DEMOKRASINEWS, Lampung Timur, 7 Juli 2026 – Perbincangan di media sosial dalam beberapa hari terakhir terkait video pernyataan seorang warga mengenai gerakan swadaya masyarakat membangun infrastruktur jalan di Dusun Glimbung, Desa Bandar Agung, Kecamatan Bandar Sribhawono, Kabupaten Lampung Timur, menuai beragam tanggapan. Video tersebut menjadi viral setelah memuat pernyataan yang menyinggung persoalan pembayaran pajak di kawasan Register Gunung Balak atau Register 38, sebuah isu yang dinilai cukup sensitif di tengah masyarakat.
Sebagaimana diketahui, sebagian besar wilayah permukiman warga Desa Bandar Agung berada di kawasan Register 38. Oleh karena itu, pembahasan mengenai status kawasan maupun kewajiban perpajakan kerap menjadi perhatian masyarakat. Namun, sejumlah warga menilai pernyataan yang disampaikan dalam video tersebut sebenarnya bersifat spontan dan tidak dimaksudkan untuk menimbulkan polemik. Sayangnya, perkembangan teknologi digital yang memungkinkan penyebaran informasi secara cepat melalui media sosial membuat pernyataan tersebut memicu berbagai persepsi di tengah publik.
Menyikapi viralnya video tersebut, salah seorang warga Dusun Glimbung Kasiyanto menyampaikan permohonan maaf kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Timur apabila pernyataan yang beredar telah menimbulkan kesalahpahaman. Ia menegaskan bahwa masyarakat tetap mengapresiasi perhatian pemerintah daerah terhadap pembangunan di wilayah mereka.

Menurutnya, pada tahun 2025 Pemerintah Kabupaten Lampung Timur di bawah kepemimpinan Bupati Ela Siti Nuryamah telah merealisasikan pembangunan jalan lingkungan beraspal di Dusun Glimbung sepanjang hampir satu kilometer. Pembangunan tersebut dinilai menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap daerah yang selama bertahun-tahun dinilai minim sentuhan pembangunan infrastruktur.
“Warga Dusun Glimbung mengucapkan terima kasih kepada Ibu Bupati Ela Siti Nuryamah atas perhatian yang telah diberikan kepada daerah kami. Saat ini Dusun Glimbung juga masuk dalam program Perhutanan Sosial. Kami berharap ke depan semakin banyak program pembangunan maupun bantuan pemerintah yang dapat direalisasikan untuk masyarakat,” ujar Kasiyanto salah seorang warga Selasa (7 /7/2026).
Penyesalan atas viralnya video tersebut juga disampaikan oleh masyarakat Desa Bandar Agung maupun warga Desa Bumi Mas. Mereka menilai konten yang beredar justru dapat menimbulkan citra kurang baik terhadap desa, padahal semangat swadaya yang dilakukan masyarakat selama ini merupakan bentuk kepedulian bersama untuk mempercepat pembangunan.
Sejumlah warga mengungkapkan bahwa pembangunan jalan secara swadaya bukan hanya dilakukan di Dusun Glimbung, tetapi juga telah lebih dahulu dilaksanakan di beberapa wilayah lain dengan panjang jalan yang bahkan lebih besar. Semangat gotong royong tersebut lahir dari kesadaran masyarakat bahwa keterbatasan anggaran pemerintah membuat pembangunan seluruh ruas jalan tidak dapat dilakukan secara bersamaan.
“Kami ikhlas bergotong royong karena memahami masih banyak jalan desa yang membutuhkan pembangunan. Swadaya bukan berarti pemerintah tidak peduli, tetapi menjadi bentuk partisipasi masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah,” ungkap Manan salah seorang warga.
Senada dengan itu, sejumlah tokoh pemuda dan tokoh agama di Dusun Glimbung berharap masyarakat lebih bijak dalam menyampaikan pendapat, terutama melalui media sosial. Mereka mengingatkan bahwa setiap informasi yang dipublikasikan dapat dengan mudah tersebar luas dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman apabila tidak disampaikan secara utuh.
Mereka juga menjelaskan bahwa Dusun Glimbung memiliki karakteristik berbeda dibanding wilayah lain karena berada di kawasan Register Gunung Balak. Kondisi tersebut membuat proses pembangunan memerlukan pendekatan dan regulasi khusus. Karena itu, berbagai langkah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, termasuk mendorong masyarakat masuk dalam program Perhutanan Sosial, dinilai sebagai upaya strategis agar berbagai bantuan dan program pembangunan dapat lebih mudah direalisasikan di kawasan tersebut.
Peristiwa ini menjadi pembelajaran penting bahwa perkembangan teknologi informasi harus diimbangi dengan kebijaksanaan dalam menyampaikan pendapat di ruang digital. Di sisi lain, semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat tetap menjadi modal sosial yang patut dipertahankan. Kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah diyakini menjadi kunci dalam mempercepat pembangunan infrastruktur serta meningkatkan kesejahteraan warga, khususnya di wilayah yang memiliki tantangan geografis dan administrasi seperti Dusun Glimbung, Desa Bandar Agung. Dengan komunikasi yang baik dan saling memahami, pembangunan diharapkan dapat terus berjalan tanpa menimbulkan kesalahpahaman yang berpotensi memecah persatuan masyarakat.( Red/Prie)











