DEMOKRASINEWS, Lampung Timur – Badak sumatera (Dicerorhinus Sumatrensis) bernama Rosa akhirnya melahirkan seekor bayi betina merupakan kebanggaan tim SRS TNWK karena menambah koleksi dan keluarga baru di SRS. Kelahiran bayi betina dari indukan Badak Sumatera bernama Rosa ini, merupakan penantian cukup panjang karena pernah mengalami delapan kali keguguran.
Badak Sumatera Rosa melahirkan bayi betina di Suaka Rhino Sumatera Taman Nasional Way Kambas (SRS TNWK), Lampung, pada Kamis lalu, 24 Maret 2022, sekitar pukul 11.44 WIB.

Seperti apa kisah Badak Sumatera Rosa ini? Berikut ulasannya seperti dikutip dari situs resmi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Selasa (29/3/2022).
Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Wiratno menjelaskan, sejak tahun 2004 silam, Badak Sumatera bernama Rosa sering muncul di jalan, kebun, kampung dan bertemu dengan kendaraan serta manusia di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Perilaku Badak Sumatera Rosa ini tidak takut dengan manusia, berpotensi mengancam keselamatannya, serta kemungkinan terjangkit penyakit dari hewan ternak lain.
Untuk itu, tim dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) diputuskan, Badak Sumatera bernama Rosa perlu diselamatkan dan ditranslokasi. Sejak tanggal 25 November 2005 silam, Badak Rosa mulai menempati SRS TNWK Lampung Timur.
Program reproduksi Badak Rosa menemui tantangan disebabkan perilakunya yang lebih merasa aman ketika dekat dengan manusia. Kurangnya intensitas perkawinan dan tidak bunting dalam waktu bertahun-tahun, sehingga memicu munculnya Fibroid Rahim (Myom).
Sejak dipindahkan ke SRS TNWK pada tahun 2005, Badak Rosa baru bisa dikawinkan sekitar tahun 2015 dan berhasil mendapatkan kebuntingan pertama pada tahun 2017. Tercatat, badak Rosa sudah delapan kali mengalami keguguran sejak pertama bunting sampai tahun 2020.
Lahirnya bayi betina kali ini merupakan hasil dari kebuntingan Badak Rosa yang kesembilan. Rosa bunting dari Desember 2020 hingga Maret 2022 atau dengan masa kebuntingan 476 hari.
Kelahiran anak badak sumatera ini menunjukkan kepada dunia keberhasilan upaya konservasi spesies mamalia besar yang hampir punah.
“Dengan kelahiran anak atau bayi betina Badak Rosa di SRS TNWK ini, kita menaruh harapan untuk dapat terus mendapat kabar bahagia dari kelahiran-kelahiran badak sumatera lainnya di masa depan,” kata Wiratno, Direktur Jenderal KSDAE KLHK.
Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Wiratno mengatakan, anak atau bayi badak ini merupakan hasil perkawinan badak jantan bernama Andatu dan badak betina bernama Rosa.( Dikutip dari situs resmi KLHK )
Tim DemokrasiNews











