DEMOKRASINEWS, Lampung Timur – Setiap pagi, ratusan anak di Desa Kali Pasir, Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur, harus menantang arus sungai demi bisa bersekolah. Tanpa jembatan penghubung, mereka hanya bergantung pada getek sebagai satu-satunya akses.
Kondisi itu akhirnya mendapat perhatian pemerintah pusat. Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo datang langsung ke Desa Kali Pasir, Kamis (5/2/2026), menyusul atensi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto setelah video warga dan pelajar menyeberangi sungai viral di media sosial.

“Pak Presiden mendapat laporan langsung. Negara tidak boleh diam melihat rakyat kesulitan seperti ini,” ujar Dody saat meninjau lokasi.
Di wilayah seberang sungai, terdapat sekitar 1.200 kepala keluarga dengan kurang lebih 600 anak usia sekolah. Sebagian besar dari mereka harus menyeberangi sungai setiap hari, terutama pelajar yang melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA.
Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah menyebut, kondisi tersebut sudah berlangsung bertahun-tahun akibat proyek jembatan yang mangkrak.
“Anak-anak ini setiap hari mempertaruhkan keselamatan demi pendidikan. Ini yang sangat memprihatinkan,” kata Ela.
Usai peninjauan, Menteri PU memastikan pemerintah akan membangun jembatan permanen sebagai solusi jangka panjang. Sebagai langkah cepat, jembatan gantung Merah Putih ditargetkan rampung dalam waktu 35 hari agar warga, khususnya pelajar, dapat menyeberang dengan lebih aman.
“Kami ingin anak-anak bisa berangkat sekolah tanpa rasa takut,” tegas Dody.
Bagi warga Kali Pasir, kehadiran pemerintah menjadi harapan baru agar perjalanan berbahaya yang selama ini mereka jalani segera berakhir.( Red/ Prie )











