DEMOKRASINEWS, Jakarta- Indonesia tidak hanya menjadi negara terdampak perubahan iklim, tetapi juga berupaya tampil sebagai pemimpin moral dan ilmiah dalam aksi iklim di tingkat global.
Dalam pertemuan tersebut, disepakati beberapa langkah awal pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Lingkungan Berkelanjutan. Salah satu agenda utama ialah pembentukan Tim Inisiatif Guru Besar yang akan menjadi penggerak utama gerakan ilmiah ini. Selain itu, Satgas juga akan menyusun Rencana Aksi Kerja Lima Tahun (Satgas Climate & Sustainability Roadmap) sebagai panduan strategis dalam pelaksanaan program keberlanjutan.
Satgas berencana menjalin kemitraan strategis untuk memperkuat jejaring dan kredibilitas ilmiah, baik di tingkat nasional maupun global. Sejumlah lembaga yang akan menjadi mitra antara lain Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), United Nations Environment Programme (UNEP), dan UNESCO.
Selain memperluas kolaborasi, Satgas juga akan mengembangkan Climate Knowledge Hub, sebuah pusat pengetahuan ilmiah dan literasi publik nasional yang berfokus pada isu perubahan iklim dan keberlanjutan lingkungan.
Pertemuan ditutup dengan penegasan bahwa aksi iklim merupakan amanah ilmu pengetahuan. Para guru besar sepakat bahwa keberlanjutan bukan sekadar pilihan, tetapi merupakan keharusan sejarah dan moral bangsa.
“Aksi terhadap perubahan iklim adalah keharusan ilmiah sekaligus moral; bukan pilihan, melainkan tanggung jawab,” tegas Prof. Rudy.( Red/ Rls RedSky Communication )











