DEMOKRASINEWS, Lampung Timur – Kejadian dugaan keracunan makanan kembali terjadi di Lampung Timur. Puluhan pelajar dan santri dilaporkan mengalami mual, sakit perut, hingga muntah-muntah setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Peristiwa tersebut terjadi di wilayah Kecamatan Marga Tiga, Lampung Timur, pada Rabu (29/1/2026). Akibat keluhan yang dirasakan, sejumlah siswa dan santri harus dilarikan ke klinik setempat untuk mendapatkan perawatan medis.

Beberapa di antaranya bahkan masih menjalani perawatan intensif. Keluhan mual dan sakit perut diduga muncul setelah para siswa menyantap MBG yang disalurkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Surya Mataram.
“Iya, Mas. Ada 26 santri putri dari pondok pesantren yang dirawat di klinik sejak tadi malam. Rata-rata mengeluhkan mual dan sakit perut,” ujar salah satu warga Desa Surya Mataram.
Tak hanya santri pondok pesantren, keluhan serupa juga dialami oleh siswa tingkat SD dan SMP penerima program MBG di wilayah tersebut.
“Ratusan siswa di sekolah kami tidak masuk karena sakit perut. Bahkan guru-guru, termasuk saya sendiri, juga merasakannya,” ungkap seorang guru SMP penerima MBG yang enggan disebutkan namanya.
Ia menambahkan, saat pembagian MBG pada Rabu siang, salah satu menu lauk berupa ayam goreng suwir diduga sudah dalam kondisi tidak layak konsumsi.
“Kami merasakan rasanya sudah basi. Bahkan ada satu siswa yang sampai sekarang masih dirawat intensif,” tambahnya.
Sementara itu, Camat Marga Tiga, Sarminsyah, saat dikonfirmasi membenarkan adanya puluhan siswa dan santri yang mengalami keluhan kesehatan hingga harus dirawat.
“Memang benar ada puluhan santri dan siswa yang dirawat karena mual dan sakit perut. Namun, penyebab pastinya belum bisa dipastikan apakah berasal dari makanan MBG. Saat ini kami bersama Dinas Kesehatan masih melakukan pemeriksaan dan mitigasi,” jelasnya. (Red/Rls/HR)











