DEMOKRASINEWS, Arafah, 25 Mei 2026 — Suasana haru menyelimuti jutaan jamaah haji saat memasuki puncak ibadah haji di Padang Arafah, Senin (25/5/2026) atau bertepatan dengan 8 Dzulhijjah 1447 Hijriah. Sejak pagi hari, jamaah mulai berbondong-bondong menuju Arafah dengan mengenakan pakaian ihram setelah mandi sunnah dan membaca niat haji.
Para jamaah membawa perlengkapan yang diperlukan untuk rangkaian ibadah tanggal 9, 10, 11, hingga 12 Dzulhijjah. Perjalanan menuju Arafah menjadi momentum spiritual yang penuh makna, sebab di tempat inilah jamaah akan melaksanakan wukuf, rukun haji yang paling utama.
Wukuf di Padang Arafah dilaksanakan pada 9 Dzulhijjah sejak tergelincir matahari hingga menjelang magrib. Dalam pelaksanaannya, jamaah memperbanyak zikir, membaca Al-Qur’an, beristigfar, serta memanjatkan doa-doa terbaik kepada Allah SWT.

Pentingnya wukuf ditegaskan dalam hadis Rasulullah SAW:
“Al-Hajju Arafah”
Haji itu adalah Arafah.
Hadis tersebut menegaskan bahwa wukuf merupakan inti dari pelaksanaan ibadah haji. Jamaah yang tidak melaksanakan wukuf di Arafah maka hajinya tidak sah.
Setibanya di markaz atau tenda, jamaah diimbau untuk tidak keluar area tenda mengingat cuaca ekstrem serta bentuk tenda yang seragam sehingga dikhawatirkan jamaah tersesat.
Ketua Kloter JKG 7 Bandar Lampung, Winardi, meminta seluruh jamaah menjaga kondisi kesehatan dan fokus menghadapi puncak ibadah haji.
“Jamaah diharapkan beristirahat di tenda dan tidak melakukan aktivitas di luar. Jaga kesehatan dan fokus menuju puncak haji tanggal 9 Dzulhijjah,” ujarnya.
Pelaksanaan wukuf Jamaah Kloter JKG 7 Bandar Lampung berlangsung khidmat dengan susunan petugas sebagai berikut:
Khotib : H. Purna Irawan
Imam : H. Hizbullah Safari
Muadzin : Muhammad Syafi’i Zamzami
Dzikir dan Doa : Dr. Ahmad Hadi Setiawan
Pelaksanaan dimulai pukul 12.00 WAS hingga selesai.
Suasana semakin menggetarkan hati ketika khotbah wukuf disampaikan oleh H. Purna Irawan. Dengan tutur kata lembut dan menyentuh, ia mengajak jamaah merenungi dosa dan kesalahan selama hidup.
“Betapa banyak dosa kita kepada kedua orang tua, kepada pasangan, anak-anak, saudara, sahabat, hingga rekan kerja. Di tempat dan waktu yang mulia ini, pengakuan dosa dan permohonan ampun kepada Allah adalah kesempatan terbaik,” ungkapnya dalam khotbah.
Khotbah tersebut membuat banyak jamaah larut dalam tangis. Isak haru terdengar di berbagai sudut tenda saat jamaah saling bersalaman dan meminta maaf satu sama lain.
Suasana emosional sangat terasa, terutama bagi jamaah yang datang bersama pasangan maupun keluarga. Tangisan pecah tanpa mampu dibendung ketika para jamaah menyadari bahwa tidak semua orang mendapat kesempatan berada di Padang Arafah.
Dalam khotbahnya, H. Purna Irawan juga mengingatkan bahwa banyak orang saleh yang rajin beribadah dan gemar berbagi, namun belum sempat menunaikan haji hingga akhir hayatnya.
“Semua yang berada di sini adalah tamu Allah SWT, memenuhi panggilan-Nya untuk menyempurnakan rukun Islam,” katanya.
Keutamaan Hari Arafah menjadi momentum yang sangat dinanti jamaah. Waktu mustajab berdoa yang hanya berlangsung sekitar enam jam dimanfaatkan sebaik mungkin oleh jamaah untuk berzikir, membaca Al-Qur’an, serta bermunajat dengan penuh kekhusyukan.
Suasana tenda pun berubah menjadi begitu hening. Jamaah larut dalam doa dan tangisan. Ada yang memejamkan mata sambil menengadahkan tangan, ada pula yang terus membaca Al-Qur’an dengan suara lirih.
Efendy, salah seorang jamaah asal Panjang, Bandar Lampung, mengaku sangat tersentuh dengan khotbah yang disampaikan.
“Sangat mengena dan menyentuh hati. Tutur bahasanya lembut dan memang itu yang saya alami. Air mata ini jatuh tak terbendung,” ujarnya haru.
Ia mengaku telah lama mengagumi sosok H. Purna Irawan sejak menjadi Kepala KUA di wilayah Panjang.
Menjelang malam, jamaah dijadwalkan bergerak menuju Muzdalifah untuk melaksanakan mabit sebelum melanjutkan rangkaian ibadah berikutnya di Mina.
Puncak haji 2026 di Padang Arafah tidak hanya menghadirkan lautan manusia berpakaian ihram putih, tetapi juga menjadi lautan air mata, doa, dan penghambaan diri kepada Allah SWT.( Red/Laporan Agustobationo dari Makkah )











