• Landing Page
  • Shop
  • Contact
  • Buy JNews
Kamis, Juni 4, 2026
  • Login
Demokrasinews.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Tokoh
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Tokoh
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Advertorial
No Result
View All Result
Demokrasinews.co.id
No Result
View All Result
Home Advertorial

Presiden Beri Dua Arahan Terbaru Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional

DemokrasiNews
03/08/2020
in Advertorial, Ekonomi, Kesehatan
Presiden Beri Dua Arahan Terbaru Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional

Demokrasinews: Jakarta – Dua Arahan Terbaru disampaikan Presiden Joko Widodo terkait Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. Hal ini disampaikan saat menggelar rapat terbatas bersama jajarannya di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/8/2020).

Dalam rapat tersebut, Presiden memberi dua arahan penting, pertama terkait sosialisasi protokol kesehatan kepada masyarakat. Kedua Presiden kembali menyoroti masalah realisasi anggaran di kementerian dan lembaga yang masih minim.

“Yang pertama, saya tidak tahu sebabnya apa, tetapi suasana pada minggu terakhir ini kelihatan masyarakat berada pada posisi yang khawatir mengenai Covid-19. Entah karena kasusnya meningkat atau, terutama menengah atas melihat, karena orang yang tidak taat pada protokol kesehatan tidak semakin sedikit, tetapi semakin banyak,” kata Presiden.

Presiden Beri Dua Arahan Terbaru Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Presiden Beri Dua Arahan Terbaru Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Presiden Beri Dua Arahan Terbaru Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional

Berdasarkan data hingga Minggu, 2 Agustus 2020, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia mencapai 111.455 orang dengan 68.975 orang sembuh dan 5.236 orang meninggal. Presiden pun menyoroti persentase angka kematian di Indonesia yang lebih tinggi dari angka kematian global.

“Kita tahu sampai kemarin sudah ada 111 ribu lebih kasus dengan case fatality rate 4,7 persen dan angka kematian di Indonesia ini lebih tinggi 0,8 persen dari kematian global. Selain itu juga, case recovery rate di negara kita, data terakhir adalah 61,9 (persen). Ini saya kira juga bagus, terus meningkat angkanya,” jelasnya.

Oleh sebab itu, Kepala Negara kembali mengingatkan agar penerapan protokol kesehatan terus disosialisasikan kepada masyarakat. Secara khusus, Presiden ingin agar sosialisasi tersebut dilakukan secara terfokus dan tidak dilakukan secara sekaligus.

“Saya ingin agar yang namanya protokol kesehatan, perubahan perilaku di masyarakat betul-betul menjadi perhatian kita. Saya ingin fokus saja, seperti yang saya sampaikan yang lalu, mungkin dalam dua minggu ini kita fokus kampanye mengenai pakai masker. Nanti dua minggu berikut kampanye jaga jarak atau cuci tangan misalnya,” ungkapnya.

Untuk mendukung hal tersebut, Presiden ingin agar peran ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dilibatkan. Menurutnya, jika ibu-ibu PKK siap, maka mereka bisa menjadi cara yang efektif untuk menyosialisasikan protokol kesehatan dari rumah ke rumah.

“Saya kira PKK ini juga sangat efektif untuk door to door urusan masker. Urusan perubahan perilaku betul-betul harus kita lakukan dengan komunikasi di TV, di medsos, dan lain-lain secara masif dalam dua minggu ini dengan cara-cara yang berbeda,” imbuhnya.

Arahan kedua yaitu terkait pemulihan ekonomi nasional di mana Presiden kembali menyoroti masalah realisasi anggaran di kementerian dan lembaga yang masih minim. Menurut Presiden, dari total Rp695 triliun stimulus untuk penanganan Covid-19, baru 20 persen atau Rp141 triliun yang terealisasi.

“Masih kecil sekali. Penyerapan yang paling gede itu ada di perlindungan sosial 39 persen, kemudian program UMKM 25 persen. Hati-hati ini. Yang belum ada DIPA-nya masih gede banget, mungkin 40 persen-an. DIPA saja belum ada, bagaimana mau realisasi” ungkapnya.

Presiden menilai hal tersebut disebabkan aura krisis di kementerian dan lembaga tersebut belum tampak sehingga masih terjebak pada pekerjaan harian tanpa mengetahui prioritas apa yang harus dikerjakan. Untuk itu, Presiden meminta Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional agar memerinci urusan tersebut dari setiap menteri terkait.

“Sehingga manajemen krisis ini kelihatan, lincah, cepat, troubleshooting, smart shortcut, dan hasilnya betul-betul efektif. Kita butuh kecepatan,” tandasnya.

Sumber :SR
Editor: Andono


Tags: Covid 19Presiden Djoko Widodo

Berita Terkini

Semangat Bersama untuk Lampung, UIN Raden Intan Siapkan Fasilitas Terbaik bagi HPN dan Porwanas 2027
Nasional

Semangat Bersama untuk Lampung, UIN Raden Intan Siapkan Fasilitas Terbaik bagi HPN dan Porwanas 2027

DemokrasiNews
03/06/2026
Safir Madina Melayani dengan Hati, Menghadirkan Pengalaman Haji yang Berkesan Seumur Hidup
Advertorial

Safir Madina Melayani dengan Hati, Menghadirkan Pengalaman Haji yang Berkesan Seumur Hidup

DemokrasiNews
03/06/2026
Peduli Kesehatan Lansia, Pertagas Fasilitasi Pemeriksaan Gratis bagi Warga Desa Pangkul
Kesehatan

Peduli Kesehatan Lansia, Pertagas Fasilitasi Pemeriksaan Gratis bagi Warga Desa Pangkul

DemokrasiNews
02/06/2026
Usia Senja Bukan Penghalang, Sekolah Lansia Amanah Bunda Menebar Inspirasi Kemandirian
Kesehatan

Usia Senja Bukan Penghalang, Sekolah Lansia Amanah Bunda Menebar Inspirasi Kemandirian

DemokrasiNews
03/06/2026
Perkuat Konsolidasi Organisasi, Fitriyanto Resmi Menakhodai MWCNU Sekampung
Sosial Budaya

Perkuat Konsolidasi Organisasi, Fitriyanto Resmi Menakhodai MWCNU Sekampung

DemokrasiNews
01/06/2026
Doa Bersama dan Silaturahmi PMKNU Jadi Momentum Penguatan NU di Lampung Timur
Sosial Budaya

Doa Bersama dan Silaturahmi PMKNU Jadi Momentum Penguatan NU di Lampung Timur

DemokrasiNews
01/06/2026

Related News

“Jejak Gajah di Tanah yang Menyempit: Catatan Konflik dan Degradasi Way Kambas”

Cerdas : Catatan Redaksi DemokrasiNews.co.id

04/03/2026
Buka Kongres ISPI Ke-XIII Tahun 2024, Gubernur Lampung: Selain Pertanian, Sektor Peternakan Menjadi Tumpuan Ekonomi Provinsi Lampung

Buka Kongres ISPI Ke-XIII Tahun 2024, Gubernur Lampung: Selain Pertanian, Sektor Peternakan Menjadi Tumpuan Ekonomi Provinsi Lampung

21/01/2024
Presiden Jokowi Kunjungi Pasar Baledono di Purworejo

Presiden Jokowi Kunjungi Pasar Baledono di Purworejo

30/03/2022

Laman

  • Privacy Policy
  • Contact
  • Redaksi
  • Beranda

© 2025 DemokrasiNews.co.id

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Nasional
  • Tokoh
  • Sosial Budaya
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Zona Wakil Rakyat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Olahraga

© 2025 DemokrasiNews.co.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Hayoo.... Mau Copas Ya? :D
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
https://demokrasinews.co.id/