DEMOKRASINEWS, Lampung Timur – Dalam kegiatan reses yang digelar di aula balai desa Labuhanratu Baru, Kecamatan Way Jepara Minggu (20/06/2021) anggota DPRD Lampung Timur Agus Putra Eka Jasutra dari Fraksi Nasdem mengajak masyarakat untuk meminta kegiatan Warung Konservasi (WAKO) dari pada terus menerus fokus terhadap hutan TNWK, ada baiknya lebih memberi pemahaman kepada petani tentang konservasi hayati mmencegah kerusakan lahan pertanian akibat ketergantungan terhadap kimia.
Dalam kegiatan reses ini dihadir perwakilan masyarakat,tokoh penggerak lingkungan,mahasiswa dan pengurus WAKO. Kegiatan ini tetap menerapkan aturan protokol kesehatan untuk menekan penyebaran Covid-19,semua yang mengikuti kegiatan diwajibkan memakai masker.
Agus Eka mengatakan, Warung Konservasi kedepan diharapkan jangan hanya menyoroti soal kebakaran saja, namun juga soroti secara luas hutan TNWK, baik dari kondisi hutan maupun satwanya.
Selain persoalan hutan, Wako ini diharap lebih mendampingi masyarakat terhadap konservasi, agar para petani ini lebih mengedepankan menggunakan perawatan pola organik.
“Kondisi persawahan ataupun lahan perladangan di Lampung Timur ini mayoritas menggunakan obat-obat kimia dari pupuknyapun masih menggunakan pupuk kimia, dan berdampak pada kerusakan lahan. Kondisi terasa dan tidak ada lagi habitat seperti cacing dan belut di lokasi persawahan saat ini,” tegas Agus.
Dari hal-hal tersebut menjadi pekerjaan rumah yayasan Warung Konservasi ini, diharapkan dapat mendampingi petani tentang konservasi, kondisi alam serta air.
Kenapa isunya terus soal TNWK, sementara lahan pertanian sebagai cadangan pangan masyarakat di Lampung Timur kurang perhatian dalam hal konservasi,” jelasnya.
Wakil manager yayasan WAKO, Feri Tri Setiawan sebelumnya memberikan pemaparan tentang kondisi hutan Way Kambas yang selalu terbakar setiap tahunnya, di hadapan masyarakat Desa Labuhanratu Baru, Kecamatan Way Jepara.
“Masyarakat dan mahasiswa harus turut serta mengawal keberlangsungan hutan Way Kambas, minimal dengan mensosialisasikan untuk tidak melakukan kegiatan ilegal di dalam hutan,” ujar Feri.(*)
Pewarta -Anwarudin.
Tim DemokrasiNews











