DEMOKRASINEWS, Jakarta,12 Juni 2026 – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan percepatan pelaksanaan sejumlah program prioritas di sektor pendidikan nasional. Arahan tersebut disampaikan dalam pertemuan bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah menegaskan komitmennya untuk mempercepat revitalisasi sekolah di seluruh Indonesia sekaligus mendorong pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan nasional yang merata dan berdaya saing.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti melaporkan bahwa program revitalisasi sekolah tahun 2025 telah berhasil mencapai target 100 persen dengan menjangkau sebanyak 16.167 satuan pendidikan di berbagai daerah. Keberhasilan tersebut menjadi fondasi bagi pelaksanaan program yang lebih besar pada tahun 2026.

Pemerintah bersama DPR telah menyetujui alokasi anggaran sebesar Rp14 triliun untuk mendukung revitalisasi total 71.744 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Program ini mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, hingga sekolah menengah atas. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih nyaman, aman, dan efektif.
Selain revitalisasi sekolah, pemerintah juga terus mematangkan program Sekolah Nasional Terintegrasi yang dirancang sebagai sekolah unggulan nonasrama dengan standar pendidikan yang terintegrasi. Program ini diharapkan menjadi model pendidikan berkualitas yang dapat menghasilkan generasi muda unggul, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan global di masa depan.
Dalam kesempatan yang sama, Abdul Mu’ti turut melaporkan berbagai kebijakan peningkatan kesejahteraan guru. Pemerintah telah melakukan penyesuaian tunjangan bagi guru ASN maupun non-ASN, sekaligus menerapkan mekanisme penyaluran baru yang memungkinkan tunjangan dikirim langsung ke rekening masing-masing guru setiap bulan. Kebijakan tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi penyaluran dan memberikan kepastian bagi para tenaga pendidik.
Tidak hanya berfokus pada aspek kesejahteraan, pemerintah juga memperkuat kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan melalui berbagai program pengembangan kompetensi dan beasiswa bagi guru. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menciptakan tenaga pendidik yang profesional, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan pendidikan di era digital.
Transformasi pendidikan berbasis teknologi juga menjadi perhatian utama pemerintah. Abdul Mu’ti mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025 pemerintah telah mendistribusikan sebanyak 288.865 unit Interactive Flat Panel (IFP) ke berbagai satuan pendidikan di Indonesia. Pemanfaatan perangkat teknologi tersebut diharapkan dapat mendukung pembelajaran yang lebih interaktif, inovatif, dan sesuai dengan perkembangan zaman.
Percepatan revitalisasi sekolah, pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi, peningkatan kesejahteraan guru, serta penguatan pembelajaran berbasis teknologi menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun sistem pendidikan yang lebih berkualitas dan inklusif. Melalui berbagai program strategis tersebut, pemerintah berharap seluruh peserta didik di berbagai daerah dapat memperoleh akses pendidikan yang lebih baik, sehingga mampu mencetak generasi penerus bangsa yang unggul dan siap bersaing di tingkat global.
(Redaksi | Sumber: BPMI Sekretariat Presiden)











