• Landing Page
  • Shop
  • Contact
  • Buy JNews
Jumat, Agustus 14, 2026
  • Login
Demokrasinews.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Tokoh
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Tokoh
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Advertorial
No Result
View All Result
Demokrasinews.co.id
No Result
View All Result
Home Opini

CERDAS: Catatan Redaksi Demokrasinews.co.id

DemokrasiNews
07/03/2026
in Opini, Edukasi, Kesehatan, Nasional, Pendidikan
CERDAS: Catatan Redaksi Demokrasinews.co.id

Makan Bergizi Gratis vs Krisis Lapangan Kerja: Prioritas Pembangunan yang Perlu Dievaluasi

Lampung Timur – Kebijakan nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) belakangan memicu tanda tanya publik. Di tengah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil dan lapangan kerja yang masih terbatas, muncul pertanyaan retoris di berbagai platform media sosial: apakah tanpa program MBG Indonesia akan langsung menghadapi bencana gizi nasional?

CERDAS: Catatan Redaksi Demokrasinews.co.id

Secara konseptual, program MBG adalah gagasan yang baik. Upaya pemenuhan gizi bagi anak-anak sekolah merupakan bagian dari investasi jangka panjang pembangunan sumber daya manusia. Namun dalam praktik di lapangan, sejumlah persoalan muncul, khususnya terkait pengelolaan dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) yang dinilai belum optimal.

Di beberapa daerah, termasuk Kabupaten Lampung Timur, muncul keluhan masyarakat mengenai kualitas menu MBG. Beredar laporan mengenai telur asin yang tidak layak konsumsi, telur rebus yang kurang matang, buah yang hampir busuk, hingga persoalan higienitas penyajian. Bahkan terdapat kasus dugaan keracunan makanan yang memicu kekhawatiran orang tua.

CERDAS: Catatan Redaksi Demokrasinews.co.id CERDAS: Catatan Redaksi Demokrasinews.co.id CERDAS: Catatan Redaksi Demokrasinews.co.id

Di sinilah peran tenaga ahli gizi dan pengawas dapur SPPG menjadi krusial. Standar keamanan pangan bukan sekadar formalitas administratif, melainkan tanggung jawab profesional yang menyangkut kesehatan anak-anak sebagai penerima manfaat program.

Standar Menu: Seragam atau Berbasis Potensi Lokal?

Pertanyaan lain yang muncul adalah soal standar menu. Apakah komposisi MBG ditentukan secara seragam dari tingkat pusat atau provinsi, lalu diterapkan ke seluruh kabupaten/kota? Ataukah seharusnya disesuaikan dengan potensi pangan lokal masing-masing daerah?

Pendekatan berbasis kearifan lokal sejatinya lebih rasional. Selain mendukung ekonomi daerah, model ini juga dapat menjaga kesegaran bahan pangan dan menekan biaya distribusi. Namun tanpa pengawasan ketat dan sistem evaluasi transparan, fleksibilitas justru berisiko menimbulkan disparitas kualitas antarwilayah.

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, angka stunting nasional berada di kisaran 21,5 persen. Artinya, sekitar 78,5 persen anak Indonesia tidak masuk kategori gagal tumbuh secara medis.

Jika program MBG diterapkan secara universal tanpa klasifikasi prioritas, anggaran ratusan triliun rupiah berpotensi mengalir kepada kelompok yang sebenarnya telah memiliki akses gizi memadai di rumahnya. Dalam perspektif perencanaan pembangunan, intervensi semestinya bersifat targeted—tepat sasaran pada wilayah dan keluarga dengan tingkat kerentanan tinggi.

Tanpa mekanisme penyaringan yang presisi, program berisiko menjadi inefisien dan kehilangan esensi intervensi sosialnya.

Di sisi lain, persoalan ketenagakerjaan menunjukkan indikator yang tak kalah mengkhawatirkan.

• Sekitar 9,9 juta penduduk usia 15–24 tahun masuk kategori Not in Employment, Education, or Training (NEET).
• Gelombang pemutusan hubungan kerja di sektor manufaktur masih terjadi di berbagai wilayah.
• Fenomena meningkatnya pekerja informal, termasuk jutaan mitra pengemudi ojek online, menjadi gambaran terbatasnya daya serap sektor formal.
• Ironisnya, sebagian guru honorer masih menerima honor antara Rp200.000 hingga Rp500.000 per bulan.

Kontras ini memunculkan pertanyaan mendasar: bagaimana mungkin negara berambisi membangun kualitas sumber daya manusia melalui intervensi asupan gizi, sementara kesejahteraan tenaga pendidiknya belum terselesaikan?

Memberi makan satu kelas setiap hari bisa bernilai lebih besar dibandingkan honor bulanan guru yang mengajar di kelas tersebut. Ketidaksinkronan ini mencerminkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap prioritas anggaran.

Opini ini bukan bentuk penolakan terhadap pentingnya pemenuhan gizi anak. Namun program berskala nasional harus dibarengi dengan tata kelola transparan, pengawasan ketat, serta penentuan sasaran berbasis data kemiskinan dan kerentanan gizi.

Pemerintah perlu segera merespons berbagai keluhan masyarakat dengan audit terbuka, perbaikan standar operasional dapur SPPG, serta memastikan pengawasan ahli gizi berjalan efektif.

Lebih dari itu, perencanaan pembangunan idealnya tidak terjebak pada dikotomi “gizi atau lapangan kerja”. Keduanya merupakan fondasi pembangunan manusia. Namun dalam kondisi fiskal terbatas, penentuan prioritas berbasis urgensi dan dampak jangka panjang menjadi keharusan.

Program Makan Bergizi Gratis bisa menjadi investasi strategis jika dikelola secara tepat sasaran. Tetapi tanpa pengawasan dan sinkronisasi kebijakan ketenagakerjaan, ia berisiko dipandang sebagai solusi instan di tengah persoalan ekonomi yang lebih kompleks.(Redaksi Supriyono)


Berita Terkini

PTSL Lampung Utara 2026: 663 Sertifikat Selesai, 508 Sudah Elektronik
Advertorial

PTSL Lampung Utara 2026: 663 Sertifikat Selesai, 508 Sudah Elektronik

DemokrasiNews
12/08/2026
598 Pramuka Lampung Siap Berlaga dan Belajar di Jamnas XII 2026
Advertorial

598 Pramuka Lampung Siap Berlaga dan Belajar di Jamnas XII 2026

DemokrasiNews
12/08/2026
Jangan Asal Jadi! Geshindo Desak Proyek Jalan Lampung Utara Diawasi Sejak Awal
Edukasi

Jangan Asal Jadi! Geshindo Desak Proyek Jalan Lampung Utara Diawasi Sejak Awal

DemokrasiNews
10/08/2026
Aspeknas Lampung Soroti Ketelitian Pemerintah Pilih Pemenang Tender Proyek
Opini

Aspeknas Lampung Soroti Ketelitian Pemerintah Pilih Pemenang Tender Proyek

DemokrasiNews
10/08/2026
PDA Tulang Bawang Bawa Pulang Sejumlah Juara dari Aisyiyah Cadre Camp PWA Lampung
Advertorial

PDA Tulang Bawang Bawa Pulang Sejumlah Juara dari Aisyiyah Cadre Camp PWA Lampung

DemokrasiNews
10/08/2026
Tri Sukses Lampung 2027: Sukses Menjadi Tuan Rumah, Berprestasi, dan Menggerakkan Ekonomi
Nasional

Tri Sukses Lampung 2027: Sukses Menjadi Tuan Rumah, Berprestasi, dan Menggerakkan Ekonomi

DemokrasiNews
08/08/2026

Related News

RAKATA INSTITUT Rilis Pasangan Dendi – Marzuki Unggul 56,24 %

RAKATA INSTITUT Rilis Pasangan Dendi – Marzuki Unggul 56,24 %

10/12/2020
Pemerintah, DPR, dan Penyelenggara Sepakati Pemilu Serentak 14 Februari 2024

Pemerintah, DPR, dan Penyelenggara Sepakati Pemilu Serentak 14 Februari 2024

26/01/2022
Para Calon Pertanyakan Dimulainya Pilkakon Serentak Kabupaten Tanggamus

Para Calon Pertanyakan Dimulainya Pilkakon Serentak Kabupaten Tanggamus

07/06/2020

Laman

  • Privacy Policy
  • Contact
  • Redaksi
  • Beranda

© 2025 DemokrasiNews.co.id

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Nasional
  • Tokoh
  • Sosial Budaya
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Zona Wakil Rakyat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Olahraga

© 2025 DemokrasiNews.co.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Hayoo.... Mau Copas Ya? :D
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
https://demokrasinews.co.id/