DEMOKRASINEWS, Madinah Arab Saudi, 01 Mei 2026 – Aktivitas jemaah calon haji (calhaj) di Masjid Nabawi kian hari semakin padat. Ribuan jemaah dari berbagai negara terus berdatangan dengan satu tujuan yang sama, yakni meraih ridho Ilahi. Di tengah suasana khusyuk tersebut, muncul tantangan yang kerap dialami jemaah, seperti kehilangan barang hingga tersesat saat kembali ke hotel.
Ketua Kloter JKG 7, Winardi, mengungkapkan rasa syukur atas kondisi rombongannya yang hingga kini tetap aman dan tertib. “Alhamdulillah, kloter JKG 7 kompak dan mematuhi ketentuan yang diberikan. Sampai saat ini masih terkendali,” ujarnya.

Meski demikian, kasus jemaah yang lupa jalan pulang dari masjid masih kerap terjadi. Robiah, salah satu jemaah asal Bandar Lampung, mengaku beberapa kali membantu jemaah dari provinsi lain yang kebingungan mencari arah kembali ke hotel. “Biasanya kami laporkan ke petugas haji, lalu mereka dijemput dan diantar pulang,” tuturnya.
Selain tersesat, kehilangan barang pribadi juga menjadi perhatian serius. Tas selempang, sandal, hingga barang kecil lainnya sering dilaporkan hilang, terutama saat jemaah berwudhu atau melaksanakan salat.
Menanggapi kondisi tersebut, Winardi mengingatkan seluruh jemaah, khususnya Kloter JKG 7, untuk meningkatkan kewaspadaan. Ia menekankan pentingnya menjaga barang berharga agar tetap melekat pada tubuh, serta membawa kantong khusus untuk menyimpan sandal saat memasuki area masjid.
“Perhatikan nomor gerbang, pintu masuk, dan area sekitar sebagai penanda. Ini penting agar tidak tersesat,” jelasnya.
Ia juga menyarankan jemaah yang belum familiar dengan lingkungan masjid untuk bepergian secara berkelompok guna menghindari kebingungan arah. Selain itu, menjaga kondisi fisik juga menjadi hal yang tidak kalah penting.
“Puncak ibadah haji masih cukup panjang. Jemaah perlu makan cukup, istirahat cukup, dan banyak minum agar tetap sehat,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Leny Apriyono, yang memilih selalu bepergian bersama keluarga dan regunya. “Kami selalu bersama agar lebih aman dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.
Sebagai langkah antisipasi tambahan, paspor dan visa jemaah dikumpulkan oleh petugas untuk mencegah kehilangan. Sementara itu, tas selempang yang berisi dokumen penting diimbau untuk tidak dilepas selama beraktivitas, baik saat berwudhu, salat, maupun kegiatan lainnya.
Kisah-kisah ini menjadi pengingat bahwa selain kesiapan spiritual, kewaspadaan dan kedisiplinan juga menjadi kunci penting dalam menjalankan ibadah haji dengan aman dan lancar.( Red/Laporan Agustobationo dari Madinah )











