DEMOKRASINEWS, Lampung Timur, 2 Mei 2026 – Udara pagi yang sejuk menyelimuti halaman Islamic Center Sukadana, Sabtu (2/5/2026). Langit masih lembut berwarna keemasan ketika satu per satu jamaah calon haji mulai berdatangan, didampingi keluarga yang setia mengantar. Di antara pelukan hangat dan linangan air mata, tersimpan harapan besar yang akan mereka bawa menuju Tanah Suci.
Sebanyak 232 jamaah calon haji asal Kabupaten Lampung Timur resmi diberangkatkan dalam Kloter 14 JKG. Prosesi pelepasan dipimpin langsung oleh Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, dalam suasana yang berlangsung khidmat dan penuh makna.
Di sudut halaman, seorang ibu tampak menggenggam erat tangan anaknya. Wajahnya menyiratkan campuran rasa haru dan bahagia. Setelah bertahun-tahun menabung dan menunggu antrean panjang, akhirnya kesempatan itu tiba. Perjalanan ke Tanah Suci bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan panggilan yang diyakini datang pada waktu yang tepat.

Para jamaah akan didampingi enam ketua rombongan dan 24 ketua regu yang bertugas memastikan koordinasi selama pelaksanaan ibadah berjalan lancar. Sejumlah tokoh daerah turut hadir, termasuk perwakilan dari Kementerian Agama Republik Indonesia Kabupaten Lampung Timur, serta tokoh organisasi keagamaan setempat.
Dalam sambutannya, Bupati Ela Siti Nuryamah menyampaikan pesan yang sederhana namun mendalam: menjaga kesehatan dan kebersamaan. Ia menekankan bahwa ibadah haji membutuhkan kesiapan fisik dan mental yang kuat, serta sikap saling membantu antarjamaah.

“Jagalah kesehatan, patuhi arahan petugas, dan tetap jaga nama baik daerah kita,” ujarnya di hadapan para jamaah.
Lebih dari itu, ia mengingatkan bahwa kesempatan berhaji bukan hanya soal kemampuan finansial, tetapi juga panggilan dari Allah SWT. Oleh karena itu, momen ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada-Nya.
Di tengah kerumunan, terlihat beberapa jamaah lanjut usia yang tetap bersemangat meski langkah mereka tidak lagi sekuat dulu. Tongkat di tangan dan senyum di wajah menjadi saksi tekad yang tak tergoyahkan. Bagi mereka, perjalanan ini adalah impian seumur hidup yang akhirnya terwujud.
Tak sedikit keluarga yang terus melambaikan tangan hingga bus yang membawa jamaah perlahan meninggalkan lokasi. Doa-doa dipanjatkan, mengiringi setiap kilometer perjalanan menuju Tanah Suci.
Bagi masyarakat Lampung Timur, keberangkatan ini bukan hanya peristiwa seremonial tahunan. Ia menjadi simbol harapan, ketekunan, dan keimanan. Di balik setiap koper yang dibawa, tersimpan cerita panjang tentang perjuangan, doa yang tak pernah putus, dan keyakinan yang terus dijaga.
Kini, langkah para jamaah telah dimulai. Mereka membawa harapan untuk kembali dengan predikat haji yang mabrur dan mabruroh, serta kisah baru yang kelak akan menginspirasi banyak orang di tanah kelahiran mereka.( Red/Prie )











