DEMOKRASINEWS, Lampung Timur – Sejumlah ruas jalan penghubung antar kecamatan di Kabupaten Lampung Timur mengalami kerusakan yang semakin parah, khususnya di ruas jalan provinsi yang menghubungkan Kecamatan Labuhan Maringgai, Melinting, Gunung Pelindung, dan Jabung. Kerusakan infrastruktur ini telah berlangsung lebih dari sepuluh tahun tanpa adanya perbaikan berarti.
Puncaknya terjadi pada Minggu sore, (11/5/2025), ketika jembatan di Desa Tanjung Aji, Kecamatan Melinting, ambrol dan mengakibatkan tersendatnya arus lalu lintas. Sebuah truk bermuatan singkong terperosok ke dalam gorong-gorong yang rusak, sehingga kendaraan lain kesulitan melintas. Kejadian ini menyebabkan antrean panjang kendaraan di kedua arah.
Menurut pantauan di lapangan, kondisi jalan dan jembatan tersebut memang sudah lama memprihatinkan. Aspal jalan telah banyak yang mengelupas, lubang menganga di berbagai titik, serta jembatan yang mengalami keretakan serius sejak beberapa tahun terakhir.

Tokoh masyarakat setempat, Rizal Efendi, yang juga menjabat sebagai Ketua BPD Desa Tanjung Aji, mengungkapkan bahwa kondisi jembatan yang ambrol tersebut sebenarnya sudah lama rusak. “Jika musim hujan tiba, jembatan ini tidak bisa dilewati karena tergenang air. Untuk sementara, masyarakat hanya bisa mengandalkan kayu kelapa yang dipasang secara swadaya agar kendaraan bisa melintas,” jelas Rizal.
Rizal juga menyatakan bahwa kondisi ini tidak hanya mengancam keselamatan pengendara, tetapi juga menghambat jalur distribusi hasil pertanian warga. “Kami berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret. Jalan dan jembatan ini adalah akses vital masyarakat dalam mengangkut hasil tani, termasuk singkong, jagung, dan hasil kebun lainnya. Jika infrastruktur ini terus dibiarkan rusak, maka perekonomian warga akan terganggu dan angka kecelakaan bisa meningkat,” tambahnya.
Lebih dari sekadar jalur penghubung, ruas jalan Labuhan Maringgai–Jabung merupakan nadi transportasi dan ekonomi masyarakat di pesisir Lampung Timur. Tanpa infrastruktur yang layak, masyarakat kehilangan akses terhadap layanan dasar, pendidikan, kesehatan, serta pasar ekonomi lokal dan regional.
Kondisi infrastruktur yang rusak parah ini tidak hanya menghambat aktivitas transportasi dan distribusi barang, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan. Masyarakat berharap adanya perhatian dan respons cepat dari pihak terkait untuk mengatasi permasalahan ini demi kelancaran dan keselamatan bersama.
Dengan dirilisnya pernyataan ini, warga Desa Tanjung Aji dan sekitarnya mendesak Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, Pemerintah Provinsi Lampung, serta instansi terkait agar segera turun tangan memperbaiki kerusakan yang ada demi keselamatan dan kesejahteraan bersama. (Red/Aldo)











