DEMOKRASINEWS, Lampung Utara,18 Juni 2026 – Peristiwa berdarah terjadi di Dusun Plongkowati, Desa Madukoro Baru, Kecamatan Kotabumi Utara, Kabupaten Lampung Utara, Rabu malam (17/6/2026) sekitar pukul 20.30 WIB. Tiga orang mengalami luka serius akibat sabetan senjata tajam dalam insiden yang kini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat seorang pria berinisial Y (33) mendatangi rumah Syafei Riyadi (59) sambil membawa senjata tajam jenis laduk. Setibanya di lokasi, Y diduga menggedor pagar besi dan berteriak memanggil penghuni rumah.
Karena tidak mendapat respons, Y diduga membuka pagar secara paksa dan merusak kendaraan yang terparkir di halaman. Situasi kemudian memanas setelah Y masuk ke dalam rumah dan diduga terlibat perkelahian dengan Syafei Riyadi.
Dalam kondisi mengalami sejumlah luka bacok di bagian kepala dan punggung, Syafei berusaha menyelamatkan diri dengan berlari keluar rumah untuk mencari pertolongan warga.
Saat petugas kepolisian tiba di lokasi, situasi masih berlangsung mencekam. Polisi mendapati Y sedang menyandera Jawariyah (55) yang tergeletak di lantai ruang tengah rumah. Di saat yang sama, Sahidin alias Kino (41), yang merupakan menantu korban, berusaha melepaskan Jawariyah dari dekapan Y.
Petugas kemudian memberikan peringatan dan memerintahkan seluruh pihak yang berada di dalam rumah untuk menyerah. Dalam proses pengamanan tersebut, Sahidin sempat melemparkan dua bilah senjata tajam ke arah petugas sebelum akhirnya mengambil posisi tiarap dan diamankan.
Polisi selanjutnya mengendalikan situasi serta mengevakuasi seluruh korban untuk mendapatkan penanganan medis.
Akibat kejadian tersebut, Syafei Riyadi mengalami luka bacok pada bagian kepala dan punggung. Jawariyah mengalami luka pada tangan kiri. Sementara itu, Y mengalami luka robek pada bagian perut hingga usus keluar, serta luka bacok pada tangan kiri dan siku kiri.
Dari lokasi kejadian, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu bilah senjata tajam jenis laduk, satu bilah pedang panjang, dan satu unit telepon genggam merek Vivo berwarna ungu.
Kasat Reskrim Polres Lampung Utara, AKP Ivan Roland Cristofel, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, penyidik masih melakukan pendalaman untuk mengungkap kronologi lengkap serta latar belakang kejadian.
“Iya mas, masih dilidik,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi.
Sementara itu, Kapolsek Kotabumi Utara, AKP Hermanto, mengatakan motif yang melatarbelakangi insiden berdarah tersebut hingga kini masih belum diketahui dan menjadi fokus penyelidikan aparat kepolisian.
Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi terkait penyebab kejadian dan menyerahkan sepenuhnya proses pengungkapan kasus kepada pihak berwenang.( Red/JM )











