DEMOKRASINEWS, Banjarnegara – Prosesi ritual pemotongan rambut Gimbal ( Gembel ) di puncak acara Dieng Culture Festival Virtual tahun 2020 diselenggarakan dengan protokol kesehatan dengan melibatkan tamu undangan terbatas.
Tahun ini terdapat 3 anak bajang / rambut Gimbal bertempat di Panggung Omah Dieng, Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Kamis pagi (17/09/2020).
Sebelum ritaul pemotongan dilaksanakan, dilakukan kirab terlebih dahulu. Kirab dimulai dari rumah tertua adat hingga plataran Pendopo Budaya Dieng.
Selanjutnya dilaksanakan Prosesi Jamasan yang di ikuti ketiga anak yang di diiringi penampilan seni Janen (Kesenian asli Banjarnegara), jamasan sendiri di laksanakan di Pendopo Budaya Dieng yang dipimpin sesepuh adat yakni Mbah Sumanto.
Dalam prosesi ini,mereka di jamas mengunakan air suci. Rambut Gimbal secara perlahan-lahan disiram dengan air suci yang telah dipersiapkan secara khusus dan didoakan. Air yang digunakan untuk menjamas atau memandikan rambut gimbal menggunakan air suci yang berasal dari mata air Tuk Bima Lukar, Tuk Sendang Buana (Kali Bana), Tuk Kencen, Tuk Goa Sumur, Kali Pepek dan Tuk Sibido (Tuk Pitu).
Air Tujuh Rupa tersebut ditaburi dengan 7 macam bunga dimana angka pitu atau tujuh diartikan sebagiai pitutur, pituduh, dan pitulung dari Yang Maha Kuasa.
Prosesi Jamasan Rambut Gimbal Dieng selesai ketika semua anak rambut gimbal telah dimandikan rambutnya satu per satu. Usai melakukan Jamasan, para anak rambut gimbal langsung menuju Prosesi Potong Rambut Gimbal.
Adapun permintaan anak-anak tersebut,telah meminta sesuatu yang harus di wujudkan pada saat cukur rambut. Ketiga anak yang akan di potong rambutnya kesemua permintaannya telah di penuhi oleh panitia DCF Virtual 2020 mulai dari permintaan Bakso hingga Handphone dengan spesifikasi tinggi.
Setelah kesemuanya mengikuti prosesi Jamasan mulailah prosesi pemotongan Rambut Gimbal dimulai, diiringi dengan lantunan tembang macapat, rambut gimbal anak dipotong. Paling pertama yang mencukur rambut anak adalah sesepuh adat yakni Mbah Sumanto. Rambut yang telah di potong, dimasukan dalam gentong kecil.
Berikut adalah Anak Gimbal yang rambutnya dipotong dan permintaanya yang harus dipenuhi:
Atika Nur Laila asal putri Suprapto Berasal dari kalikajar, Wonosobo. usia 7 tahun permintaan Buntil dan Bakso.
Reli Julianti Putri dari Bapak/Ibu Daris Darmadi, umur 9 tahun berasal dari desa Limbangan, Kecamatan Madukara, Banjarnegara permintaan satu buah handphone yang spesifikasi tinggi.
Dea Maulana Shafira, Bapak/putri Khosim, dari Desa Sitiharjo, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo dengan permintaan kalung emas dan sebuah Tablet.
Usai prosesi pemotongan rambut Gembel dilanjutkan ngalap berkah dimana seluruh tamu undangan di ajak makan bersama dengan tumpeng yang telah di doakan sesepuh adat.
Setelah kesemuanya selesai makan barulan dilanjutkan menuju pelarungan rambut Gembel yang lokasinya di Telaga warna. Rambut yang telah di potong tersebut di taruh genthong, lalu dilarung ke sungai yang mengalir sampai samudera Hindia.
Sumber : MI
Tim Redaksi DemokrasiNews











