DEMOKRASINEWS, Denpasar – Bertempat di ruang pertemuan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bali, Karantina Pertanian Denpasar bersama Komisi IV DPR RI mengadakan kegiatan Bimbingan Teknis Akselerasi Ekspor Komoditas Pertanian Bali bersama petani dan pelaku usaha ekspor pertanian di Bali.
Hal ini tidak terlepas dari program Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks) yang digaungkan oleh Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo. Dalam hal ini Karantina Pertanian Denpasar terus berkomitmen untuk memfasilitasi petani dan pelaku usaha pertanian untuk meningkatkan produktifitas hasil pertanian yang berorientasi ekspor.

“Tujuan dari pelaksanaan Bimtek ini adalah untuk meningkatkan kemampuan petani dan pelaku usaha. Diharapkan adanya peningkatan volume, frekuensi, jumlah eksportir, dan penambahan ragam komoditas hingga perluasan negara tujuan ekspor komoditas pertanian yang ada di Bali,” jelas I Nyoman Sujantara saat mengawali acara.
Kegiatan dibuka oleh I Made Urip dari Komisi IV DPR RI. Dalam arahannya Made Urip mengatakan, Bali memiliki potensi ekspor yang sangat bagus. “Potensi ini harus kita angkat bersama, nanti karantina pertanian yang akan mendampingi serta memfasilitasi,” ungkapnya.
Ia menambahkan, di tahun 2022 kegiatan ini harus lebih sering dilaksanakan. Sehingga, para pelaku usaha bisa paham terkait prosedur serta mekanisme dalam mengekspor komoditas unggulan pertanian yang ada di Provinsi Bali.
Kegiatan tersebut, juga menghadiri dua narasumber, yang pertama dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian I Made Rai Yasa yang memberikan materi mengenai Dukungan Riset dan Teknologi Dalam Peningkatan Daya Saing Ekspor Hortikultura. Lalu, dari Karantina Pertanian Denpasar Agus Taufik yang memaparkan materi mengenai Prosedur ekspor hasil Pertanian Provinsi Bali.( * DPR RI )
Tim DemokrasiNews











