DEMOKRASINEWS,Bandar Lampung,— Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Provinsi Lampung sukses menggelar Kemah Kerukunan Penyuluh Lintas Agama yang diikuti penyuluh agama Islam dari 15 kabupaten/kota. Kegiatan berlangsung pada 12–13 September di Wira Garden, Kelurahan Batu Putu, Kecamatan Teluk Betung Barat, Bandar Lampung.
Acara tersebut turut dihadiri Menteri Agama Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, M.A., Wakil Gubernur Lampung, Asisten I, Plt. Kepala Kanwil Kemenag Lampung H. Erwinto, S.Ag., M.Kom.I., Kepala Bidang Penjawa, Rektor UIN Raden Intan, pengurus Kerukunan Umat Beragama (KUB) Provinsi Lampung, serta para Kepala Kemenag dan Kepala KUA se-Lampung.
Ketua IPARI Lampung, Ismail Sholeh, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan mempererat persatuan penyuluh lintas agama, meningkatkan ketaatan beragama, dan memperkuat kerukunan umat beragama. “Kami ingin penyuluh bisa bersinergi demi menjaga kesatuan Indonesia,” ujarnya.

Selain kegiatan utama, peserta juga mengikuti aksi sosial berupa penanaman pohon, pelepasan bibit ikan, pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah bersama PMI Lampung dan RSUAM, serta pemberian modal usaha untuk pelaku UMKM.
Dalam sambutannya, Menteri Agama menekankan pentingnya membangun kerukunan umat beragama sekaligus melestarikan lingkungan melalui pendekatan ekoteologi. Ia juga menyoroti pemberdayaan ekonomi umat dengan mendukung usaha kecil.
Sementara itu, Plt. Kepala Kanwil Kemenag Lampung, Erwinto, menambahkan pihaknya akan melaksanakan penanaman seribu pohon di seluruh wilayah Lampung. Penanaman pohon secara simbolis dilakukan langsung oleh Menteri Agama.
Gubernur Lampung, yang diwakili Sekda I Dr. Marindo Kurniawan melalui Muhammad Firsada, menegaskan bahwa kerukunan umat beragama merupakan pondasi penting bagi pembangunan ekonomi dan sosial. “Dengan gotong royong dan kepedulian bersama, kita wujudkan Lampung damai dan Indonesia yang rukun,” katanya.
Kegiatan kemah kerukunan ini menjadi momentum awal IPARI Lampung dalam menggerakkan program lintas agama yang menekankan persatuan, kepedulian lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.( Red/Ato )











