DEMOKRASINEWS, Bandar Lampung – Musyawarah Provinsi (Musprov) Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) Provinsi Lampung yang dilaksanakan pada Jumat, (14/6/2025) di ruang rapat utama KONI Provinsi Lampung berjalan lancar dan sukses. Kegiatan ini menjadi momen penting dalam konsolidasi organisasi dan pembaruan kepemimpinan cabang olahraga anggar di Provinsi Lampung.
Musprov dihadiri oleh berbagai unsur penting, di antaranya perwakilan KONI Provinsi Lampung, Dinas Pendidikan dan Olahraga Provinsi Lampung, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, KONI Kota Bandar Lampung, serta perwakilan dari kabupaten/kota seperti Kota Metro, Kabupaten Pesawaran, Pringsewu, dan Lampung Selatan. Turut hadir pula veteran anggar Lampung, para atlet, dan orang tua atlet.
Ketua Panitia Musprov, Budi Nuryanto, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan bekerja sama demi suksesnya kegiatan ini. “Musprov ini terlaksana berkat sinergi antara pengurus, pelatih, dan seluruh elemen yang peduli terhadap kemajuan anggar Lampung,” ujar Budi.

Plt. Ketua KONI Provinsi Lampung Budhi Darmawan, ST., MT., dalam sambutan yang disampaikan oleh AKBP (Purn.) AM. Harahap, menyampaikan harapannya agar Musprov ini dapat menghasilkan ketua terbaik demi peningkatan prestasi anggar Lampung ke depan. Harapan tersebut terwujud melalui proses sidang pleno yang dipimpin oleh Marcus, Ikut, dan Aryaguna, yang menetapkan secara aklamasi DR. Watoni Noerdin, SH., MH. sebagai Ketua IKASI Lampung periode 2025–2030.
Dalam sambutannya, Watoni mengakui bahwa cabang olahraga anggar di Lampung sempat vakum akibat pandemi Covid-19. Namun berkat semangat kolektif dan kerja keras pengurus serta pelatih, anggar Lampung bangkit dan bahkan berhasil menorehkan prestasi nasional. Salah satu tonggak kebangkitan itu adalah diraihnya medali perunggu oleh tim beregu putri Lampung di PON XXI Aceh–Medan 2024.
“Target awal kami hanya sebatas lolos PON, namun berkat kerja keras dan dedikasi yang tinggi dari semua pihak, kami berhasil membawa pulang medali. Terima kasih khusus saya sampaikan kepada Coach Enny dan Coach Mira yang telah mengharumkan nama Lampung,” ucap Watoni.
Selain mencatat prestasi di PON, Watoni juga menyampaikan bahwa kini cabang anggar Lampung telah mengembangkan penggunaan tiga jenis senjata (floret, degen, dan sabel) dalam pelatihan. Ini merupakan langkah maju dari sebelumnya yang hanya mengandalkan dua jenis senjata.
Ke depan, Watoni menetapkan sejumlah program prioritas, antara lain:
- Membentuk kepengurusan IKASI kabupaten/kota se-Lampung guna memperluas basis pembinaan dan pengkaderan atlet.
- Meningkatkan jam terbang atlet Lampung dengan memperbanyak keikutsertaan dalam berbagai kejuaraan daerah dan nasional.
- Menangani keterbatasan jumlah pelatih anggar di Lampung, yang saat ini hanya berjumlah dua orang aktif.
“Tentu saja dua pelatih tidak cukup untuk menjangkau seluruh wilayah Lampung. Ini adalah pekerjaan rumah besar yang harus segera kita cari solusinya,” tegas Watoni.
Hal ini diamini oleh Coach Enny, yang mengeluhkan tidak adanya pelatihan pelatih anggar dari PB IKASI sejak tahun 2006, sehingga regenerasi pelatih praktis terhambat.
Menutup sambutannya, Watoni menyatakan bahwa langkah awal yang akan dilakukan adalah membentuk kepengurusan IKASI Provinsi Lampung dan segera melaporkannya ke KONI, serta menyusun program kerja konkret untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi.
Dengan kepemimpinan baru yang progresif, IKASI Lampung diharapkan mampu bangkit dan melahirkan atlet-atlet anggar berprestasi yang dapat bersaing di tingkat nasional bahkan internasional, serta memperluas jangkauan pembinaan di seluruh wilayah provinsi. (Red/Ato)











