DEMOKRASINEWS, Kolaka,6 Agustus 2026 — Di usia 27 tahun, Tri Rama Dandi menjalani peran yang tidak ringan. Warga Kota Kolaka, Sulawesi Tenggara, itu menjadi satu-satunya orang tua yang mengasuh putranya yang baru berusia 19 bulan setelah berpisah dengan sang istri. Setiap hari, Rama harus membagi waktu antara mencari nafkah dan memastikan kebutuhan sang buah hati tetap terpenuhi.
Tanpa keluarga yang dapat membantu menjaga anak dan dengan keterbatasan biaya untuk menyewa pengasuh, Rama dihadapkan pada pilihan yang tidak mudah. Ia membutuhkan pekerjaan yang tidak hanya menghasilkan pendapatan, tetapi juga memberinya keleluasaan untuk selalu hadir bagi anaknya.
“Kalau saya kerja biasa, kan tidak bisa bawa anak. Jadi pasti anak saya ditinggal lama, enggak ada yang jagain. Makanya saya pilih narik Maxim,” ujar Rama.
Bagi Rama, pekerjaan dengan jam kerja tetap bukanlah pilihan yang memungkinkan. Ia harus siap pulang sewaktu-waktu ketika anaknya membutuhkan perhatian, mulai dari memberi makan, menidurkan, hingga merawat ketika sakit. Kondisi tersebut membuat pekerjaan sebagai mitra pengemudi transportasi daring menjadi solusi yang paling sesuai dengan situasi hidupnya saat ini.
Namun, perjalanan Rama mencari nafkah tidak selalu seperti sekarang. Sebelum bergabung sebagai mitra pengemudi Maxim, ia sempat membuka usaha ayam geprek. Saat itu, sang anak selalu ikut menemaninya berjualan hingga larut malam.
“Waktu jualan ayam geprek, kadang habisnya cepat tapi juga kadang lama. Kadang jam satu malam baru habis. Saya kasihan lihat anak saya yang kecapekan ikut saya jualan sampai malam, makanya saya pilih narik Maxim,” tuturnya.
Pengalaman tersebut menjadi titik balik. Rama memutuskan mencari pekerjaan yang memberinya kebebasan mengatur waktu tanpa harus mengorbankan tumbuh kembang putranya.
Kini, sebagai mitra pengemudi Maxim, Rama dapat menentukan sendiri kapan mulai bekerja, jenis layanan yang ingin diambil, hingga area operasional yang dipilih. Ia sengaja membatasi jarak perjalanan sekitar empat kilometer dan lebih sering menerima pesanan antar makanan dibandingkan mengantar penumpang agar dapat segera kembali ke rumah.
Rutinitas kerjanya pun mengikuti jadwal sang anak. Saat putranya masih terlelap di pagi hari, Rama memanfaatkan waktu tersebut untuk menerima pesanan. Ketika anaknya tidur siang, ia kembali bekerja. Sebaliknya, pada malam hari ia hampir tidak pernah mengambil order karena memilih tetap mendampingi anaknya di rumah.
Apabila putranya sedang sakit, Rama tidak ragu menghentikan aktivitas bekerja hingga kondisi anaknya membaik. Menurutnya, keleluasaan mengatur waktu merupakan keuntungan terbesar yang sulit ditemukan pada pekerjaan dengan sistem jam kerja tetap.
Di tengah perjuangannya sebagai ayah tunggal, Rama juga mendapat perhatian dari Maxim Indonesia. Perusahaan memberikan bantuan berupa voucher belanja untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk susu dan perlengkapan bayi. Selain itu, Rama memperoleh keringanan komisi sebesar satu persen untuk setiap pesanan yang diselesaikannya.
Tak hanya itu, seluruh mitra pengemudi Maxim juga memiliki kesempatan mengikuti program perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan serta memperoleh santunan dari Yayasan Pengemudi Selamat Sejahtera Indonesia (YPSSI) apabila mengalami risiko kecelakaan saat menjalankan order.
Bagi Rama, nilai terbesar dari pekerjaannya bukan semata-mata besarnya penghasilan yang diperoleh. Lebih dari itu, pekerjaan ini memberinya kesempatan untuk tetap menyaksikan setiap tahap tumbuh kembang putranya.
Setiap pesanan yang berhasil diselesaikan memiliki arti tersendiri. Dari sanalah kebutuhan anak, seperti susu, popok, hingga keperluan harian lainnya dapat terpenuhi. Walaupun pendapatannya tidak selalu sama setiap hari, Rama mengaku merasa lebih tenang karena tetap dapat menjalankan perannya sebagai pencari nafkah tanpa kehilangan momen berharga bersama sang buah hati.
Rama pun menyadari bahwa pekerjaannya saat ini bukan tujuan akhir. Baginya, menjadi mitra pengemudi merupakan solusi sementara hingga putranya tumbuh lebih mandiri dan dapat mengikuti penitipan anak. Sampai saat itu tiba, fleksibilitas bekerja menjadi penopang yang membantunya menjalani dua peran sekaligus—sebagai ayah yang mencari nafkah sekaligus sosok yang selalu hadir mendampingi anaknya.
Kisah Rama menjadi potret bahwa di balik setiap perjalanan mencari penghasilan, ada perjuangan yang sering kali tidak terlihat. Fleksibilitas dalam bekerja bukan hanya soal mengatur jam operasional, melainkan juga memberi ruang bagi seorang orang tua untuk tetap menjalankan tanggung jawabnya membesarkan anak dengan penuh kasih sayang.
Tentang Maxim
Maxim merupakan penyedia layanan transportasi daring yang mulai beroperasi di Indonesia pada 2018. Memasuki tahun kedelapan operasionalnya di Tanah Air, layanan Maxim telah hadir di lebih dari 400 kota di Indonesia dan terus memperluas jangkauan layanannya untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat.( Red/Rls pr_indonesia@taximaxim.com )











