DEMOKRASINEWS, Lampung Timur, 1 Juni 2026 – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Sekampung memasuki babak baru kepemimpinan. Melalui Konferensi XI MWCNU Kecamatan Sekampung yang digelar di Gedung MWCNU Sekampung pada Minggu (31/5/2026), Fitriyanto, S.Ag., resmi ditetapkan sebagai Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Sekampung masa khidmat 2026–2031.
Konferensi yang mengusung tema “Menguatkan Jam’iyah, Memperkokoh Khidmah NU untuk Kemaslahatan Umat di Kecamatan Sekampung” tersebut juga menetapkan KH Ahmad Jaelani sebagai Rois Syuriyah MWCNU Kecamatan Sekampung untuk masa khidmat yang sama.
Kegiatan konferensi dihadiri oleh jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi), badan otonom dan lembaga NU, serta para pimpinan pondok pesantren se-Kecamatan Sekampung. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan kuatnya dukungan terhadap proses regenerasi kepemimpinan NU di tingkat kecamatan.


Proses pemilihan berlangsung secara demokratis, tertib, dan penuh semangat kekeluargaan. Berdasarkan hasil usulan dari pengurus ranting NU se-Kecamatan Sekampung, muncul lima nama calon, yakni Fitriyanto dengan perolehan delapan suara, Sugianto empat suara, Harun Soleh tiga suara, serta Samhudi dan Sunasib Tohir yang masing-masing memperoleh satu suara.
Ketua Steering Committee (SC) Konferensi XI MWCNU Sekampung, Ahmad Fauzi, menjelaskan bahwa sesuai tata tertib yang telah disepakati, calon Ketua Tanfidziyah MWCNU harus memperoleh dukungan minimal lima suara dari ranting NU.
“Berdasarkan tata tertib yang telah disepakati, calon Ketua MWCNU harus mendapatkan minimal lima suara dukungan dari ranting NU. Dari hasil penjaringan yang dilakukan, hanya Bapak Fitriyanto yang memenuhi syarat tersebut. Karena itu, peserta konferensi secara mufakat menyepakati beliau sebagai Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Sekampung masa khidmat 2026–2031,” jelas Ahmad Fauzi.
Selain menjadi forum pemilihan kepengurusan baru, Konferensi XI MWCNU Sekampung juga menjadi momentum evaluasi program kerja organisasi selama masa khidmat sebelumnya sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis untuk memperkuat peran NU dalam bidang keagamaan, pendidikan, sosial kemasyarakatan, dan pemberdayaan umat.
Dalam sambutannya, Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Sekampung terpilih, Fitriyanto, S.Ag., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh peserta konferensi serta warga Nahdliyin di Kecamatan Sekampung.
“Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan. Amanah ini bukan hanya tanggung jawab pribadi, melainkan tanggung jawab bersama untuk terus membesarkan NU dan meningkatkan pelayanan kepada umat,” ujarnya.
Fitriyanto menegaskan bahwa kepengurusan yang baru akan fokus pada penguatan konsolidasi organisasi hingga tingkat ranting, peningkatan kegiatan keagamaan dan pendidikan, penguatan program sosial kemasyarakatan, serta mempererat sinergi dengan seluruh badan otonom dan lembaga NU.
“NU harus terus hadir di tengah masyarakat, memberikan manfaat nyata, menjaga tradisi Ahlussunnah wal Jamaah, serta menjadi wadah pemersatu umat. Dengan kebersamaan dan gotong royong, saya yakin NU Sekampung akan semakin maju dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh pengurus dan warga Nahdliyin untuk menjaga soliditas organisasi pasca-konferensi.
“Perbedaan pilihan dalam proses konferensi adalah hal yang biasa dalam organisasi. Kini saatnya kita bersatu kembali, bergandengan tangan, dan bersama-sama mengabdikan diri untuk kemajuan NU serta kemaslahatan umat,” pungkasnya.
Dengan terpilihnya KH Ahmad Jaelani sebagai Rois Syuriyah dan Fitriyanto, S.Ag., sebagai Ketua Tanfidziyah, diharapkan MWCNU Kecamatan Sekampung semakin kokoh dalam menjalankan khidmah organisasi, memperkuat pelayanan kepada masyarakat, serta menjaga nilai-nilai keislaman yang moderat, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.( Red/Prie/Rls )











