DEMOKRASINEWS, Bandar Lampung – Polda Lampung kembali menerima bantuan liquid oksigen sebanyak 10 ton dari PT Pupuk Indonesia, pada Kamis kemarin ( 19/08/2021) di PT.Lampung Gas, Natar Lampung Selatan.
Bantuan itu akan disalurkan kepada masyarakat umum secara gratis diseluruh wilayah Lampung baik rumah sakit maupun warga yang menjalani isoman karena terdampak virus Covid-19.

Dalam kegiatan ini Wakapolda Lampung Brigjend Subiyanto menerima langsung penyerahan bantuan oksigen liquid dari PT Pusri yang diserahkan oleh direktur operasional dan produksi Filius Yuliandi disaksikan dari Ketua Komisi IV DPR RI Sudin dan DPRD Provinsi Lampung Kostiana serta Pejabat Utama Polda Lampung.
Wakapolda Lampung menyampaikan bahwa bantuan oksigen ini akan kita sampaikan ke masyarakat LampungKetersediakan oksigen gratis untuk masyarakat dan rumah sakit yang membutuhkan dalam penanganan pandemi Covid-19.
” Untuk masyarakat yang membutuhkan oksigen dilakukan pendataan dulu agar tidak terjadi kerumunan saat mendapatkan oksigen gratis dari PT Pusri di Lampung Gas,” ungkap Subiyanto.
Ketua Komisi IV DPR-RI Sudin mengatakan, oksigen pada saat pandemi ini sangat vital bagi masyarakat. “Oksigen ini tadinya dianggap biasa saja oleh masyarakat, pada situasi sekarang para korban Covid-19 dalam hitungan menit bisa meninggal dunia kalau tidak mendapatkan suplai oksigen ini,” jelas Sudin.
Saya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak dan pemerintah Provinsi Lampung serta Pemerintah Kabupaten / Kota sebab Provinsi Lampung saat ini tinggal satu daerah saja yang masih berada di zona merah yaitu Kotamadya Metro. Kita harus tegas dalam penerapan protokol kesehatan sehingga Lampung kembali normal ke Zona Hijau,” tegas Sudin.
Sementara itu dari pihak PT Pusri berjanji akan kembali memberikan bantuan oksigen lagi kepada masyarakat Lampung.


Setelah penyerahan bantuan oksigen selanjutnya kegiatan Ketua Komisi IV Sudin membahas pelepas liaran satwa yang dilindungi dimiliki Taman Wisata Lembah Hijau salah satunya menanggapi isu pelepasan harimau Sumatera yang kakinya buntung.Disamping itu tentang pembahasan pengelolaan Taman Wisata Lembah Hijau dan keberlangsungan hewan konservatif.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Jendral Konservasi dan Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Wiratno. Menurutnya pelepasan Harimau Sumatera yang kakinya buntung ke habitat liar harus dipertimbangkan dengan matang seperti disampaikan Ketua Komisi IV DPR-RI. “Kita harus pertimbangkan matang-matang, karena banyak kemungkinan yang akan terjadi. Apalagi hewan yang terluka atau cacat sulit bertahan di habitat aslinya,” jelas Wiratno.
Selain itu kedepannya akan dilakukan perkawinan harimau Sumatera guna keberlangsungan satwa yang dilindungi agar tidak terjadi kepunahan.(DPD PDI Perjuangan Lampung)
Tim DemokrasiNews











