DEMOKRASINEWS,Bandar Lampung – Pengurus Cabang Persatuan Purnakaryawan Perkebunan Republik Indonesia (P3RI) PTPN 1 Regional 7 melakukan silaturahmi ke Bagian Aset dan Pemasaran PTPN 1, Kamis (9/1/2026).
Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Kepala Bagian Aset dan Pemasaran PTPN 1, Sasmika, di ruang kerjanya. Meski di tengah kesibukan agenda rapat daring (zoom meeting), Sasmika tetap menyambut hangat dan ramah kehadiran pengurus Cabang P3RI.
Pengurus Cabang P3RI PTPN 1 Regional 7 yang hadir antara lain Agus Tobationo (Ketua II), H. Joko Lelono (Ketua III), serta Mangaraja H. Siahaan (Sekretaris). Dalam pertemuan tersebut, pengurus menyampaikan rencana program kerja P3RI yang meliputi bidang sosial, pendidikan, dan usaha.

Mangaraja menjelaskan, kunjungan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus menindaklanjuti peluang kerja sama, khususnya dalam peningkatan kompetensi karyawan serta pemanfaatan potensi usaha lainnya.
Agus Tobationo menambahkan, salah satu program yang ditawarkan adalah peningkatan kompetensi karyawan melalui pemanfaatan pengalaman para purnakaryawan perkebunan. Menurutnya, para purnakarya memiliki pengalaman lapangan yang kaya dan relevan sebagai praktisi perkebunan.
“Selain keilmuan, ilmu terapan dan jam terbang para purnakarya sangat penting untuk dibagikan kepada karyawan,” ujar Agus.
Ia juga menyampaikan bahwa P3RI siap memberikan pembekalan kewirausahaan bagi karyawan yang akan memasuki masa pensiun, termasuk kegiatan gathering maupun outbound.
Sementara itu, H. Joko Lelono selaku Ketua Bidang Usaha memaparkan sejumlah program yang berkaitan dengan peningkatan produktivitas tanaman serta pemanfaatan lahan nonproduktif.
Menanggapi hal tersebut, Sasmika menyampaikan apresiasi dan antusiasme terhadap program-program yang diajukan P3RI. Ia menegaskan bahwa pada prinsipnya manajemen PTPN 1 terbuka untuk menampung dan mengkaji usulan kerja sama tersebut.
“Yang perlu diperhatikan, kegiatan usaha harus berbadan hukum karena berkaitan dengan pendapatan dan pajak. Selain itu, potensi di lapangan juga perlu dicek secara langsung,” ujarnya.
Sasmika menambahkan, apabila P3RI belum memiliki badan hukum, kerja sama dapat dilakukan melalui koperasi yang sudah ada sebagai bentuk kolaborasi. Ia juga menekankan agar lahan nonproduktif tidak ditanami singkong karena berpotensi menimbulkan jamur yang dapat berdampak pada tanaman karet.
Selain itu, ia membuka peluang pemanfaatan emplasemen perumahan apabila memang diperlukan dan sesuai dengan ketentuan.
Terpisah, Hadi Asmanto, Ketua Umum P3RI Cabang PTPN 1 Regional 7, menyampaikan bahwa pemanfaatan lahan nonproduktif memiliki sejumlah manfaat, di antaranya membantu meningkatkan kesejahteraan para pensiunan serta mencegah lahan dimanfaatkan untuk kepentingan yang tidak sesuai.(Red/Ato)











