DEMOKRASINEWS, Tulang Bawang, 8 September 2026 — Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya Tuberkulosis (TBC) terus dilakukan melalui deteksi dini, edukasi, serta pemeriksaan kesehatan secara langsung. UPTD Puskesmas Rawa Pitu, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, menggelar kegiatan tracing TBC yang diintegrasikan dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Kampung Batanghari, Kecamatan Rawa Pitu, Senin (7/9/2026). Kegiatan menyasar masyarakat, khususnya kelompok lanjut usia (lansia) serta keluarga yang melakukan kontak serumah dengan pasien TBC.
Pemeriksaan dilakukan sebagai bagian dari upaya menemukan kasus TBC sedini mungkin sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pencegahan dan pengobatan penyakit tersebut.
Kepala UPTD Puskesmas Rawa Pitu, Leni Novaria R., S.Tr.Keb., mengatakan kegiatan tracing melibatkan tenaga kesehatan Puskesmas Rawa Pitu bersama kader Inisiatif Lampung Sehat (ILS) Tulang Bawang.
“Dalam kegiatan tracing ini, kami memberikan pelayanan berupa skrining gejala TBC sejak dini, pemeriksaan dahak, serta edukasi mengenai pencegahan dan pengobatan TBC,” ujar Leni.
Menurutnya, kegiatan tracing TBC juga diintegrasikan dengan Cek Kesehatan Gratis sehingga masyarakat mendapatkan sejumlah layanan pemeriksaan dasar, mulai dari penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pemeriksaan tekanan darah, gula darah, hingga asam urat.
Sementara itu, dr. Febriy Firiski mengingatkan masyarakat agar tidak memberikan stigma maupun mengucilkan pasien TBC.
Ia menegaskan bahwa TBC bukan penyakit kutukan dan dapat disembuhkan apabila pasien menjalani pengobatan sesuai ketentuan serta disiplin mengonsumsi obat.
“Pasien harus rutin minum obat yang diberikan oleh Puskesmas secara gratis dan tidak boleh menghentikan pengobatan sebelum dinyatakan sembuh oleh tenaga medis,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, perwakilan ILS Tulang Bawang, Gunawan, mengatakan penanggulangan TBC membutuhkan perhatian dan keterlibatan seluruh pihak. Menurutnya, upaya pemerintah menekan angka kasus TBC tidak akan optimal tanpa dukungan dan kepedulian masyarakat.
Gunawan juga menjelaskan bahwa ILS Tulang Bawang telah berdiri selama sekitar dua tahun dan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dalam mendukung upaya penanggulangan TBC.
Saat ini, ILS Tulang Bawang memiliki 38 kader aktif yang tersebar di 20 Puskesmas, didukung tiga koordinator kader dan tiga staf.
Keberadaan kader, lanjut Gunawan, membantu tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi sekaligus menemukan masyarakat yang memiliki gejala yang mengarah pada TBC.
Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain batuk berkepanjangan, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, keringat pada malam hari, serta kondisi tubuh yang semakin lemah.
Masyarakat yang mengalami gejala tersebut dianjurkan segera mendatangi Puskesmas untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Salah satu pemeriksaan yang dapat dilakukan adalah pemeriksaan sampel dahak sesuai prosedur pelayanan kesehatan.
Selain membantu menemukan kasus secara dini, kader ILS juga turut mendampingi pasien agar menjalani pengobatan secara teratur sesuai petunjuk tenaga kesehatan.
Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan sekaligus mencegah penularan TBC di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Melalui kegiatan tracing dan Cek Kesehatan Gratis ini, Puskesmas Rawa Pitu mengajak masyarakat untuk tidak takut memeriksakan diri. Deteksi dini, pengobatan yang tepat, kepatuhan menjalani terapi, serta dukungan keluarga dan lingkungan menjadi bagian penting dalam upaya bersama memutus mata rantai penularan TBC.(Red/Gunawan)














