• Landing Page
  • Shop
  • Contact
  • Buy JNews
Selasa, Agustus 18, 2026
  • Login
Demokrasinews.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Tokoh
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Tokoh
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Advertorial
No Result
View All Result
Demokrasinews.co.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Tak Hanya Langka, Kualitas Pupuk di Pesawaran Juga di Keluhkan Puluhan Petani

DemokrasiNews
15/01/2021
in Ekonomi
Tak Hanya Langka, Kualitas Pupuk di Pesawaran Juga di Keluhkan Puluhan Petani

DEMOKRASINEWS, Pesawaran – Peluhan petani di Kabupaten Pesawaran terkait pupuk terus bergulir. Selain pupuk yang langka, petani juga mengeluhkan kualitas pupuk yang dianggap kurang bagus.

Saat mengunjungi Kantor DPD KO-WAPPI Pesawaran, salah satu petani warga Desa Baturaja, Dusun Padang Rica berinisial WD (36) mengeluhkan langkanya pupuk bersubsidi serta kualitasnya yang dianggap kurang baik. Padahal, kata dia, saat ini petani padi sedang memasuki masa pemupukan.

“Sekarang pupuk Urea langka, kalaupun ada kualitasnya juga kurang bagus,” ucapnya.

Tak Hanya Langka, Kualitas Pupuk di Pesawaran Juga di Keluhkan Puluhan Petani Tak Hanya Langka, Kualitas Pupuk di Pesawaran Juga di Keluhkan Puluhan Petani Tak Hanya Langka, Kualitas Pupuk di Pesawaran Juga di Keluhkan Puluhan Petani

Siswanda juga menuturkan, berdasarkan pengalamannya menggunakan pupuk bersubsidi, sejak sekitar lima tahun terakhir hasilnya berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya,

Tak Hanya Langka, Kualitas Pupuk di Pesawaran Juga di Keluhkan Puluhan Petani Tak Hanya Langka, Kualitas Pupuk di Pesawaran Juga di Keluhkan Puluhan Petani Tak Hanya Langka, Kualitas Pupuk di Pesawaran Juga di Keluhkan Puluhan Petani

“Kalau dulu warna pupuknya putih mulus, tapi saat ini berwarna agak kemerahan dan seperti debu. Bahkan tidak jarang pupuk ini membeku. Saat digunakan, dua hari kemudian daunnya mengering tapi nanti ya bagus lagi,” Kata Wanda.

Selanjutnya, ayah dua anak ini juga mengungkapkan kebingungannya karena sejak Januari 2021 ini setiap petani yang akan membeli pupuk harus menyerahkan foto kopi KTP dan KK kepada kelompok tani dan kepada distributor pupuk.

“Nah, kami sudah menyerahkan foto kopi KTP dan KK tapi kami tetap saja kami kesulitan mendapatkan pupuk Urea bersubsidi,” Ujarnya Pasrah.

“Kami bingung kemana harus mendapatkan pupuk subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi petani kecil. Saat ini pupuk bersubsidi jenis Urea di Kecamatan Way Lima, khususnya di desa kami, Desa Kota Dalam sangat langka. Kalaupun ada, harganya seperti harga emas. Ini tentu saja sangat memberatkan,” Jelasnya.

Kepada Wartawan, dia juga menceritakan sejak menggunakan pupuk bersubsidi jenis Urea yang warnanya agak kemerahan hasil produksi padinya menurun.

Sebelumnya, keluhan juga disampaikan Firdaus (36) warga Tanjung Agung, Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran. Menurut Firdaus, kelangkaan pupuk ini tidak bisa didiamkan karena akan sangat merugikan petani.

Saat ditemui Kamis (14/1/2021), Firdaus mengatakan akibat kelangkaan itu, harga jual pupuk di tingkat pengecer melambung.

“Pupuk Urea yang biasanya Rp1.900 per kilogram sekarang menjadi Rp2.500 per kilogram dan pupuk subsidi jenis Phonska dari harga Rp2.600 sekarang naik harga Rp2.900 per kilogram,” Ucapnya.

Lebih lanjut, Firdaus berharap Pemerintah Kabupaten Pesawaran atau instansi terkait bisa memberikan solusi terkait kelangkaan pupuk bersubsidi tersebut.

“Kepada Dinas Pertanian Kabupaten Pesawaran mohon ditindaklanjuti kelangkaan pupuk ini. Kalau petani padi gagal panen, perekonomian kita terancam sebab beras jenis premium akan susah didapat. Ini tentu berimbas juga pada kualitas generasi muda kita,” Imbuh Firdaus.

Sementara itu dikutip dari laman berita CNBC Indonesia, dalam Rapat Kerja Nasional beberapa Senin (11/1/2021) lalu, Presiden Joko Widodo menanyakan efektivitas dampak penyaluran pupuk bersubsidi terhadap negara. Presiden menilai suntikan dana untuk subsidi pupuk bagi petani ternyata belum berkontribusi besar bagi negara.

“Saya jadi ingat soal pupuk. Berapa puluh tahun kita subsidi pupuk. Setahun berapa subsidi pupuk? Berapa bu Menteri Keuangan? Rp 30 triliun? Rp 33 triliun seinget saya,” kata Jokowi.

Laman berita CNBC Indonesia juga menyampaikan, berdasar data Kementerian Pertanian (Kementan), pada 2017 Kementan mengalokasikan subsidi Rp31,33 triliun untuk program subsidi pupuk bagi petani dengan perhitungan subsidi Rp3.010 per kilogram.

Pada 2018 anggaran subsidi pupuk turun menjadi Rp28,5 triliun. Kemudian pada 2019 Kementan mengalokasikan pupuk bersubsidi sebanyak 9,55 juta ton dengan anggaran Rp29 triliun dan 2020 alokasi pupuk subsidi 2020 menjadi sebanyak 8,9 juta ton atau senilai Rp29,7 triliun.

Pewarta : Andi
Editor : Roy Choiri


Berita Terkini

Menjemput Harapan: Rumah Layak dan Dukungan Modal Disiapkan Pemkab Lampung Utara
Advertorial

Menjemput Harapan: Rumah Layak dan Dukungan Modal Disiapkan Pemkab Lampung Utara

DemokrasiNews
15/08/2026
Merah Putih Menyapa di Jalanan, 81 Mobil Maxim Tebar Kebahagiaan pada HUT ke-81 RI
Advertorial

Merah Putih Menyapa di Jalanan, 81 Mobil Maxim Tebar Kebahagiaan pada HUT ke-81 RI

DemokrasiNews
14/08/2026
Jembatan Garuda di Way Bungur: Ketika Infrastruktur Menjadi Jalan Menuju Harapan
Advertorial

Jembatan Garuda di Way Bungur: Ketika Infrastruktur Menjadi Jalan Menuju Harapan

DemokrasiNews
14/08/2026
Langkah Besar PHE OSES, Teknologi CEOR Buka Peluang Baru Ketahanan Energi Nasional
Nasional

Langkah Besar PHE OSES, Teknologi CEOR Buka Peluang Baru Ketahanan Energi Nasional

DemokrasiNews
08/08/2026
PHE OSES Berdayakan Perempuan Pesisir Pulau Sabira Lewat Program Pendekar Sabira
Business

PHE OSES Berdayakan Perempuan Pesisir Pulau Sabira Lewat Program Pendekar Sabira

DemokrasiNews
07/08/2026
Dari Kawasan Register Menuju Terang: Pemkab Lampung Timur Percepat Listrik untuk Ribuan Warga
Desa

Dari Kawasan Register Menuju Terang: Pemkab Lampung Timur Percepat Listrik untuk Ribuan Warga

DemokrasiNews
04/08/2026

Related News

Eva Dwiana Bacalon Wali Kota Bandar Lampung Dipanggil DPP PDI- P

Eva Dwiana Bacalon Wali Kota Bandar Lampung Dipanggil DPP PDI- P

14/06/2020
Polisi Tangkap Dua Residivis Spesialis Pencurian Kendaraan Bermotor di Lampung Timur

Polisi Tangkap Dua Residivis Spesialis Pencurian Kendaraan Bermotor di Lampung Timur

12/10/2024
Ditengah Pandemi, Pesta Hiburan di Lampung Timur Masih Berlangsung Hingga Malam Hari

Ditengah Pandemi, Pesta Hiburan di Lampung Timur Masih Berlangsung Hingga Malam Hari

20/09/2020

Laman

  • Privacy Policy
  • Contact
  • Redaksi
  • Beranda

© 2025 DemokrasiNews.co.id

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Nasional
  • Tokoh
  • Sosial Budaya
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Zona Wakil Rakyat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Olahraga

© 2025 DemokrasiNews.co.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Hayoo.... Mau Copas Ya? :D
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
https://demokrasinews.co.id/