DEMOKRASINEWS, Pringsewu, 22 Mei 2026 — Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela melakukan groundbreaking pembangunan tiga ruas jalan provinsi di Kabupaten Pringsewu, Kamis (21/5/2026). Tiga ruas jalan tersebut meliputi Kalirejo–Pringsewu, Pringsewu–Pardasuka, dan Pardasuka–Sukamara.
Kegiatan groundbreaking dipusatkan di Pekon Podosari, Kecamatan Pringsewu. Pembangunan ini menjadi bagian dari program prioritas Pemerintah Provinsi Lampung dalam mempercepat pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan pada 2026.
Dalam sambutannya, Jihan menegaskan pembangunan infrastruktur jalan tetap menjadi prioritas utama meski pemerintah daerah menghadapi tantangan penyesuaian anggaran dan pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat.

“Pak Gubernur dengan komitmennya tetap mengupayakan bagaimana caranya program prioritas itu tetap berjalan. Alhamdulillah masih berjalan dan cukup progresif di tahun 2026 ini,” ujar Jihan.
Ia mengungkapkan pembangunan ruas jalan provinsi pada 2026 meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Saat ini tingkat kemantapan jalan provinsi di Kabupaten Pringsewu telah mencapai 87,86 persen.
Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan seluruh ruas jalan provinsi di Pringsewu mencapai kondisi mantap 100 persen pada akhir 2029.
“Nanti sampai akhir 2029 insyaallah kemantapan ruas provinsi di Pringsewu bisa mencapai 100 persen,” katanya.
Selain pembangunan jalan, persoalan drainase juga menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Jihan menilai kerusakan jalan sering dipicu saluran air yang tidak berfungsi optimal sehingga menyebabkan genangan di badan jalan.
“Yang namanya aspal itu musuhnya air. Karena itu irigasinya harus dijaga bersama-sama,” tegasnya.
Ia juga meminta masyarakat, pemerintah pekon, hingga pelaku usaha ikut menjaga kondisi jalan dengan tidak menutup saluran drainase untuk kepentingan parkir serta memperhatikan batas muatan kendaraan angkutan.
Pada 2026, Pemprov Lampung mengalokasikan anggaran sebesar Rp35,2 miliar untuk pembangunan tiga paket jalan provinsi di Pringsewu dengan total panjang penanganan mencapai 3,8 kilometer.
Ruas Kalirejo–Pringsewu menjadi paket terbesar dengan panjang penanganan efektif 2,7 kilometer dan nilai kontrak Rp23,978 miliar menggunakan konstruksi rigid pavement atau beton.
Sementara ruas Pringsewu–Pardasuka dibangun sepanjang 600 meter dengan anggaran Rp5,753 miliar menggunakan rigid pavement. Adapun ruas Pardasuka–Sukamara sepanjang 1 kilometer dibangun menggunakan flexible pavement atau aspal dengan nilai kontrak Rp3,905 miliar.
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung M. Taufiqullah mengatakan seluruh ruas jalan provinsi di Pringsewu tahun ini mendapat penanganan.
“Ini luar biasa, tidak semua kabupaten diperbaiki semua. Kabupaten Pringsewu ini tiga ruas semuanya kita perbaiki,” ujarnya.
Menurutnya, ruas Kalirejo–Pringsewu memiliki volume kendaraan cukup tinggi mencapai sekitar 12 ribu kendaraan per hari sehingga dipilih konstruksi beton agar lebih kuat menahan beban kendaraan angkutan hasil pertanian dan industri.
Pembangunan juga mencakup perbaikan drainase dan gorong-gorong untuk mendukung sistem irigasi pertanian di sekitar lokasi.
Sementara itu, Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila mengapresiasi dimulainya pembangunan jalan tersebut. Ia menilai perbaikan infrastruktur akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan pelaku UMKM di daerah.
“Semoga ke depan UMKM naik, lalu ekonomi masyarakat juga naik sehingga kebutuhan masyarakat bisa tercukupi dengan adanya perbaikan jalan,” pungkasnya.( Red/Rls Komdigi Pemprov Lampung )











