DEMOKRASINEWS, Bandar Lampung, 15 Mei 2026 — Di saat banyak anak menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar telepon genggam, Polsek Bumi Waras, Kota Bandar Lampung, memilih cara berbeda untuk mendekati generasi muda, yakni mengajak mereka turun ke lapangan, berkompetisi, dan belajar sportivitas melalui ajang Kapolsek Cup.
Turnamen sepak bola kelompok usia 10, 12, dan 13 tahun tersebut digelar di Lapangan Merdeka Nila Kandi, Bandar Lampung, sebagai bagian dari upaya mencegah tawuran pelajar sekaligus mengurangi ketergantungan anak terhadap penggunaan telepon seluler atau gadget.
Kegiatan itu menjadi gagasan humanis Kapolsek Bumi Waras AKP M. Hasbi Eko Purnomo yang ingin membangun kedekatan dengan anak-anak sejak dini melalui ruang positif yang edukatif dan menyenangkan.

Kapolsek Bumi Waras AKP M. Hasbi Eko Purnomo mengatakan olahraga menjadi salah satu langkah nyata membentengi anak-anak dari pengaruh negatif lingkungan, termasuk potensi tawuran antar pelajar yang belakangan menjadi perhatian banyak pihak.
“Anak-anak harus diarahkan ke kegiatan yang positif. Kalau mereka sibuk berolahraga, berlatih disiplin, dan membangun pertemanan sehat, tentu peluang terlibat tawuran bisa ditekan. Setidaknya satu hari mereka tidak bermain HP dan fokus pada aktivitas yang membangun,” kata Hasbi, Jumat (15/5/2026).
Kapolsek Cup tidak hanya menjadi ajang mencari bibit atlet muda, tetapi juga sarana pembinaan karakter. Anak-anak diajak memahami pentingnya kerja sama tim, sportivitas, disiplin, serta menghormati lawan sejak usia dini.
Kegiatan tersebut digelar bekerja sama dengan organisasi sepak bola PSSI Kota Bandar Lampung guna memperkuat pembinaan olahraga usia muda di wilayah setempat.
Ketua pelaksana kegiatan, Sidik, mengatakan turnamen telah dimulai sejak Kamis (14/5/2026) dengan kategori usia 13 tahun sebagai pertandingan pembuka.
Menurut dia, antusiasme peserta cukup tinggi karena diikuti berbagai sekolah sepak bola (SSB) dari sejumlah daerah di Provinsi Lampung.
“Untuk kategori usia 13 tahun yang digelar Kamis kemarin, pemenangnya adalah SSB dari Way Jepara, Lampung Timur,” ujar Sidik.
Kemeriahan pertandingan terlihat sejak pagi hari. Puluhan anak tampak berlari mengejar bola dengan penuh semangat di tengah sorakan pelatih dan orang tua yang memenuhi pinggir lapangan.
Bagi sebagian peserta, turnamen tersebut menjadi pengalaman berharga sekaligus ruang menyalurkan energi secara positif.
Di balik semangat kompetisi, tersimpan pesan sosial yang cukup kuat. Polsek Bumi Waras ingin memastikan anak-anak memiliki ruang bermain sehat di luar dunia digital yang semakin menyita perhatian mereka.
Fenomena kecanduan gadget dan meningkatnya kasus tawuran remaja menjadi alasan utama mengapa pendekatan berbasis olahraga dipilih. Polisi dinilai tidak cukup hanya melakukan penindakan, tetapi juga perlu hadir membangun pencegahan dari akar persoalan sosial.
Kapolsek Cup pun menjadi simbol pendekatan baru kepolisian yang lebih dekat, membina, dan hadir di tengah masyarakat. Melalui sepak bola, Polsek Bumi Waras berharap anak-anak belajar bahwa kemenangan bukan sekadar mencetak gol, melainkan juga membangun karakter dan persahabatan.
“Daripada tawuran atau seharian bermain HP, lebih baik berkeringat di lapangan dan belajar jadi juara dengan sportif,” menjadi pesan kuat yang digaungkan melalui Kapolsek Cup Bumi Waras.( Red/JM )











