DEMOKRASINEWS, Pringsewu, 24 Oktober 2026 – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan pembangunan sumber daya manusia (SDM) harus diimbangi penguatan nilai-nilai agama untuk membentuk masyarakat berkarakter, berakhlak, dan mampu mendorong kemajuan daerah.
Pesan tersebut disampaikan Gubernur yang akrab disapa Mirza saat menghadiri Pringsewu Bershalawat di Lapangan Pemerintah Kabupaten Pringsewu, Jumat (23/10/2026) malam, dalam rangka puncak peringatan Hari Santri Nasional 2026.
“Percuma kita membangun SDM, infrastruktur, dan pembangunan lain-lain apabila agama ditinggalkan. Kami berharap, selain membangun berbagai sektor, kita juga membangun agama,” ujar Mirza.
Ia menekankan pembangunan daerah tidak cukup hanya berorientasi pada infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Pemerintah juga perlu memperkuat pendidikan karakter dan moral agar kemajuan yang dicapai melahirkan generasi unggul serta pemimpin yang berintegritas.
Mirza berharap Kabupaten Pringsewu terus melahirkan SDM berkualitas yang memiliki pengetahuan, akhlak, dan kepedulian terhadap pembangunan daerah.
“Kami doakan semoga SDM-SDM ke depan di Provinsi Lampung ini akan banyak berasal dari Pringsewu,” katanya.
Gubernur juga menyoroti kontribusi kalangan pesantren dalam kehidupan pemerintahan di Lampung. Menurut dia, nilai-nilai agama yang ditanamkan melalui pendidikan pesantren diharapkan tercermin dalam kepemimpinan yang mengedepankan kedamaian, ketenteraman, dan kerukunan.
Ia mengajak masyarakat menjaga persatuan dan kebersamaan agar Lampung tetap menjadi daerah yang aman serta harmonis.
Kegiatan Pringsewu Bershalawat menghadirkan ulama sekaligus pelantun selawat, Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf. Mirza berharap kehadiran tokoh tersebut dapat meningkatkan semangat keagamaan masyarakat, khususnya para santri, dalam momentum peringatan Hari Santri Nasional.
Menurutnya, Pringsewu memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam mencetak generasi masa depan Lampung melalui kehidupan masyarakat yang religius dan pendidikan yang berkualitas.
Selain penguatan SDM dan nilai keagamaan, Mirza menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung untuk melanjutkan perbaikan infrastruktur jalan, termasuk melalui kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Pringsewu. Perbaikan tersebut diharapkan memperlancar mobilitas warga dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas menyebut Hari Santri sebagai momentum untuk mengenang peran ulama dan santri dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Ia mengingatkan kembali Resolusi Jihad yang dicetuskan KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945 sebagai bagian penting dari sejarah perjuangan bangsa.
Riyanto juga mengangkat tema Hari Santri Nasional 2026, yakni “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Menurutnya, santri dan santriwati memiliki potensi besar untuk mengambil peran strategis dalam kepemimpinan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Ia menegaskan guru, ustaz, ustazah, dan tenaga pendidik berperan penting dalam membentuk generasi masa depan. Pendidikan, katanya, tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai moral dan karakter kepemimpinan.
Melalui Pringsewu Bershalawat, pemerintah berharap semangat religiusitas, persaudaraan, dan persatuan masyarakat semakin kuat. Penguatan pendidikan karakter yang berjalan seiring dengan pembangunan infrastruktur diharapkan mampu meningkatkan kualitas SDM dan mendorong pemerataan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat Lampung.(Red/Prie/Rls)














