DEMOKRASINEWS, Way Kanan – Penantian panjang warga di Way Kanan akhirnya mulai terjawab. Setelah lebih dari 15 tahun menghadapi kondisi jalan rusak, pembangunan ruas Kasui–Air Ringkih kini resmi dimulai.
Rahmat Mirzani Djausal turun langsung meninjau titik awal perbaikan pada Rabu (8/4/2026). Kehadirannya menjadi simbol dimulainya langkah konkret pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan infrastruktur masyarakat.

Ruas jalan sepanjang sekitar 26,3 kilometer tersebut selama ini dikenal sebagai salah satu jalur dengan kondisi memprihatinkan. Sebagian besar belum pernah tersentuh aspal, menyulitkan mobilitas warga, terutama saat musim hujan.
Pada tahap awal tahun 2026, Pemerintah Provinsi Lampung mengalokasikan anggaran sebesar Rp53,3 miliar untuk penanganan sepanjang 5,6 kilometer. Proyek ini menggunakan konstruksi rigid pavement atau beton, dengan pelebaran jalan hingga delapan meter lengkap dengan bahu jalan guna meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna.
Bagi warga setempat, pembangunan ini bukan sekadar proyek infrastruktur. Ini adalah jawaban atas harapan yang selama bertahun-tahun mereka gantungkan.
“Kalau hujan, jalan ini sulit dilalui. Kami sering terhambat membawa hasil kebun,” ujar salah satu warga yang sehari-hari menggantungkan hidup dari sektor pertanian.

Gubernur Mirza menegaskan bahwa pembangunan jalan harus dimaknai lebih dari sekadar pekerjaan fisik. Menurutnya, ini adalah bentuk tanggung jawab pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Dengan perbaikan jalan ini, waktu tempuh dari Muara Dua menuju Bandar Lampung diproyeksikan dapat dipangkas hingga sekitar 1,5 jam. Efisiensi ini diyakini akan berdampak langsung pada kelancaran distribusi hasil pertanian serta pertumbuhan ekonomi wilayah.
Selain itu, akses jalan yang lebih baik juga diharapkan mampu meningkatkan keselamatan pengguna jalan, yang selama ini kerap menghadapi risiko akibat kondisi infrastruktur yang tidak memadai.
Di balik proyek ini, tersimpan cerita tentang ketahanan dan harapan warga. Jalan Kasui–Air Ringkih kini bukan hanya penghubung antarwilayah, tetapi juga menjadi simbol perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.( Red/Prie/Ato/Rls)











