DEMOKRASINEWS, Lampung Timur – Kebakaran kembali terjadi di Taman Nasional Way Kambas pada Kamis, 17 Oktober 2024, di lokasi yang berbeda.
Kebakaran terjadi di sektor Seksi PTN Wil I Way Kanan, BTN Way Kambas Rantau Jaya Udik II, Kecamatan Sukadana. Musibah ini dimulai pada pukul 20.02 WIB, 16 Oktober 2024, dan berhasil dipadamkan pada pukul 19.27 WIB keesokan harinya. Namun, kebakaran kembali melanda pada 17 Oktober di lokasi berbeda. Pihak berwenang terus berupaya menangani situasi ini agar tidak meluas.
Kebakaran kedua terjadi di sektor timbangan Grid 19F RPTN Toto Projo, Way Bungur, sekitar pukul 12.14 WIB. Api berhasil dijinakkan pada pukul 16:05 WIB. Tim pemadam terus bekerja keras untuk mengendalikan situasi dan mencegah kebakaran lebih lanjut di kawasan tersebut.

Puluhan petugas gabungan dari Koramil 429-05/Sukadana, 429-06/Purbolinggo, Polsek Purbolinggo, Manggala Agni Palembang, serta mitra seperti Alert, WCS, dan RPU-Yabi, bersama warga masyarakat, berkolaborasi untuk memadamkan lahan yang terbakar. Kerjasama ini diharapkan dapat mempercepat proses pemadaman dan mencegah kebakaran semakin meluas.
Selain hamparan semak belukar, faktor angin kencang menjadi salah satu penyebab cepatnya penyebaran api ke lokasi lain. Dandim 0429/Lamtim, Letkol Arm Arief Budiman, S. Sos., M.M, mengapresiasi gerak cepat Babinsa jajarannya yang turut serta dalam upaya pemadaman kebakaran di kawasan Taman Nasional Way Kambas. Kerjasama dan respons cepat petugas sangat penting dalam menangani situasi ini.
“Terus jalin sinergi dan komunikasi yang baik dengan mitra maupun warga masyarakat khususnya desa penyangga TNWK, harapanya jika terjadi musibah kebakaran kita cepat mendapatkan informasi”, tutur Dandim.
Dandim menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk tidak membakar hutan atau lahan, mengingat dampak yang bisa ditimbulkan sangat besar. Selain itu, ia juga mengingatkan para Babinsa untuk mengutamakan keamanan saat menghadapi situasi kebakaran, agar dapat melindungi warga dan lingkungan secara efektif. Pesan ini menunjukkan upaya preventif dan responsif dalam menghadapi potensi bencana.
“Jika masih ada oknum yang ingin mencari keuntungan dengan cara membakar hutan segera hentikan, kalau sampai tertangkap sangsi hukum berat adalah balasanya. Kepada para Babinsa tetap semangat utamakan faktor keamanan baik materil maupun personil, niatkan tugas ini dengan ikhlas agar menjadi amal ibadah”, pesanya.
Sertu Indra dari Babinsa Koramil 429-05/Sukadana Kodim 0429/Lamtim mengungkapkan bahwa kondisi medan jalan yang sulit dilalui kendaraan besar mengakibatkan kendala dalam proses pemadaman kebakaran. Hal ini menunjukkan tantangan logistik yang dihadapi tim pemadam dalam merespons situasi darurat, yang memerlukan perhatian lebih untuk memastikan efektivitas penanganan kebakaran.
“Untuk menuju lokasi yang terbakar menempuh jarak ±15 KM, akibatnya mobil pemadam kebakaran tidak dapat menjangkau titik lokasi sehingga proses pemadaman lebih lambat karena menggunakan alat seadanya”, tutur Babinsa. (Red/Pendim0429/Lamtim)











