DEMOKRASINEWS, Tulang Bawang Barat, 11 Juni 2026 – Musibah kebakaran melanda SD Negeri 14 Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Lampung, pada Kamis siang (11/6/2026). Kebakaran yang diduga bermula dari korsleting listrik tersebut menghanguskan ruang kepala sekolah serta merusak dua ruang kelas yang berada di sisi bangunan.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, kepulan asap pertama kali terlihat muncul dari bagian atap ruang kepala sekolah sekitar pukul 12.20 WIB. Dalam waktu singkat, api membesar dan menjalar ke bangunan di sekitarnya hingga menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas sekolah.
Penjaga sekolah, Yeni Astuti (40), mengatakan dirinya telah melakukan aktivitas rutin membersihkan dan memeriksa seluruh ruangan sejak pagi hari. Saat kejadian, ruang kepala sekolah dalam keadaan kosong karena kepala sekolah tengah menjalani masa pemulihan pascaoperasi mata.
Kepanikan sempat terjadi ketika sejumlah saksi yang berada di ruang laboratorium menerima informasi adanya asap tebal dari arah bangunan sekolah. Setelah dilakukan pengecekan, api diketahui telah menjalar ke bagian bawah bangunan dan sulit dikendalikan.
Akibat peristiwa tersebut, berbagai aset sekolah ikut hangus terbakar. Sejumlah barang yang rusak di antaranya perangkat administrasi, lemari arsip, buku-buku baru, seragam drumband, piala penghargaan, perlengkapan kesenian tari, hingga perabot ruang tamu sekolah.
Kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tulang Bawang Barat, Muhammad Cheri Sopian, menjelaskan bahwa kebakaran terjadi setelah kegiatan belajar mengajar selesai sehingga seluruh siswa telah kembali ke rumah masing-masing.
“Perkiraan kejadian sekitar pukul 12.20 WIB. Saat itu kegiatan belajar mengajar sudah selesai dan anak-anak sudah pulang,” ujarnya.
Menurut Cheri, sebanyak tiga ruangan terdampak dan mengalami kerusakan akibat kebakaran. Saat ini pihak sekolah bersama instansi terkait masih melakukan pendataan terhadap kerusakan bangunan maupun inventaris yang terbakar.
“Kami masih melakukan pendataan terhadap barang-barang yang ada di dalam ruang kelas yang terbakar,” katanya.
Terkait penyebab kebakaran, pihaknya belum dapat memastikan sumber api karena masih menunggu hasil penyelidikan aparat kepolisian.
“Kami tidak ingin berspekulasi terkait penyebab kebakaran. Saat ini masih menjadi ranah kepolisian yang sedang melakukan penyelidikan,” tambahnya.
Untuk memastikan proses pendidikan tetap berjalan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tulang Bawang Barat tengah menyiapkan skema pembelajaran darurat bagi para siswa terdampak, termasuk kemungkinan penggunaan ruang kelas sementara.
“Fokus utama kami adalah memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan. Kami sedang berkoordinasi dengan pihak sekolah dan pemangku kepentingan terkait untuk menyiapkan kelas sementara agar kegiatan belajar tetap berlangsung,” pungkasnya.
Hingga kini, proses pendataan kerusakan masih berlangsung, sementara penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.( Red/Gun )











