DEMOKRASINEWS, Pesawaran – Dana Alokasi Khusus (DAK) menurut Perpres nonor 141 Tahun 2018 tentang petunjuk dan teknis Alokasi khusus fisik, merupakan dana yang di alokasikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kepada masing-masing daerah.
Untuk memastikan pelaksanaan dana tersebut sesuai dengan yang di harapkan, media ini mencoba melakukan investigasi ke sejumlah sekolah di Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran, Selasa (12/1/2021)
Berdasar pantauan di lapangan, salah satu kepala sekolah yang tidak ingin namanya di sebut mengeluh kan campur tangan oknum Koordinator Kecamatan (Korcam) atas pembangunan Rehab di sekolahnya.
Menurutnya tidak seharusnya seorang Korcam ikut serta dalam pembangunan sekolah atau terlibat secara langsung. “Betul pak, SD kita mendapat bantuan DAK rehab kantor senilai 98 juta lebih, soal papan informasi kegiatan sudah di copot beberapa hari yang lalu,” ungkapnya.
Kepala sekolah yang tidak ingin namanya ditulis itu menuturkan, DAK merupakan bantuan dari pemerintah pusat dan bersifat swakelola. Untuk itu harus pihak sekolah sendiri yang melaksanakan proses pengerjaan, sehingga hasilnya bisa lebih bagus.
“Ini kan bantuan DAK dari pemerintah pusat, Swakelola, kenapa koordinator kecamat turut serta mengerjakan. Seharusnya kegiatan di sekolah ini ya kami lah yang mengelola, sehingga sekolah kami atau bangunanya bisa lebih bagus,” tukasnya
Selain itu, dia juga mengeluh kan ulah Korcam yang tidak saja turut serta mengerjakan proses rehab, tapi lebih dari itu juga mengambil alih bagian pekerjaan yang bernilai besar. Padahal kata dia, harusnya pihak sekolah yang mengerjakan karena lebih memahami kebutuhan sekolah nya
“Ini mah yang besar besar nilainya di ambil alih, contohnya, atap dan plafon, giliran kami selaku kapala sekolah dan dewan guru, cuman di kasih bagian bawah seperti keramik, lemari, ganti kusen, jendela, paling nilainya sekitar 10 jutaan,” keluhnya.
Dihubungi melalui pesan WhatsApp, Korcam bagian pendidikan Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran belum memberikan jawaban.
Pewarta : Andi
Editor : Roy Choiri











