DEMOKRASINEWS, Bandung, 22 September 2026 — Peningkatan kapasitas dan pemahaman insan pers terhadap industri hulu minyak dan gas bumi (migas) menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem informasi energi yang akurat, berimbang, dan edukatif.
Hal itu menjadi salah satu fokus kegiatan Media Gathering dan Peningkatan Kapasitas Media PHE Offshore Southeast Sumatra (PHE OSES) yang berlangsung di Bandung, Jawa Barat, 21–23 September 2026. Kegiatan tersebut diikuti 28 wartawan dari berbagai media di wilayah Ring 1 operasi PHE OSES, meliputi Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, serta Kabupaten Lampung Timur dan wilayah Provinsi Lampung.
Selain memperkuat kompetensi jurnalistik, kegiatan tersebut menjadi ruang dialog antara perusahaan, SKK Migas, dan insan media untuk memperluas pemahaman mengenai operasional perusahaan serta dinamika industri hulu migas.
Kepala Departemen Komunikasi SKK Migas, Hadariat Kuncara Zakty, dalam kesempatan tersebut mendorong wartawan untuk tetap aktif bertanya dan kritis dalam menjalankan fungsi jurnalistik, sekalipun telah memiliki hubungan komunikasi yang baik dengan perusahaan.
Menurut Hadariat, kedekatan antara media dan perusahaan seharusnya menjadi sarana membangun komunikasi yang terbuka, bukan menjadi alasan bagi wartawan untuk mengurangi sikap kritis.
“Saya berharap teman-teman media jangan pernah berhenti bertanya. Kalau ada hal-hal yang kurang jelas, tanyakan. Kalau ada hal-hal yang kurang tegas, kritis,” ujar Hadariat.
Ia juga mengingatkan agar hubungan baik antara insan pers dengan PHE maupun SKK Migas tidak membuat wartawan sungkan mengajukan pertanyaan.
“Jangan sampai kedekatan kita semua atau kedekatan teman-teman dengan teman PHE justru bikin teman-teman ini sungkan untuk bertanya. Jangan!” tegasnya.
Hadariat menjelaskan, industri hulu migas memiliki berbagai aspek yang penting dipahami publik. Selama ini, menurut dia, masyarakat lebih sering mengenal sektor energi melalui isu bahan bakar minyak, listrik, dan harga energi. Padahal, terdapat rangkaian kegiatan di sektor hulu yang memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan produksi dan ketahanan energi.
“Masih ada eksplorasi, ada produksi, ada pengembangan lapangan, ada teknologi, ada investasi, dan ada banyak hal lainnya yang perlu teman-teman pahami dan kemudian ceritakan kepada masyarakat nantinya,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan pemaparan mengenai perkembangan industri hulu migas, termasuk sejumlah proyek yang telah diresmikan maupun proyek yang masih berada dalam tahap pengembangan.
Sementara itu, Manager Communication, Relations and CID Regional Jawa PT PHE OSES, Pinto Budi Bowo Laksono, mengatakan peningkatan pemahaman terhadap industri migas penting bagi wartawan karena sektor energi berkaitan erat dengan kepentingan masyarakat luas.
Dengan pemahaman yang lebih komprehensif, wartawan diharapkan dapat mengolah informasi mengenai industri hulu migas secara akurat, berimbang, serta mudah dipahami masyarakat.
“Harapannya, kegiatan ini tidak hanya memperkuat komunikasi antara PHE OSES dengan media, tetapi juga memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai industri hulu migas,” demikian substansi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Bagi media di wilayah operasi perusahaan, forum tersebut juga menjadi ruang komunikasi dua arah. Wartawan dapat memperoleh informasi mengenai kegiatan perusahaan sekaligus menyampaikan pertanyaan, perspektif, dan kebutuhan informasi yang relevan bagi masyarakat.
Hadariat berharap kegiatan peningkatan kapasitas tersebut tidak berhenti pada aspek silaturahmi, tetapi menghasilkan pengetahuan baru yang dapat dibawa wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik.
“Harapan saya setelah acara ini Bapak/Ibu bukan hanya semakin kenal dengan teman-teman PHE dan teman-teman SKK Migas, tetapi juga membawa sesuatu yang lain, sesuatu yang bisa menambah pengetahuan dan tentunya diceritakan kepada masyarakat nantinya,” ujarnya.
Di tengah kebutuhan energi nasional yang terus berkembang, media memiliki peran strategis dalam membantu masyarakat memahami isu energi secara lebih utuh. Informasi mengenai eksplorasi, produksi, investasi, teknologi, hingga pengembangan lapangan perlu disampaikan dengan bahasa yang faktual dan mudah dipahami publik.
Melalui kegiatan tersebut, PHE OSES, SKK Migas, dan insan media diharapkan dapat terus membangun komunikasi yang sehat, profesional, dan terbuka. Dari Bandung, forum peningkatan kapasitas itu menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas informasi mengenai industri hulu migas sekaligus memperluas literasi energi masyarakat.( Red/Supriyono)














