang Rica berinisial WD (36) mengeluhkan langkanya pupuk bersubsidi serta kualitasnya yang dianggap kurang baik. Padahal, kata dia, saat ini petani padi sedang memasuki masa pemupukan.

“Sekarang pupuk Urea langka, kalaupun ada kualitasnya juga kurang bagus,” ucapnya.

Tak Hanya Langka, Kualitas Pupuk di Pesawaran Juga di Keluhkan Puluhan Petani Tak Hanya Langka, Kualitas Pupuk di Pesawaran Juga di Keluhkan Puluhan Petani Tak Hanya Langka, Kualitas Pupuk di Pesawaran Juga di Keluhkan Puluhan Petani

Siswanda juga menuturkan, berdasarkan pengalamannya menggunakan pupuk bersubsidi, sejak sekitar lima tahun terakhir hasilnya berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya,

“Kalau dulu warna pupuknya putih mulus, tapi saat ini berwarna agak kemerahan dan seperti debu. Bahkan tidak jarang pupuk ini membeku. Saat digunakan, dua hari kemudian daunnya mengering tapi nanti ya bagus lagi,” Kata Wanda.

Selanjutnya, ayah dua anak ini juga mengungkapkan kebingungannya karena sejak Januari 2021 ini setiap petani yang akan membeli pupuk harus menyerahkan foto kopi KTP dan KK kepada kelompok tani dan kepada distributor pupuk.

Tak Hanya Langka, Kualitas Pupuk di Pesawaran Juga di Keluhkan Puluhan Petani Tak Hanya Langka, Kualitas Pupuk di Pesawaran Juga di Keluhkan Puluhan Petani Tak Hanya Langka, Kualitas Pupuk di Pesawaran Juga di Keluhkan Puluhan Petani

“Nah, kami sudah menyerahkan foto kopi KTP dan KK tapi kami tetap saja kami kesulitan mendapatkan pupuk Urea bersubsidi,” Ujarnya Pasrah.

“Kami bingung kemana harus mendapatkan pupuk subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi petani kecil. Saat ini pupuk bersubsidi jenis Urea di Kecamatan Way Lima, khususnya di desa kami, Desa Kota Dalam sangat langka. Kalaupun ada, harganya seperti harga emas. Ini tentu saja sangat memberatkan,” Jelasnya.

Kepada Wartawan, dia juga menceritakan sejak menggunakan pupuk bersubsidi jenis Urea yang warnanya agak kemerahan hasil produksi padinya menurun.

Sebelumnya, keluhan juga disampaikan Firdaus (36) warga Tanjung Agung, Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran. Menurut Firdaus, kelangkaan pupuk ini tidak bisa didiamkan karena akan sangat merugikan petani.

Saat ditemui Kamis (14/1/2021), Firdaus mengatakan akibat kelangkaan itu, harga jual pupuk di tingkat pengecer melambung.

“Pupuk Urea yang biasanya Rp1.900 per kilogram sekarang menjadi Rp2.500 per kilogram dan pupuk subsidi jenis Phonska dari harga Rp2.600 sekarang naik harga Rp2.900 per kilogram,” Ucapnya.

Lebih lanjut, Firdaus berharap Pemerintah Kabupaten Pesawaran atau instansi terkait bisa memberikan solusi terkait kelangkaan pupuk bersubsidi tersebut.

“Kepada Dinas Pertanian Kabupaten Pesawaran mohon ditindaklanjuti kelangkaan pupuk ini. Kalau petani padi gagal panen, perekonomian kita terancam sebab beras jenis premium akan susah didapat. Ini tentu berimbas juga pada kualitas generasi muda kita,” Imbuh Firdaus.

Sementara itu dikutip dari laman berita CNBC Indonesia, dalam Rapat Kerja Nasional beberapa Senin (11/1/2021) lalu, Presiden Joko Widodo menanyakan efektivitas dampak penyaluran pupuk bersubsidi terhadap negara. Presiden menilai suntikan dana untuk subsidi pupuk bagi petani ternyata belum berkontribusi besar bagi negara.

“Saya jadi ingat soal pupuk. Berapa puluh tahun kita subsidi pupuk. Setahun berapa subsidi pupuk? Berapa bu Menteri Keuangan? Rp 30 triliun? Rp 33 triliun seinget saya,” kata Jokowi.

Laman berita CNBC Indonesia juga menyampaikan, berdasar data Kementerian Pertanian (Kementan), pada 2017 Kementan mengalokasikan subsidi Rp31,33 triliun untuk program subsidi pupuk bagi petani dengan perhitungan subsidi Rp3.010 per kilogram.

Pada 2018 anggaran subsidi pupuk turun menjadi Rp28,5 triliun. Kemudian pada 2019 Kementan mengalokasikan pupuk bersubsidi sebanyak 9,55 juta ton dengan anggaran Rp29 triliun dan 2020 alokasi pupuk subsidi 2020 menjadi sebanyak 8,9 juta ton atau senilai Rp29,7 triliun.

Pewarta : Andi
Editor : Roy Choiri


Berita Terkini

Bapenda Lampung Timur Libatkan Pers, Perkuat Sosialisasi Pajak dan Pengawasan PAD
Edukasi

Bapenda Lampung Timur Libatkan Pers, Perkuat Sosialisasi Pajak dan Pengawasan PAD

DemokrasiNews
08/10/2026
Launching Agen Pos P3RI PTPN Regional 7 Buka Peluang Usaha Baru di Bandar Lampung
Business

Launching Agen Pos P3RI PTPN Regional 7 Buka Peluang Usaha Baru di Bandar Lampung

DemokrasiNews
07/10/2026
Polres Tulang Bawang Limpahkan 105 Karton Rokok Diduga Ilegal ke Bea Cukai Bandar Lampung
Hukum & Kriminal

Polres Tulang Bawang Limpahkan 105 Karton Rokok Diduga Ilegal ke Bea Cukai Bandar Lampung

DemokrasiNews
05/10/2026
Pemkab Lampung Timur Perkuat Perhutanan Sosial melalui Masterplan IAD
Edukasi

Pemkab Lampung Timur Perkuat Perhutanan Sosial melalui Masterplan IAD

DemokrasiNews
29/09/2026
SKK Migas Paparkan Panjangnya Proses Eksplorasi Migas, Ingatkan Media Soal Produksi dan Lifting
Pendidikan

SKK Migas Paparkan Panjangnya Proses Eksplorasi Migas, Ingatkan Media Soal Produksi dan Lifting

DemokrasiNews
25/09/2026
MRC Lampung Timur Resmi Diluncurkan, Perkuat Pelindungan Pekerja Migran
Edukasi

MRC Lampung Timur Resmi Diluncurkan, Perkuat Pelindungan Pekerja Migran

DemokrasiNews
24/09/2026

Related News

Diperiksa Selama 5 Jam, Kejari Tahan Kadis Kesehatan Lampung Utara

Diperiksa Selama 5 Jam, Kejari Tahan Kadis Kesehatan Lampung Utara

26/08/2020
Gubernur Mirza: Digitalisasi Dorong Transparansi dan Cegah Korupsi di Lampung

Gubernur Mirza: Digitalisasi Dorong Transparansi dan Cegah Korupsi di Lampung

10/10/2025
Kalibening Raya, Fakuskan DD pada BLT dan Pembangunan Infrastruktur

Kalibening Raya, Fakuskan DD pada BLT dan Pembangunan Infrastruktur

23/12/2020

Laman

  • Privacy Policy
  • Contact
  • Redaksi
  • Beranda
  • Beranda
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Redaksi

© 2026 DemokrasiNews.co.id

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Nasional
  • Tokoh
  • Sosial Budaya
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Zona Wakil Rakyat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Olahraga

© 2026 DemokrasiNews.co.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Hayoo.... Mau Copas Ya? :D
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
https://demokrasinews.co.id/