DEMOKRASINEWS, Lampung Timur, 22 Juni 2026 – Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, secara resmi menutup kegiatan Pesantren Muharam 1448 Hijriah di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Sukadana, Selasa (23/6/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dirangkaikan dengan penyerahan santunan kepada anak yatim piatu dan warga binaan sebagai bentuk kepedulian sosial serta penguatan nilai-nilai kemanusiaan.
Acara tersebut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Timur Marwansyah, Camat Sukadana Hendra Septiawan, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setdakab Lampung Timur Yemi Hastarita, jajaran Badan Amil Zakat Nasional Lampung Timur, petugas Rutan Sukadana, penyuluh agama Islam, serta para warga binaan yang menjadi peserta pesantren.
Kepala Rutan Kelas IIB Sukadana, Mohammad Jawad Cirry, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Agama Kabupaten Lampung Timur atas dukungan dalam penyelenggaraan Pesantren Muharam. Menurutnya, proses pembinaan pemasyarakatan membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar mampu menghasilkan perubahan positif bagi warga binaan.

“Pembinaan ini tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan sinergi antara warga binaan, petugas, dan pihak eksternal, termasuk Kementerian Agama yang memberikan penguatan karakter serta pemahaman keagamaan,” ujar Jawad.
Ia menambahkan, pembinaan ibadah menjadi salah satu fondasi penting dalam membentuk karakter dan kesadaran diri warga binaan. Pengetahuan agama yang diperoleh selama kegiatan diharapkan mampu menjadi bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pembinaan.
Jawad juga mengapresiasi para penyuluh agama Islam yang secara konsisten hadir memberikan pembinaan keagamaan setiap pekan serta aktif mendampingi berbagai kegiatan keagamaan di lingkungan rutan.
“Momentum Muharam harus menjadi sarana introspeksi diri dan hijrah menuju pribadi yang lebih baik, lebih bertakwa, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Timur, Marwansyah, menegaskan bahwa kegiatan pesantren memiliki peran strategis dalam memperkuat mental dan spiritual warga binaan. Menurutnya, pembinaan keagamaan tidak hanya meningkatkan pemahaman agama, tetapi juga menumbuhkan optimisme dan kesiapan menghadapi kehidupan setelah bebas nanti.
“Pesantren ini menjadi wadah penting untuk membangun ketahanan mental sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan agar warga binaan siap menjalani kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Bupati Ela Siti Nuryamah mengajak seluruh warga binaan menjadikan bulan Muharam sebagai momentum perubahan dan perbaikan diri. Ia menekankan bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk memperbaiki masa depan melalui proses pembelajaran dan introspeksi.
“Kita semua sama di hadapan Allah SWT. Tidak ada perbedaan. Yang terpenting adalah bagaimana kita terus berproses menjadi pribadi yang lebih baik,” kata Ela.
Menurutnya, Pesantren Muharam merupakan bentuk nyata sinergi antara Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, Kementerian Agama, Baznas, dan Rutan Sukadana dalam menghadirkan pembinaan spiritual sekaligus menumbuhkan semangat kepedulian sosial.
Ela juga berpesan agar para warga binaan memanfaatkan masa pembinaan sebagai kesempatan untuk memperkuat iman, memperbaiki akhlak, serta mempersiapkan diri menjadi pribadi yang produktif dan bertanggung jawab ketika kembali ke tengah masyarakat.
“Gunakan masa pembinaan ini sebagai bekal untuk menata masa depan yang lebih baik. Jadikan pengalaman masa lalu sebagai pelajaran berharga untuk melangkah menuju kehidupan yang lebih bermakna,” pesannya.
Penutupan Pesantren Muharam 1448 H diakhiri dengan penyerahan santunan kepada anak yatim piatu dan warga binaan. Kegiatan tersebut menjadi simbol kepedulian sosial, kebersamaan, dan harapan bahwa setiap individu memiliki kesempatan untuk melakukan hijrah menuju kehidupan yang lebih baik, penuh keberkahan, serta bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Di balik tembok rutan, Pesantren Muharam tidak hanya menjadi ruang pembelajaran agama, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi warga binaan. Melalui pembinaan spiritual, dukungan moral, dan kepedulian sosial, mereka didorong untuk bangkit, memperbaiki diri, serta mempersiapkan masa depan yang lebih cerah saat kembali menjadi bagian dari masyarakat.( Red/Prie/Rls)











