• Landing Page
  • Shop
  • Contact
  • Buy JNews
Minggu, Mei 17, 2026
  • Login
Demokrasinews.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Tokoh
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Tokoh
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Advertorial
No Result
View All Result
Demokrasinews.co.id
No Result
View All Result
Home Nasional

Endro S. Yahman Usul Bentuk Panja Untuk Evaluasi Pelaksanaan Pilkada Serentak

DemokrasiNews
19/01/2021
in Nasional, Politik, Tokoh, Zona Wakil Rakyat
Endro S. Yahman Usul Bentuk Panja Untuk Evaluasi Pelaksanaan Pilkada Serentak

DEMOKRASINEWS, Jakarta – Anggota Komisi II DPR RI Endro Suswantoro Yahman mengusulkan pembentukan Panitia Kerja (Panja) sebagai sarana evaluasi yang lebih rinci mengenai pelaksanaan Pilkada Serentak pada 9 Desember 2020 lalu.

“Pendalamannya perlu menjadi bahan evaluasi yang lebih rinci dalam bentuk Panja. Karena kalau hanya Raker dan RDP seperti ini kurang begitu tepat pada persoalan,” ungkapnya.

Dalam Raker Komisi II dengan Menteri Dalam Negeri, sekaligus RDP dengan DKPP, KPU dan Bawaslu pada Selasa siang (19/01/2021), Endro menyoroti penyalahgunaan wewenang dan keputusan-keputusan para penyelenggara Pemilu yang kurang pas dalam menyampaikan keputusan penyelenggara pemilu lainnya, seperti yang terjadi di Bandar Lampung dalam penetapan hasil pilkada serentak.

Endro S. Yahman Usul Bentuk Panja Untuk Evaluasi Pelaksanaan Pilkada Serentak Endro S. Yahman Usul Bentuk Panja Untuk Evaluasi Pelaksanaan Pilkada Serentak Endro S. Yahman Usul Bentuk Panja Untuk Evaluasi Pelaksanaan Pilkada Serentak

“ Sebab Pilkada serentak dalam pandemi Covid-19 ini agak fenomenal karena gugatan suara turun, tapi yang muncul adalah pelanggaran TSM dan penyalahgunaan wewenang oleh penyelenggara yang seharusnya diambil oleh pusat bukan daerah,” ungkapnya.

Yang terjadi di Bandar Lampung, terangnya, KPU dan Bawaslu Kota Bandar Lampung sudah menetapkan hasil perolehan suara. “Tapi kemudian keputusan tersebut dianulir oleh Bawaslu Provinsi yang menyatakan adanya pelanggaran TSM. Ini semacam anomali yang berlangsung berulang-ulang,” tegasnya. 

Seharusnya, lanjut Endro S. Yahman, kalau memang pelanggaran TSM, Bawaslu memberi peringatan keras sejak dini agar pelanggaran bisa dicegah, dan menimbulkan pertanyaan besar mengenai Netralitas penyelenggara Pemilu khususnya Bawaslu Propinsi Lampung.

“Ini kan enggak dicegah. Malah seolah-olah dibiarkan berlanjut agar masuk perangkap. Ini namanya menjebak dan penjebakan. Ditambah lagi gugatan pelanggaran TSM ini dilakukan oleh masyarakat atau tim sukses Paslon lain yang berkompetisi. Apa kerja Bawaslu? Ada skenario apa dibalik keputusan itu? Kalau cara kerja Bawaslu begini, sistem Demokrasi akan menuju titik nadir,” ujarnya.

Menurutnya, ukuran sukses atau tidaknya kinerja Bawaslu bukan diukur dari jumlah temuan pelanggaran. “ Akan tetapi seberapa banyak temuan pelanggaran yang mampu dicegah agar pelanggaran itu tidak berlanjut,” tegas pria kelahiran Pringsewu, Lampung ini.

Apalagi, lanjutnya, kita tahu juga Bawaslu Provinsi Lampung ini sejak dulu bermasalah, dan pernah terkena sanksi DKPP, sehingga Independensinya penyelenggara sangat diragukan.

“Dari Pilkada ke Pilkada selalu bermasalah. Pada Pilkada Gubernur Lampung lalu, begitu masifnya politik uang pada saat itu, bahkan bisa diistilahkan ‘orang buta pun bisa melihat apa yang sedang terjadi’. Tapi itu dianggap bukan TSM. Jadi dibutuhkan sikap tegas agar penyelenggara Pemilu di daerah tidak saling menegasikan keputusan. Mohon Mendagri, DKPP, KPU dan Bawaslu bisa mencermati ini,” jelasnya.

Kinerja KPU dan BawasluEndro S. Yahman juga memberikan apresiasi terhadap partisipasi pemilih dalam Pilkada Serentak yang mencapai 76,09%. “Itu suatu hal yang luar biasa. 

Tadinya kita sudah harap-harap cemas karena dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19, tapi ternyata tingkat partisipasinya melampaui partisipasi Pilkada sebelumnya. Saya sangat mengapresiasi itu,” ungkapnya.

Kendati demikian, Anggota Fraksi PDI Perjuangan dari Dearah Pemilihan Lampung I ( Satu) ini juga memberikan beberapa catatan terkait kinerja KPU dan Bawaslu, terutama dalam mendidik dan mensosialisasikan pilkada atau pemilu ke masyarakat.

“Kita tidak menafikkan bahwa partisipasi ini banyak juga dipengaruhi oleh kerja para calon bersama parpol pengusung yang berkompetisi. Kalau KPU dan Bawaslu bisa meneliti lebih dalam, akan kelihatan kinerjanya seperti apa,” jelasnya.

Anggota DPR RI yang juga Dosen Fakultas Teknik Universitas Trisakti-Jakarta ini juga memberikan tantangan kepada penyelenggara pemilu untuk menaikkan level basis data yang digunakan dalam aplikasi SIREKAP dari form C-KWK ke form C1 Plano dalam Pemilu Nasional.

“Bila itu mau diseriuskan, saya tantang untuk naik ke kertas C1 plano yang difoto. Kertas planonya saja yang difoto agar tiada dusta di antara kita, dan suara rakyat terlindungi. Sebab banyak sekali terjadi di lapangan, manipulasi dari plano ke C1. Jadi sekarang saya tantang untuk naik ke C1 Plano,” ujarnya.[ * ]

Pewarta – Desta Ariyanto 

Tim Redaksi DemokrasiNews


Berita Terkini

Presiden Prabowo Tegaskan Koperasi Jadi Tulang Punggung Ekonomi Desa
Nasional

Presiden Prabowo Tegaskan Koperasi Jadi Tulang Punggung Ekonomi Desa

DemokrasiNews
16/05/2026
Presiden Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih di Jawa Timur, Dorong Kemandirian Ekonomi Desa
Nasional

Presiden Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih di Jawa Timur, Dorong Kemandirian Ekonomi Desa

DemokrasiNews
16/05/2026
Hanya Onta dan Tiang Listrik yang Tak Bapil: Kisah Kesabaran Jamaah Haji di Tanah Suci
Edukasi

Hanya Onta dan Tiang Listrik yang Tak Bapil: Kisah Kesabaran Jamaah Haji di Tanah Suci

DemokrasiNews
16/05/2026
KDKMP Didorong Perkuat Ekonomi Lokal dan Kemandirian Desa
Edukasi

KDKMP Didorong Perkuat Ekonomi Lokal dan Kemandirian Desa

DemokrasiNews
14/05/2026
TNI AL Selamatkan Negara dari Kerugian Rp14,75 Triliun dari Penyelundupan SDA dan Narkoba
Hukum & Kriminal

TNI AL Selamatkan Negara dari Kerugian Rp14,75 Triliun dari Penyelundupan SDA dan Narkoba

DemokrasiNews
14/05/2026
Presiden Prabowo Saksikan Penyelamatan Aset Negara Rp10,27 Triliun dan 2,37 Juta Hektare Hutan
Nasional

Presiden Prabowo Saksikan Penyelamatan Aset Negara Rp10,27 Triliun dan 2,37 Juta Hektare Hutan

DemokrasiNews
14/05/2026

Related News

Polsek Menggala Dibantu Warga Berhasil Menangkap Pelaku Curat di Universitas

Polsek Menggala Dibantu Warga Berhasil Menangkap Pelaku Curat di Universitas

27/09/2020
Sambangi Lereng Gunung Merapi, Kepala BNPB Pastikan Kesiapan Peringatan HKB 2022

Sambangi Lereng Gunung Merapi, Kepala BNPB Pastikan Kesiapan Peringatan HKB 2022

18/04/2022
Ketua Komisi IV DPR-RI Sudin, Panen serta Tanam Jagung di Kecamatan Jati Agung Lampung Selatan

Ketua Komisi IV DPR-RI Sudin, Panen serta Tanam Jagung di Kecamatan Jati Agung Lampung Selatan

18/11/2021

Laman

  • Privacy Policy
  • Contact
  • Redaksi
  • Beranda

© 2025 DemokrasiNews.co.id

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Nasional
  • Tokoh
  • Sosial Budaya
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Zona Wakil Rakyat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Olahraga

© 2025 DemokrasiNews.co.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Hayoo.... Mau Copas Ya? :D
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
https://demokrasinews.co.id/