DEMOKRASINEWS, Jakarta 01 Mei 2026 – Di tengah dinamika global yang kian sulit diprediksi, mulai dari konflik geopolitik hingga fluktuasi ekonomi dunia, isu ketahanan keluarga kembali menjadi sorotan sebagai fondasi utama ketahanan nasional.
Praktisi industri asuransi, Kemas Achmad Yani Aziz, menilai bahwa ketahanan keluarga tidak dapat dipisahkan dari kekuatan sebuah negara dalam menghadapi berbagai krisis. Menurutnya, keluarga yang siap secara finansial dan mental akan lebih mampu bertahan di tengah tekanan eksternal yang tidak dapat dikendalikan.
“Ketahanan keluarga adalah bagian yang tidak terpisahkan dari ketahanan nasional. Jika setiap keluarga memiliki kesiapan menghadapi risiko, maka secara kolektif bangsa ini akan lebih kuat,” ujarnya dalam sebuah diskusi.
Kemas menekankan bahwa masyarakat sering kali terfokus pada faktor eksternal yang berada di luar kendali, seperti perang di kawasan Eropa, gejolak harga komoditas global, hingga kebijakan ekonomi negara lain. Padahal, menurutnya, ada satu hal mendasar yang sepenuhnya dapat dikendalikan oleh setiap individu.
“Kita tidak bisa mengontrol perang di Eropa, tidak bisa mengontrol harga komoditas dunia, tidak bisa mengontrol kebijakan negara lain. Tetapi kita bisa mengontrol satu hal: apakah keluarga kita siap menghadapi yang tidak terduga,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kesiapan tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek finansial, tetapi juga kesadaran akan pentingnya perlindungan risiko, perencanaan jangka panjang, serta literasi keuangan yang memadai.
Dalam kondisi global yang penuh ketidakpastian seperti saat ini, Kemas menyebut kesiapan keluarga sebagai “kemewahan yang masih terjangkau”. Artinya, meski banyak faktor di luar kendali, setiap keluarga tetap memiliki ruang untuk memperkuat daya tahan mereka sendiri.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa membangun ketahanan nasional tidak selalu dimulai dari kebijakan besar, tetapi dapat berakar dari langkah sederhana di tingkat keluarga.
Profil Singkat Narasumber:
Kemas Achmad Yani Aziz merupakan praktisi senior di industri asuransi Indonesia dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Saat ini ia menjabat sebagai Komisaris PT Best Pialang Asuransi Proteksi, setelah sebelumnya mengemban berbagai posisi strategis di sejumlah perusahaan asuransi nasional.
Ia memiliki sertifikasi profesi manajemen risiko dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), gelar Magister Hukum, serta tengah menempuh program doktoral di Universitas Negeri Jakarta dengan fokus penelitian pada industri asuransi.( Red/Rls media@jagatideascape.com )











