DEMOKRASINEWS, Lampung Timur – Desa Sribhawono, Kecamatan Bandar Sribhawono, Kabupaten Lampung Timur memiliki sejarah dan filosofi yang selalu diingat oleh masyarakat setempat. Tepat tanggal 3 September 2021 ini, Desa Sribhawono merayakan hari ulang tahunnya ke 69 tahun. Dengan segala keterbatasan ditengah situasi pandemi Covid-19 sekarang ini, perayaan HUT Desa Sribhawono dilaksanakan cukup sederhana berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Buih Wisnu Prabowo Kepala Desa Sribhawono menjelaskan, perayaan HUT Desa Sribhawono selama dua tahun ini dilaksanakan cukup sederhana tanpa ada kegiatan pertandingan olahraga, pasar malam ataupun hiburan lainnya untuk masyarakat, disebabkan pandemi Covid-19 belum usai. ” Pada tahun 2020 lalu, HUT Desa ke 68 tahun, kami juga hanya menggelar syukuran do’a bersama dengan tokoh agama,tokoh masyarakat, pamong desa, tokoh pemuda dan seluruh perangkat desa baik ibu-ibu kader desa dan para Rt. Dan pada tahun 2021 ini HUT Desa Sribhawono ke 69 tahun, acaranya pun, masih sama hanya menggelar do’a bersama di aula Balai Desa dengan tetap mematuhi Protokol Kesehatan,” jelas Kades.
Wisnu mengungkapkan, selama pandemi ini hampir dua tahun semua kegiatan hiburan masyarakat dihentikan sementara sesuai peraturan pemerintah untuk menekan penyebaran virus Covid-19. ” Saya sebagai Kepala Desa tentunya meminta maaf kepada seluruh masyarakat dalam perayaan HUT Desa pada tahun 2020 dan 2021 ini tanpa adanya hiburan. Saya mengajak seluruh masyarakat terus berdo’a semoga pandemi Covid-19 segera berakhir dan tahun depan perayaan HUT Desa Sribhawono dapat digelar seperti tahun-tahun sebelumnya.


” Biasanya setiap HUT Desa Sribhawono selalu digelar berbagai lomba dan kegiatan pertandingan olahraga, pasar malam, upacara bendera,ruwatan desa yakni pagelaran wayang kulit semalam suntuk dan pawai budaya. Insyaallah pada tahun mendatang pandemi Covid-19 sudah tidak ada lagi, semua kegiatan akan kita gelar kembali. Targetnya tahun mendatang seputar lapangan merdeka Desa Sribhawono sudah kembali meriah dan menjadi tujuan hiburan masyarakat,” jelas Wisnu.
” Saya sebagai putra asli Desa Sribhawono, lahir serta dibesarkan di sini, terus berupaya mengabdi untuk kemajuan desa. Desa Sribhawono merupakan pusat ekonomi masyarakat dan sekarang ini perkembangan serta kemajuannya sangat luar biasa. Masyarakatnya multi dimensi, namun tetap mengutamakan gotong royong untuk membangun desa. Nyatanya saat ini menjadi pusat bisnis yang ada di Lampung Timur,” jelas Wisnu.
Target kedepan dalam dua tahun Desa Sribhawono harus nemiliki Pendapatan Asli Desa ( PAD) sendiri dari usaha kuliner seputar Lapangan Merdeka Sribhawono. Selain itu dari sektor pariwisata, rencananya setelah pandemi Covid-19 berakhir, kita pembangunan akan difokuskan membenahi sarana obyek wisata Danau Kemuning yang menjadi wisata aset desa. Jika kedua aset ini digarap dengan benar sesuai aturan, saya meyakini Desa Sribhawono mampu melakukan pembangunan secara mandiri. Sehingga target Desa Sribhawono menjadi Desa Mandiri, Desa Tangguh dan Desa Maju dapat terwujud. Tentunya target tersebut diperlukan kerjasama antara Kepala Desa, Pamong Desa dan masyarakat,” tegas Wisnu. (*)
Tim DemokrasiNews











