DEMOKRASINEWS, Lampung Selatan, 26 Oktober 2026 — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan pentingnya Al-Qur’an sebagai fondasi pembentukan karakter generasi muda yang unggul, berakhlak mulia, cinta damai, dan berkontribusi bagi pembangunan. Ia berharap Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) menjadi momentum memperkuat generasi Qurani menuju Indonesia Emas 2045.
Hal itu disampaikan Gubernur Mirza saat membuka MTQ ke-53 Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2026 di GOR Way Handak, Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Minggu (25/10/2026).
Menurut Mirza, pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan kemajuan ekonomi, pertanian, teknologi, dan pendidikan. Penguatan nilai agama juga diperlukan untuk membentuk masyarakat yang berkarakter dan berakhlak mulia.
Ia mendorong keluarga, lembaga pendidikan, taman pendidikan Al-Qur’an (TPQ/TPA), dan pondok pesantren menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak dini.
“Indonesia Emas hanya bisa dicapai kalau generasinya menjadi generasi emas. Generasi yang kita harapkan adalah generasi yang berakhlak baik, cinta damai, menyayangi sesama, mencintai negara, dan bersungguh-sungguh dalam menjalankan tanggung jawabnya,” ujarnya.
Mirza menilai pendidikan Al-Qur’an tidak hanya membangun kecerdasan spiritual, tetapi juga membentuk akhlak, kepedulian sosial, dan tanggung jawab generasi muda. Karena itu, ia mengingatkan orang tua agar membimbing anak-anak mempelajari Al-Qur’an sekaligus mengamalkan nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
“Jangan takut mengajarkan anak-anak kita Al-Qur’an dengan sungguh-sungguh. Kemuliaan seorang pencinta Al-Qur’an tidak hanya terlihat dari bacaan dan hafalannya, tetapi juga dari akhlak serta amal perbuatannya,” katanya.
Sebagai dukungan terhadap pembinaan generasi Qurani, Pemerintah Provinsi Lampung bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menjalankan program beasiswa tahfiz melalui program Satu Desa Satu Hafiz Al-Qur’an. Program tersebut menargetkan 2.500 anak setiap tahun untuk menempuh pendidikan di pondok pesantren dengan harapan mampu menghafal Al-Qur’an dalam tiga tahun.
Mirza berharap para hafiz dapat menjadi teladan sekaligus penggerak nilai-nilai keagamaan di desa masing-masing.
Ia juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan yang menjadi tuan rumah MTQ ke-53. Kepada peserta, Mirza berpesan agar menampilkan kemampuan terbaik, menjunjung kejujuran dan sportivitas, serta menghormati dewan hakim.
Sementara itu, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama mengatakan MTQ menjadi momentum memperkuat identitas Lampung Selatan dan Provinsi Lampung sebagai daerah yang mengembangkan kemajuan ekonomi sekaligus kehidupan masyarakat yang religius.
Ia berharap ajang tersebut melahirkan qari, qariah, hafiz, dan hafizah yang berprestasi serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Lampung Muhammad Firsada melaporkan, MTQ ke-53 mengusung tema “Dahsyatnya Al-Qur’an Menggali Serambi Indonesia Maju”. Tema ini menegaskan harapan agar Al-Qur’an menjadi pedoman dan inspirasi dalam membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan berkemajuan.
MTQ ke-53 diikuti 493 peserta dari 14 kabupaten/kota di Lampung, terdiri atas 256 peserta putra dan 237 peserta putri. Kegiatan berlangsung pada 25–30 Oktober 2026, dengan babak penyisihan pada 26–28 Oktober, final pada 29 Oktober, serta pengumuman juara dan penutupan pada 30 Oktober.
Selain menjadi ajang kompetisi membaca, menghafal, dan memahami Al-Qur’an, MTQ ini juga menjadi bagian dari pembinaan peserta terbaik untuk mewakili Lampung pada MTQ Tingkat Nasional 2027.
Melalui penyelenggaraan tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung berharap syiar Al-Qur’an semakin luas, silaturahmi antardaerah semakin erat, dan generasi Qurani tumbuh menjadi sumber daya manusia berakhlak mulia yang berkontribusi bagi kemajuan daerah dan bangsa.( Red/Rls Pemprov Lampung)














