DEMOKRASINEWS, Bandar Lampung, 10 Juni 2026 – Pemerintah Kabupaten Lampung Timur resmi meluncurkan Road Map Pengembangan Ekonomi Desa-Desa Penyangga Taman Nasional Way Kambas sebagai langkah strategis untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan kawasan konservasi.
Peluncuran peta jalan tersebut berlangsung di Hotel Golden Tulip Springhill, Bandar Lampung, Rabu (10/6/2026), yang dirangkaikan dengan forum diskusi multipihak dan dihadiri unsur pemerintah, akademisi, lembaga penelitian, serta perwakilan pemerintah desa di wilayah penyangga kawasan konservasi.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bappeda Provinsi Lampung, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Lampung Timur, Kepala Bappeda Kabupaten Lampung Timur, Kepala Bappeda Kabupaten Lampung Tengah, perwakilan Center for Climate and Sustainable Finance (CCSF) Universitas Indonesia, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta Camat Labuhan Ratu.

Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, menyampaikan apresiasi kepada Bappeda Kabupaten Lampung Timur dan CCSF Universitas Indonesia atas kolaborasi dalam menyusun roadmap pengembangan ekonomi masyarakat di desa-desa penyangga kawasan Taman Nasional Way Kambas.
“Pemerintah Kabupaten Lampung Timur mengucapkan terima kasih atas inisiasi, kerja sama, dan komitmen yang telah diberikan dalam mendukung penyusunan peta jalan pengembangan ekonomi masyarakat desa penyangga kawasan Taman Nasional Way Kambas,” ujar Ela.
Menurutnya, Taman Nasional Way Kambas bukan hanya menjadi kebanggaan masyarakat Lampung Timur, tetapi juga merupakan aset konservasi nasional yang memiliki nilai ekologis tinggi dan menjadi habitat berbagai satwa langka yang dilindungi.
Namun demikian, Ela menegaskan bahwa keberhasilan upaya konservasi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang hidup berdampingan dengan kawasan taman nasional.
“Pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat tidak boleh dipertentangkan. Keduanya harus berjalan seiring melalui perencanaan yang matang, terarah, terukur, dan berkelanjutan,” tegasnya.
Road map yang diluncurkan tersebut disusun untuk memberikan arah pembangunan ekonomi masyarakat desa penyangga melalui penguatan berbagai sektor unggulan. Di antaranya sektor pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), ekonomi kreatif, hingga pengembangan pariwisata berbasis masyarakat dan lingkungan.
Melalui forum diskusi yang digelar, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur juga membuka ruang bagi berbagai masukan dan rekomendasi dari para pemangku kepentingan guna menyempurnakan substansi peta jalan yang telah disusun.
Ela menilai keberhasilan implementasi program sangat bergantung pada sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, lembaga penelitian, dan masyarakat. Karena itu, road map ini diharapkan mampu menjadi panduan bersama dalam mengidentifikasi potensi, menjawab tantangan, serta merumuskan langkah-langkah konkret menuju desa yang mandiri dan sejahtera.
“Road map ini bukan sekadar dokumen perencanaan, tetapi menjadi komitmen bersama untuk membangun desa-desa penyangga Way Kambas sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif, berdaya saing, dan tetap berlandaskan prinsip keberlanjutan,” katanya.
Pada akhir sambutannya, Bupati Ela mengajak seluruh pihak menjadikan momentum peluncuran roadmap sebagai titik awal penguatan kolaborasi dalam membangun masa depan desa-desa penyangga Way Kambas.
Dengan sinergi yang kuat, desa-desa penyangga di sekitar Taman Nasional Way Kambas diharapkan mampu berkembang menjadi kawasan ekonomi yang produktif, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperkuat upaya pelestarian lingkungan dan konservasi keanekaragaman hayati Indonesia.
“Bersama menjaga kelestarian alam, bersama membangun kesejahteraan masyarakat.” Kalimat tersebut menjadi semangat utama yang diusung dalam pengembangan ekonomi desa-desa penyangga Way Kambas menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.( Red/Prie/Rls)











